A new journey begin
So, this is 2014. Lets make a story

JVL

Love Begins
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
noise dept.
Today's Document
almost home
todays bird
🪼
Keni
TVSTRANGERTHINGS

roma★
Mike Driver
he wasn't even looking at me and he found me

@theartofmadeline

⁂

❣ Chile in a Photography ❣
Not today Justin

if i look back, i am lost
trying on a metaphor

Kaledo Art
seen from Ireland

seen from Malaysia
seen from Canada

seen from Brazil
seen from Australia
seen from France
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Poland
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Spain
seen from Russia
seen from United States

seen from Denmark
seen from United States

seen from France

seen from Türkiye
@danarksm
A new journey begin
So, this is 2014. Lets make a story
Awal Senin
Hai, selamat pagi. Ini hari diawal Minggu baru, aktivitas seperti biasa telah menunggu. Belum ada yang spesial di pagi ini, jadi masih berbaris di lini. Baiklah. Hai, selamat pagi.
Nyanyian Hujan
Ternyata hujan juga bisa bernyanyi, dengar, sekarang dia memainkan pola nada yang berdinamika. Kadang rintik, kadang gemuruh, apalagi jika ada angin, ia menambah kesan teduh. Dan sekarang ia berhenti, entah di not apa yang ia istirahatkan. Hujan, ia juga bisa bernyanyi. Hujan bisa bernyanyi dengan miris, tapi bisa juga dengan manis, ah hujan tipis, setipis kumis si gadis yang berkacamata tadi.
Main itu sinonimnya dari belajar
Siang ini engga terlalu silau, bisa dibilang mendung. Yang terjadi siang ini adalah belajar yang engga kenal tempat. Lebih tepatnya ngerjain tugas. Engga melulu kok ngerjain tugas harus ditempat yang itu-itu aja. Yang terpenting ngerjain tugas, tugasnya selesai. Belajar sama bermain itu kaya dua sisi di uang koin. Habis belajar bisa main, begitu pula sebaliknya. Jadi, main itu bukan lawan kata dari belajar, melainkan sinonimnya.
Malam Sehabis Hujan
Obrolan khas, canda riang yang menjulang, serta aroma kopi yang selalu sama, menggambar malam sehabis hujan ini dengan manis. Seakan embun di daun pun ikut berpesta, menari kesana-kemari layaknya peri. Udara dingin yang tak terhiraukan, tawa yang mengembang, sungguh malam yang menenangkan. Sampai bertemu lagi, para tawa riang!
Dingin yang mulai berdatangan
Dingin Berdatangan
Sore ini hujan, hujan yang cukup deras untuk membawa hawa panas pergi dari sini. Baru saja terdengar suara gemuruh yang sebelumnya disertai secercah cahaya, petir. Dedaunan basah, cukup untuk menciptakan suasana segar dan terhindar dari gerah. Lima pot anggrek bulan ku ditaruh didekat kolam ikan agar terkena basahnya air hujan, aku harap mereka berbunga kembang. Aku suka hujan, asal tak berangin berlebihan, karena aku trauma pernah sekali atap rumah terbawa angin hujan yang kencang. Gemericik air yang membuat ku betah sekarang diteras rumah. Air yang jatuh dari talang hujan membuat bentuk layaknya air terjun, membuat mata sayu tertegun. Hujan di sore ini pasti membawa dingin dimalam nanti. "Hujan, jangan marah-marah ya"
Petang Menjelang
Terkadang sulit untuk menentukan sebuah porsi yang tepat. Entah porsi makan, kata, dan rasa. Pilihan ketiga yang tersulit. Porsi rasa ini berbanding lurus dengan harapan, oleh karena itu, sensitif jika kita kelebihan porsinya. Ia juga berbanding terbalik dengan keacuhan. Makanya, sulit untuk menentukan porsi yang tepat untuk rasa. Porsi yang tepat untuk rasa aku ke kamu. Mungkin kamu acuh, karenanya aku mengurangi porsi ku sendiri. Mungkin juga kamu sangat acuh, di saat itu aku kehilangan porsi ku.
Teman kala sendiri.
Aroma robusta setelah di sangrai, air bersuhu tinggi, dan serbuk kacang panggang, menjadi satu dalam satu gelas sedang. Aku pikir itu sudah surga. Tak perlu repot untuk berbahagia di malam yang konon para remaja berbagi kesenangan. Dalam ruang 2.5x3.0 aku cukup tenang. Aku memang suka meracik, apapun. Entah itu bumbu masak, kosa kata, bahkan rasa. Tapi untuk pilihan yang ketiga, aku payah. Ah, aku cukup nyenyak malam ini.
