Sudah bukan saatnya lagi untuk dimengerti, tapi saatnya untuk mengerti. People grow
he wasn't even looking at me and he found me
untitled
Xuebing Du

Love Begins
Sade Olutola
h

romaâ

Discoholic đȘ©
One Nice Bug Per Day

oozey mess
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

if i look back, i am lost
RMH
Lint Roller? I Barely Know Her
Stranger Things
Cosmic Funnies
NASA

Andulka

Product Placement
wallacepolsom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Germany
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States
seen from TĂŒrkiye

seen from Lebanon
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from TĂŒrkiye
@cumanote-blog
Sudah bukan saatnya lagi untuk dimengerti, tapi saatnya untuk mengerti. People grow
No matter what they say,, just through it like 6 years ago, when something getting worse, you know your God is going to make you stronger
time flies, now we here
Rindu itu..
Malam ke-11 Ramadhan
Senandung itu, mengingatkanku peristiwa hampir 2 tahun lalu. Saat-saat klimaks sepanjang kisah hidupku dibandingkan hal-hal klimaks yang lain.
Rasaku saat itu.. terpukul.
Sakit
Tapi rasa sakit itu kini, perlahan tak terasa lagi. Aku mengabaikannya. Mungkin karena sudah terlalu lama sehingga terasa bebal
Karena aku memilih diam, aku menunggu.. skenario indah apa yang hendak Dia buat. Bukan aku menyerah, hanya aku lelah. Kondisi ini membuatku tau, batas-batas mana yang tidak bisa dilampui oleh manusia, dan.. apa itu arti berpasrah.
Aku tidak bisa membohongi hati. yang merindu, yang mengenang setiap peluk dan peluhmu. Malam ini aku kembali merindu, merasa takut semua tidak akan kembali lagi. Aku diam, dalam hati aku selalu bertanya.. Marahkah kau padaku? Masihkah dirimu menyayangiku? atau masihkah dirimu mempercayaiku? atau setidaknya maukah kau bercerita tentang keadaanmu? Di saat dunia menolak keputusanmu. Di saat hatiku juga terasa dihantam olehnya.. Tapi aku ingin menjadi pendengarmu. Apakah kau merasa bahagia atau tidak disaat aku tidak tau keberadaanmu? atau aku tidak ingin mengetahuinya.
Ini berat untukku. Tapi kata kawanku, âPerempuan itu diciptakan dengan segala kekuatannya, perempuan itu lebih tangguh mental dan fikirannya. Maka seharusnya, perempuanlah yang harus memahami. Bukan laki-laki yang harus terus mengerti.â
Karena itu, aku ingin duduk bersamamu. Mendengar ceritamu setelah mungkin lama aku menuntutmu untuk mengerti dan menjadi sosok yang sempurna. Maafkan aku, aku berdoa semoga Dia berikan kita kesempatan untuk memiliki waktu bersama lagi. Sebelum nanti kau melepasku, aku tidak ingin menyerah untuk cinta di antara kita. karena darahku adalah darahmu. Saat dulu aku melihat air mata atas luka yang terjadi padaku, maka beritahu aku jika hari ini kau pun sedang merasa sakit. dan izinkan aku untuk mengobatinya seperti yang telah kau lakukan padaku. Aku hanya berharap kau juga merindukanku. Setidaknya hanya untuk teman bicaramu. Agar kita dapat duduk bersama lagi. Agar aku mendengar ceritamu.
Walaupun dirimu adalah bagian dari diriku, tapi aku tetap tidak punya kuasa atasmu. Hanya pintaku padanya yang memilikimu yang saat ini bisa aku lakukan. Aku ingin drama ini berakhir. Itu saja doaku.
