Merasa kecewa dan dikecewakan? Padahal sebenarnya kita yang salah melabuhkan harapan. Cemburu dan dicemburui? Padahal kita tak punya hak penuh memiliki. Seseorang yang datang, lalu pergi? Padahal ia hanya mencari yang terbaik diantara yang baik baik untuk dirinya sendiri.
Uwaw relate syekali, but nope. Bukannya setiap orang punya pilihan ya? Yaudah silaa~ biarin aja kalau mau pergi itu hak dia buat kehidupannya~
Ya kadang emang lucu, meski nggak pengen ketawa sih. Pola kejadian yang berulang-ulang seringkali bisa ditebak ritmenya. Muak. I see.
Nah lagi lagi.. Begitulah kalau kita berharapnya sama manusia. Begitulah kalau kita nyari-nyari yang 'kelihatannya sempurna' aja, niatnya nggak ditata, kita tidak siap saat dihadapkan dengan penolakan pada akhirnya~
Tapi gapapa, jangan sedih. Atur lagi langkahnya, niatkan sungguh-sungguh untuk apa hidup kita? Kebaikan-kebaikan yang kita lakukan untuk siapa seharusnya? Percayalah, bahwa niat yang benar akan menggiring ke arah yang baik pula.
Tak perlu terburu-buru, tapi jangan lupa untuk terus mempersiapkan diri. Kita bisa usaha sembari berdoa, menjadikan kebenaran yang kita upayakan sebagai wasilah atas permintaan kita padaNya. Sangat boleh sekali kalo ituuu~
Percaya aja, nantinya kita akan dipertemukan dengan yang selaras, sefrekuensi, dan yang terbaik tentunya. Inget ya, yang terbaik belum tentu sempurna, karena kebaikan itu datangnya dari Yang Kuasa, bukan dari baik buruknya tiap individu manusia. Belum menemukan? Gapapa, jangan lelah berikhtiar dan melangitkan harapan padaNya.
Jadilah seperti air yang mengalir, kerikil dan bebatuan pun dilewati, sampai ia menemukan muaranya sendiri. Tetaplah bersabar dan berikhtiar dengan baik!! Sebab, kebaikan yang berharga akan datang pada mereka pandai menjaga; dirinya sendiri juga agamaNya.