Hai, sudah lama tak menulis lagi disini. Jadi, sekarang tanggal tujuh di bulan November. Akhirnya langit terang setelah 30 menit hujan sedang. Hujan yang meneduhkan, hujan yang menenangkan. Lalu lintas menjadi padat dari sebelumnya, ini sudah menjadi ciri khas ibu kota ku. Beberapa racun hisap dan segelas kopi dingin sudah hampir habis, tapi aku tetap merasakan manis. Manis karena sudah bertemu si gadis. Gadis ini berbeda, ya karena semua orang tak ada yang sama. Tapi dasar lelaki, hampir setiap perempuan yang ditemui nya selalu dibilang spesial, tapi tidak untuk kali ini. Alis tebal, bibir mungil, pipi merona, ada alasan apa lagi jika aku tak bilang ia gadis yang luar biasa? Aku yang sudah lama tak menulis disini, sekali tulis selalu tentang gadis, tapi sungguh ini manis. Tapi dari sebuah rasa manis, yang jelas aku kembali, untuk menulis.
Late post.
It's Friday, at the end of August, I just... Saw a beautiful eyes, covered by a glasses and sweet flat shoes that she wore. Our eyes met, and it caused a little bit heart attack, for me especially. Well, I hope that we will meet again, the woman who made me had a heart attack.
Well, hello. Ah nothing. Okay, goodbye then.
Well, hello tumblr. It's glad to post again. I'm fine, totally fine. So this afternoon I'm waiting my basketball practice time in one of east Jakarta convenience shop called lawson. Crackers, mineral water and cigars accompany me. Nothing special but I enjoy myself. So that's it. I will be back, soon. Oh it's Monday, 26th August 2013.
Curhat episode 3024 (Dari 1-3023nya mana ya?)
Ini malam minggu, tanggal 11 bulan mei, gua nonton filmnya Raditya Dika "cinta brontosaurus" Dan gua engga sendiri, gua ajak mantan yang sekarang jadi temen baik, Ria namanya. Awalnya gua pikir bakal canggung karena kita udah lama engga ketemu, ternyata...ya biasa ajasih. Kata Radit cinta itu bisa kadaluarsa, Dan gua mungkin Jadi penganut paham itu, gua berharap balikan sama mantan gua itu, tapi yang ada hanya sebuah penolakan halus untuk Jadi teman. Jadi gua simpulkan kalau cinta kadaluarsa itu Ada. Gua ngerti Ini hanya sekedar kata, gua harap juga Ria engga baca tulisan Ini, semoga. Tapi, Ada yang Lebih baik dari harapan balikan tadi, yaitu gua tetep temenan sama Ria. Pertemanan itu engga akan putus, iyakan ia? Hehe. Semoga Semoga Semoga Ada riang tawa gembira kita, ternyata cuma sementara, karena begitu kita pulang, aku tau aku masih sendiri; tidak ada siapa-siapa. Thanks for today ya, by.
Nothing
How it feels when you are being hated? I feel it now, and it kills me softly. We are in same neighborhood, we learn in one ceiling; why you hate me so much? After all of the togetherness, I thrown by you. But, I still love you guys, it's impossible to hate you, whether you hate me now. Whatever the condition by now, I called it, friend.
Rainbow Artic
A polar bear caught a trout in north pole
He dove to the rainbow artic
Made the hole on ice, as big as his soul
He saw an aurora as his epic
A polar bear caught a salmon in north pole
He dove to the rainbow artic
Made the hole on ice, as big as his soul
He saw an aurora as his magic
A polar bear caught a tuna in north pole
He dove to the rainbow artic
Made the hole on ice, as big as his soul
He saw an aurora as his cosmic
A polar bear caught a sardin in north pole
He dove to the rainbow artic
Made the hole on ice, as big as his soul
He saw an aurora as his tragic
Ice Cream Planet
There is a time when the earth found a new satellaite
And the moon feels like dust strom in sahara
Its goes down and turn off the light
The earth found a new satellaite and leave the scar
The moon fed up his sorrow
Even there is no more rain for tomorrow
The moon take an arrow
Hope that is still coma, blue in his bungalow
The moon travel to another milky way
He escape to the ice cream planet
He hopes that the blue will go away
He realized that the earth found her magnet
The moon met the sun, finally
He lets the blue goes out and forever
Again, he saw the earth beautifully
Don’t ask me why I stuck on her