Semoga ramadhan ini, memberi titik temu lagi antara kita. Aku hanya ingin menyakini satu hal. Bahwa cintamu adalah tulus, meskipun tidak kau ungkapkan. Tapi kehadiranmu selama ini, guratan di wajahmu, kau adalah sosok yang harus tetap aku banggakan. Aku akan selalu mencintaimu, apapun yang terjadi, bagaimanapun dirimu, kemanapun kau dan aku pergi. Karena keselamatanmu ada dalam doaku, dan kesejahteraanku ada dalam ridhomu.
Hidup adalah KESEMPATAN. Penuh dengan KESEMPATAN yang datang setiap harinya. Setidaknya saat kita terbangun dari tidur, kita memiliki KESEMPATAN untuk membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jadi ini bukan soal "Kesempatan tidak datang dua kali", tapi "KESEMPATAN itu datang SETIAP HARI, SETIAP DETIK". Tinggal soal mau MENGAMBILNYA atau TIDAK
hari ke delapan di bulan April, di tahun ke-23
Waktu memang tidak pernah berlari, atau bahkan berhenti. Secepat apapun kita mencoba mengejarnya, ia takkan menjadi lebih lambat atau lebih...
Cita-Cita(?)
Haha, mungkin telat.. ini tumblr udah disarangin laba-laba. Kebetulan kok bisa pas banget temanya dengan warga tumblr yg lain :v *cerita dulu*
Minggu kemarin, 12 Februari. MQ (Madrasah Quran) ngadain tarbiyah (bahasa kerennya liqo) untuk pengurus2 barunya. Pematerinya kemarin adalah kak Dewangga dan istrinya. Kak Dewangga yang pernah jadi presma telkom di tahun 2008 apa 2009 gitu. Setelah bincang-bincang tentang ke-quran-an, motivasi, dsb oleh kak Dewangga (masih digabung ikhwan-akhwat), barulah kemudian dipisah halaqah nya. yang ikhwan sama kak Dewangga dan yg akhwat sama Istrinya.
Bukan kebetulan, tapi di MQ memang saya dah jadi paling sepuh. hha. 2013 sendiri. Saya bareng yang akhwatnya (ada Aul, Aisyah, Nadila, dan Syifa) mereka angkatan 2015-an perkenalan lah sama Istrinya Kak Dewangga. Udah perkenalan gitu-gitu, terus disuruh isi biodata. karena semuanya kecuali saya sepertinya baru pertama kali ikut/ada dalam momen halaqah gitu.. jadi yah, biasa bincang2 perkenalan diri sendiri, aktivitas, sekolah SD-SMP-SMA dimana, dan terus nyambi isi biodata gtu.Â
Pas giliran saya ngisi biodata itu, yah biasa lah isinya nama, ttl, dll.. diisi dengan lancar. Pas isian kedua terakhir, ada diminta cita-cita : , gitu. Seketika saya blank..... ada mungkin sekitar 10-15 detik. mikir. mikir keras..... karena belum dapat jawabannya, saya beralih ke pertanyaan selanjutnya yaitu no.hp.. yauda saya isi nomor hp dulu. Terus balik lagi ke kolom cita-cita tadi... karena takut malu ngisinya lama banget (ketauan mikir), yauda saya isi dengan âKuliah S2 di Hokkaido Universityâ... biodata-aman.-prinsip ujian-yang penting diisi... kacau..
*cerita selesai*
Dari cerita itu, yang saya ingat adalah momen ketika pertanyaan tentang cita-cita itu muncul. Well, mungkin pertanyaan itu sudah sangat familiar ada di kolom biodata jaman-jaman kita sd-sma... but for the final-year student? mungkin sudah tertumpuk-tumpuk dengan tugas dan rutinitas lainnya....
di waktu 10-15 detik itu ada 2 pertanyaan yg muncul di kepala saya : 1. Umur segini, mau cita-cita apa ya? kuliah dah mau beres, alhamdulillah bisa nyambi kerja juga, nikah ya insyaAllah kapan lah waktunya dikasih aja, hha. :v 2. Cita-citaku udah abis apa ya? perasaan masih banyak yg belum tercapai tapi belum ada yg jadi prioritas untuk 1-2 tahun ke depan..
Yap... setelah saya bisa berpikir sekarang, 2 pertanyaan itu muncul karena sudah sangat jarangnya saya mengulang-ulang niat, doa, dan usaha untuk ke 100 mimpi yang pernah saya buat..
