Well. Setelah 2,5 tahun merintis karir di perusahaan developer, akhirnya bisa graduate juga. Setelah drama dan ghibahan setiap hari, finalllllllyyyyyyy hari itu tiba. Mengakhiri hubungan drama dengan si doi dengan alasan “saya mau menikah dan ikut suami”. Jurus ampuh. Hehehe. Emang mau nikah dan ikut suami btw, bukan hanya sebatas alasan saja.
Tapi aku percaya sih, Allah akan senantiasa membantu umatnya yang memang punya niatan baik. Bersyukur banget karena dipermudah jalan untuk keluar dari zona-tidak-nyaman kemarin. Meskipun masih ada aja tanggungan untuk ngetraining anak baru yang gantiin aku keluar.
Banyak banget pengalaman, ilmu, wawasan dan tentunya cuitan selama 2,5 tahun kerja. Nggak mungkin lah kalau nggak dapet ilmu apa-apa. Meskipun memang banyak dramanya. Ambil yang baik-baik, dan buang yang buruk-buruk.
Notice nya, kalau memang sudah tidak nyaman di suatu tempat dan dengan siapapun, jangan takut untuk keluar dari zona nggak nyaman. Berada di zona nggak nyaman itu bener-bener ga enak banget. Sering makan ati sendiri.
Dan rejeki itu memang sudah Allah yg ngatur, kita tinggal berusaha dan berdoa. Jangan takut nggak dapat kerjaan. Ini sebenernya mau ku tulis di tulisan berikutnya sih..
Alhamdulillah bisa lulus tepat pada waktunya, lulus dari zona nggak nyaman..
"Tenang aja, kita profesional kok" Seperti kata maaf yg mudah diucapkan, kata profesional pun juga rasanya sedang hangat hangatnya mudah diucapkan. Rasanya tidak bisa disebut profesional ketika seseorang membela seseorang yg lain hanya karena keluarga orang tersebut pernah membantu kita, hanya karena seseorang tersebut bagian keluarga kita, teman kita, dan karena orang tersebut sependidikan dengan kita. Padahal seseorang tersebut salah. Bukankah begitu? Apakah hal tersebut juga masuk dalam kategori KKN? Lalu mengapa membanggakan diri ketika itu semua tidak terjadi? :( Faktanya umur bukan penentu kedewasaan. Banyak orang dewasa yg mudah berkata tapi lupa berkaca. Hati-hati. Jangan terlalu membanggakan diri. Apa yg kita ucapkan terkadang dapat menjadi boomerang bagi diri kita sendiri.
Setiap individu satu dengan yg lain memang berbeda karakter. Ada tipe orang mau belajar memperbaiki diri untuk keberlangsungan hidupnya dan orang sekitar yg lebih baik. Ada tipe orang yg “ini aku, suka nggak suka ya pokoknya aku orangnya gini”, nggak mau berusaha jadi lebih baik.
Ada tipe orang yg berusaha keras untuk hasil yg memuaskan dirinya dan orang lain, ada yg hanya melakukan seadanya. Ada yg terlalu memikirkan, ada yg bodo amat.
Dan kadang kalau ketemu partner (apapun) yg beda karakter dan beda prinsip, suka lelah sendiri. Kalau udah seperti itu, mending diakhiri.
Setelah lulus ujian skripsi, ada rekan yang bilang "welcome to the real life". Well, itu bener. Dunia sesungguhnya baru bisa kita rasain setelah kita masuk ke dunia kerja. Kenapa? Karena saat kita memasuki dunia kerja, kita berhubungan dengan lebih banyak orang dengan jabatan yg berbeda-beda, apalagi sifat. Tempat kerja bisa menambah genre drama kehidupan kita. Yang tadinya aku cuman lihat di sinetron, aku cuman baca stories sosial media temen, sampai aku sedikit tahu cerita salah dua rekan kerjaku. Dan aku pun sedikit mengalami. Orang yg cari muka di depan, orang yg tidak mau disalahkan meski salah, orang yg kemarin bilang A sekarang bilang B dan bikin ngulang kerjaan kita, orang yg menunda jobdesk tapi sok sibuk, orang yg suka marahin bawahan tapi jarang ngasih solusi, orang yg bikin tidak betah bekerja. Ada. Hidup ya. Bermacem-macem. Bukan niat ngejelek-jelekin kok. Reminder aja. Hidup keras. Mungkin masih banyak diluar sana yg lebih ngeri orang-orangnya. Hati-hati.