Benar-benar ya.. luar biasa waktu dan rutinitas (dan rasa nyaman) itu dapat mencuri ingatan cita-cita seseorang. Ingatan saja hilang, apalagi usaha untuk mencapainya..
Dari kejadian hari kemarin itu, mengingatkan saya kembali akan mimpi-mimpi yang dulu pernah saya tulis. Siapa yang bisa mewujudkannya hanyalah orang yang menulisnya dan ridho Sang Penguasa dirinya. Selagi masih ada waktu, sebaiknya segera untuk merencanakan kembali mimpi-mimpi dan meraihnya lagi satu per satu. Menulis dan merancang mimpi itu tidak cukup hanya sampai kuliah selesai atau sudah berkeluarga. Bahaya nanti kalau tiba-tiba anak kita nanya, cita-cita kita apa.. ^^â sedangkan kita sudah lama tidak memikirkannya.
Punya cita-cita itu wajib untuk siapapun usia berapapun. Karena manusia itu ujung-ujungnya adalah âkembaliâ kepada Rabb-nya, alangkah baiknya jika kita kembali sedang dalam keadaan sedang berjihad/bermujahadah dengan cita-cita kita. Lebih mulia lagi jika cita-cita akhirat adalah yang tengah kita diperjuangkan.
Selamat menata kembali cita-cita dunia dan akhirat kita :)
Everything that I do is to make you proud, I just want to say it, and say it loud You're my heat when I'm cold The place I call home, and always will be
Too many time passed, too many thing changes, I hope they wouldnât
Allah, please keep them for me, forever now and after this world..
Usiamu hanya cerita singkat dari pertanggungjawaban yang lebih panjang masanya..
midnightReflection
Bismillah.. Mahameru early November 2016 (:
âentah kenapa naik gunung itu selalu jadi spirit. spirit buat semangat beresin TA, spirit buat segera memulai sesuatu dan segera mengakhirinya dengan baik. Puncak gunung bukan tujuan, tapi pulang dengan selamat itu tujuannya.
Semoga Dia menghendaki aku untuk mengagumi satu persen keindahanNya dari keseluruhan keindahan ciptaanNya di dunia.â
Jika berbuat baik hanya untuk diri sendiri, maka tidak akan cukup berat timbangan itu rasanya. Sebagaimana Rasulullah yang lebih mengutamakan ibadah Muta'addiyah (Ibadah Sosial) disamping ibadah Qashirah (Ibadah Individu)
Dikutip dari WA Exogen tadi pagi, ttg sebuah tulisan oleh Almarhum Prof. KH. Ali Mustafa Yaqub
Ingin menyapamu
Waktu berlalu, tidak terasa satu tahun kita lewati ini, dari awal semua bermula. Tidak tau sampai kapan kita mampu bertahan. Cinta itu.. tidak tau harus kucari kemana. Aku juga rasanya ingin berpura-pura tidak tahu, agar ketulusan cinta itu tetap ada. Tapi, aku tidak bisa. Aku tidak bisa berpura-pura. Tidak bisa.
Dalam jiwa ini antara cinta dan kebenaran itu bertarung. Jika aku lihat sisi kebenaran, ia selalu berhasil melenyapkan semua cerita tentang kita. Mengubahnya menjadi abu dan membuatnya sama sekali tidak berarti lagi. Dalam hati kecil ini masih ada cinta, tapi dia terlalu lemah. Ketika rindu itu datang, cinta itu tetap tidak berhasil mengalahkan kebenaran, dia hanya membuat lubang di hati semakin terasa, membuatku ingat akan sesuatu yang hilang. Cinta itu membuatku ingat saja, bahwa lubang itu adalah cintamu, yang aku tidak tahu.. ada dimana.
Aku ingin tidak peduli. Aku ingin menyapamu. Memelukmu lagi dengan tulus. Mencium pipimu untuk mengungkapkan bahwa aku menyayangimu, karena lidahku tidak pernah lancar berucap cinta.
Sampai hari itu, ketika tanganku berbuat dosa kepadamu. aku yakin Tuhan pun murka terhadapku karena berlaku sangat kasar itu.