Aku sering kali pasrah. Bukan. Bukan tanpa usaha. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Lalu yang ku cari tak berujung pasti. Maka aku pasrahkan kepada Nya. Apa kamu juga pernah mengalami? Entah bagaimana yang ku cari tiba tiba menghampiri. Kali ini, aku pasrah. Dan semoga Allah meridhai perjalananku hari ini. Klaten - Solo, 2 Agustus 2017.
Sejatinya memang tak selalu menyenangkan, Hidup. Entah orang-orang, entah permasalahan yang tiba-tiba merujuk. Sejatinya kita pernah berada di ujung batas perjuangan, yang mana kita ingin melambaikan tangan dengan senyum yang dipaksakan. Dan sejatinya pula, kita tahu. Bahwa menyerah bukanlah solusi cemerlang, melainkan awal mula permasalahan yang panjang. Seringnya, kita pura pura tidak tahu.
Dulu waktu sekolah menengah atas, rasanya capek masuk pagi mulu, ngerjain tugas, dan ujian. Pengen cepet-cepet kuliah. Bayangannya, kuliah enak. Pake baju bebas, gonta-ganti baju, masuk siang, habis kuliah pergi nge-mall, jalan-jalan dan nongkrong. Kek di sinetron. Tapi, setelah dijalani rasanya pengen balik ke SMA. Ck. Kuliah. Malah tugasnya semakin banyak, nggak tidur itu udah biasa. Tetep masuk pagi, bahkan bisa pulang pagi lagi. Jalan-jalan? Cuma wacana. Dunia kuliah nggak seperti bayangan masa putih abu-abu.
Sama kayak masa-masa kuliah. Pengen cepet lulus dengan predikat cumlaude. Pas semester akhir pengennya habis lulus langsung dapet kerja di perusahaan bagus di Indonesia. Bayangannya, kerja enak. Di ruangan ber AC, masuk jam 08.00 pulang jam 16.00, gaji gede.
Kerja hari pertama aku pikir bakal menyenangkan, dengan posisi yang aku pikir juga tidak begitu sulit. Karna semasa kuliah udah diajarin. Ternyata, aku salah. Aku bukan Raisa tapi aku serba salah. Yang aku dapet di meja kuliah itu hanya sepersekian persen dari fakta di lapangan. Oh ya ampun. Aa..aa..a.. aku tak bisa berkata-kata. Harus belajar lagi. Harus lembur lagi. Enaknya kerja? Enaknya pas gajian.
Tapi, semakin hari, tanggungjawab hidup itu emang semakin bertambah. Ya meskipun hidup nggak selalu sesuai harapan dan ekspektasi. Pasti berujung manis di kemudian hari. Cayalah. :”)
Langit hari ini seperti ingin mengajak bercanda. Entah apa sebenarnya yang dirasa. Pagi tadi mendung, lalu gerimis dan hujan kemudian. Siang ini, dia nampak berseri. Cerah dan cantik. Seolah memberi pesan pada penikmatnya.
Bahwa sesudah kesedihan itu, ada bahagia. Entah apapun karenanya.
Hidup itu seperti naik roller coaster. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang kita takut melewatinya. Tapi juga nyenengin. Nggak bisa di tebak apa yang terjadi di depan. Nggak bisa minta balik ke belakang. Mau nggak mau ya harus dijalani. Hidup.
Berjalan ke arah lurus ke depan (mungkin) memang membosankan. Berjalan ke arah berkelok-kelok pun bisa saja tidak sampai tujuan. Pada dasarnya hidup memang pilihan.
Ketahuilah bahwa, tidak selamanya dalam menjalin suatu hubungan itu selalu bersama dimanapun dan kapanpun terus menerus. Ada masanya akan merasakan yang namanya LDR atau hubungan jarak jauh. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari perbedaan tempat kuliah/sekolah, perbedaan tempat kerja, perbedaan tempat tinggal, atau keputusan untuk melanjutkan sekolah di tempat yang jauh.
Meskipun LDR sering memicu pertengkaran, bukan berarti hubungan LDR-mu harus berakhir pilu kok. LDR ataupun tidak, semuanya sama saja. Hanya masalah jarak. Yuk simak tips-tips sukses LDR berikut ini!