Dahulu aku adalah seseorang yang tumbuh dengan membawa namamu di hatiku. Aku bisa menjadi kuat dan berani karena kau adalah sosokku. Saat ini mungkin Tuhan takdirkan aku untuk benar-benar mencari jalanku sendiri.
Aku tidak ingin menyalahkan kekurangan yang ada dalam cinta kita. Kenapa kita harus pedulikan? Jikalau ada sebuah jalan berlubang, kemudian mendiamkannya akankah menjadi solusi? apakah dengan mencari jalan yang lain kemudian jalan yang berlubang itu akan tertutup dengan sendirinya dan menjadi jalan yang bagus lagi? tidak ada cara lain kecuali kembali ke jalan itu dan memperbaikinya.
Aku hanya bisa berpasrah kepada-Nya. Jika cinta itu masih milik kita, aku yakin Dia akan mengembalikannya. Cinta ini bukanlah cinta yang seharusnya pudar bahkan hilang. Karena Dia telah gariskan aku untuk mencintaimu dan sebaliknya, di kehidupan saat ini atau nanti.
Darahmu ada di dalam darahku. Aku adalah dirimu. Sakitku seharusnya menjadi sakitmu.
Ayah, aku ingin menyapamu
Ilustrasinya keren :â
Live a life you will remember (:
The Night - Avicii
Kebalik
Masa-masa mahasiswa yang banyak tugas adalah masanya sering begadang. Jujur saja sering kali tercetus niat dalam hati,
âBegadang ah ngerjain tugas2, biar bisa Qiyamullailâ
Well, itu bukan niatan yang baru. Sebulan dua bulan okelah. Kadang beneran bisa begadang kadang enggak (lebih sering).
Sebulan lalu, saat aku gagal lagi begadang, sambil menggerutu dalam hati dan kesel sama diri sendiri, âkenapa sih kok selalu ketiduran.. -__- â
Tiba-tiba aku kayak disentil satu lintasan di pikiranku.
âKenapa masih harus begadang? padahal seharian kamu sudah lelah. dan kenapa niatnya selalu ingin begadang ngerjain tugas biar bisa Qiyamullail?
kenapa gak niatkan bangun malam memang untuk menambah waktu-waktu ibadah yang gak bisa kamu lakukan di siang harinya? Toh kadangkala walaupun niatnya ngerjain tugas pasti ada aja hal sia-sia yang kamu lakukan.
Seharusnya malam itu kamu pergunakan untuk bermunajat kepada-Nya, bukan lagi mengejar dunia yang tidak akan pernah ada habisnya..â
ok. itu cukup menamparku. Ternyata memang seringkali niat itu kebalik bahkan salah. Hmm.. sedih sekali rasanya... :((
âAjari kepakan sayapku tuk terbang menuju langit tinggi meraih bintang
Kau slalu ku kenang
Seluruh pengabdian yang engkau beri meski ku coba dengan sepenuh hati
Tak akan tergantiâ
Senandung yang selalu mengingatkanku akan sosok-sosok itu. Sosok-sosok yang menumbuhkan kami di tanah yang gersang dan mengajari kami untuk selalu menjadi seperti bintang-bintang.
Teruntuk guru-guru pertamaku di kampus peradaban :
Guru-guru yang selalu menginpirasi, yang selalu membuat kami merasa berarti
Guru-guru yang selalu membangkitkan kami saat terjatuh, mengajarkan kami arti sebuah kejujuran, mengenalkan kami pada makna ukhuwah dan indahnya persahabatan
Guru-guru yang selalu mendengar mimpi-mimpi kami, dan tangis-tangis kerinduan akan rumah kami, yang selalu membangunkan dan menemani kami 24 jam x 7 hari
Mereka adalah guru-guru yang berhasil membuat kami bangga, tulus menyayangi dan mendoakan mereka
Terkadang Allah terlupakan, padahal Ia tak pernah sekalipun melupakan. Terkadang Allah diduakan, padahal tak sekalipun Ia menduakan. Terkadang Allah di diamkan, padahal tak sekalipun Ia mendiamkan kita. Sebenarnya apa mau hati kita? Cinta yang sejati diabaikan, cinta yang palsu diusahakan.
Self reminder (via sitimasruroh)
Hanya tentang sebuah kata yang sulit