1. Ingat komitmen awal!
Tidak dipungkiri bahwa banyak godaan yang terjadi pada saat menjalani hubungan jarak jauh. Adanya kandidat-kandidat orang ketiga menduduki urutan teratas dalam daftar godaan LDR. Yang ngingetin makan akan kalah sama yang ngajak makan. Kalimat ini seringkali muncul pada meme di berbagai media sosial.
Pondasi dari suatu hubungan itu sendiri adalah komitmen. Ingatlah kembali komitmen bersama dan tujuan kalian menjalin hubungan. Apakah hanya sekedar main-main atau ke jenjang yang serius. Jika pondasi hubungan itu kuat, maka godaan sebesar apapun tidak akan membuat suatu hubungan runtuh.
2. Percaya pasanganmu
Kunci lain dari suksesnya suatu hubungan LDR adalah saling percaya satu sama lain. Curiga itu wajar, karena tidak melihat secara langsung aktivitas pasangan setiap hari. Jangan bertingkah tidak wajar yang dapat menimbulkan kecurigaan. Juga jangan berburuk sangka dan terlalu cemburuan. Cobalah memberikan kepercayaan penuh pada pasangan, cobalah saling terbuka dan saling jujur dalam melaporkan aktivitas.
3. Jangan lupa, komunikasi
Sesibuk apapun kamu dan pasanganmu, jangan sampai tidak saling memberi kabar. Minimnya komunikasi justru akan membuat hubungan LDR-mu berada di zona datar. Harus sempatkan untuk telepon atau video call. Hal ini berguna untuk melepaskan rasa rindu, meski justru akan menambah semakin rindu.
4. Gunakan kesempatan bertemu sebaik mungkin
Sudah jarang bertemu, sekalinya bertemu malah membahas hal-hal yang memicu pertengkaran. Sebaiknya jangan dilakukan deh. Kesempatan bertemu itu gunakan dengan sebaik-baiknya. Lama atau sebentarnya waktu bertemu itu bukan masalah, tetapi kualitas bertemu itu yang sangat penting. Simpan dulu ego masing-masing, jangan melakukan hal-hal yang dapat memicu pertengakaran. Makan serambi saling bertukar cerita tentang hal-hal sudah dicapai selama tidak bertemu bisa dicoba sebagai salah satu alternatif. Selain itu bisa mengunjungi wahana permainan atau tempat-tempat wisata. Ini bisa menambah memori menyenangkan kalian lho. Memori yang akan membawa kalian ke tahap-tahap selanjutnya.
5. Cari kegiatan positif
Pasangan kamu sibuk dan kamu tidak sibuk? Eits jangan sekali-kali berpikiran untuk bermain-main! Hal itu hanya akan membuat hubungan kalian semakin jauh dan sia-sia. Gunakan waktu luangmu dengan kegiatan-kegiaan positif. Misal untuk perempuan, kamu bisa mengikuti kegiatan aerobic atau yoga disela pasanganmu sibuk. Untuk laki-laki, bisa diisi dengan main game, olahraga, atau kegiatan positif lainnya. Kedua hal tersebut bisa memberi ketenangan pada pasanganmu. Selain itu, hal tersebut bisa merefresh kembali pikiran kalian. Jadi jangan coba-coba membuka pintu untuk hal-hal yang bisa merusak hubungan!
Kalian LDR? Jangan takut! Selama kalian menjalankan tips-tips diatas, hubungan kalian akan berjalan dengan lancar. Sering berbeda pendapat berujung marahan itu biasa. Justru hal tersebut menjadikan kalian semakin rindu pada pasangan. Berjuanglah bersama. Usahamu akan berakhir bahagia dengan berjuang bersama-sama. Stay positive and believe.
Ide ini dateng pas aku mau mandi pagi tadi. Terbukti ya, ide dateng kapan aja. Pas diharapin kadang nggak dateng, pas biasa aja malah dateng. Sama kayak kamu. Kamu tiba-tiba dateng dan tiba-tiba pergi. Ini bukannya mau curhat mau sok yes atau apalah, cuman buat asik asik aja. Asik asik joss. Kalo ada hikmahnya ya monggo diambil, kalo nggak ada ya udahan aja. Nggak perlu dilanjutin. Nanti malah tambah sakit di belakang. Nahloh.
Agak agak lupa rasanya nyari kosan, apalagi nyari pasangan. Tapi masih terngiang jelas campur aduknya perasaan nyari pekerjaan. Hal ini memaksa aku untuk mengingat kembali kenangan lalu. Kenangan bareng mantan? Yaelah mantan mah udah lupain aja. Ada kesamaan diantara ketiganya, menurutku. Kok bisa? Ya bisa. Apa yang nggak bisa sih selagi Allah berkehendak? Lah malah ceramah. Oke lanjut ya. Selagi masih ada rasa ya dilanjutin aja jangan kemakan gengsi, bahagia itu sederhana kok. Auh ah. Jadi persamaannya sebenernya apa? Oke check this out!
Butuh Koneksi
Pas nyari kosan dulu, nggak dipungkiri kalo aku tanya ke temen-temenku. “Kosan kamu ada kamar kosong nggak? Atau kamu tau kosan dimana yang ada kamar kosongnya? Kalo tau kabarin ya!”. Sama hal nya nyari kerjaan seperti saat ini. “gengs, tempatmu ada lowongan nggak? Kamu ada info lowker di sini nggak? Huhu kalo tau info lowker kabarin ya!”. Kalo masalah nyari pasangan, emm aku belum ngalamin sih. Hehe. Tapi, beberapa ada yang nanya ke aku gini, “Aku kenalin ke temenmu yang single dong!”, “kalo ada temenmu yang single, berhijab, kenalin ya!”.
Koneksi itu menurut aku penting. Jadi buat temen-temen di luar sana, mumpung masih ada kesempatan, carilah koneksi sebanyak-banyaknya. Berhubungan baiklah dengan semua kolega. Berhubungan baiklah dengan mantan. Barangkali mantan mempertemukanmu dengan jodoh, karir ataupun kosan.
Tebar Pesona
Kok tebar pesona? Iya. Untuk mendapatkan suatu pekerjaan, wajib hukumnya untuk bisa menjual diri dan tebar pesona. Menjual kelebihan, keahlian, dan kreatifitas diri untuk menarik jejeran perusahaan untuk setidaknya melirik bahkan menarik kita untuk bergabung dengan mereka. Sama halnya kan, sama nyari pasangan. Kita juga harus tebar pesona dalam hal kebaikan. Menunjukkan sisi baik kita terlebih dahulu untuk mendapatkan hati lawan jenis. Kalo hal nyari kosan sih, tebar pesona disini lebih aktif dan luwes aja nyari kosan.
Sering Ditolak, Sering diPHP
Pernah ngerasain di php ketiga hal itu? Pernah ditolak ketiga hal itu? Sama! Aku juga iya. Percayalah kamu nggak sendiri di dunia ini. Well. Panas panas nyari kosan nggak jarang ditolak dan di php, “maaf mbak, udah penuh”, “wah udah penuh mbak”, “oke nanti aku tanyain bu kos dulu ya.” “eh ternyata udah ada yang pesen kamarnya”. Kan kezeeeel. Hvft. Lebih mending sih ditolak pemilik atau penjaga kos. Ditolak perusahaan lebih nyesek. Dua perusahaan BUMN terkemuka di Indonesia, kemarin nolak aku di satu tahap sebelum tahap akhir. Perjalanannya panjang, tapi harus terhenti diujung jalan. Tanpa sebab yang pasti. Tanpa alasan yang jelas. Terlebih di beberapa perusahaan lain, yang sistem penerimaanya kurang jelas dalam menyampaikan kandidat yang lolos. “Tunggu dua minggu lagi ya, nanti kita sampaikan by email atau sms”. Ditunggu dua minggu nggak ada kabar. Kayak kamu. Iya kamu yang suka ngilang tiba-tiba. Kan sama kayak nyari pasangan. Udah deketin lama, udah ada tanda-tanda sinyal bakal diterima. Eh ditolak. Kadang suka nggak jelas alasannya. Eh diPHP. “kita temenan aja ya”, “maaf kamu bukan tipeku”, “harus dijawab sekarang ya?”, “kita kayaknya lebih baik kakak adik aja deh”.
Seleksi alam
Susah nyari kosan karna udah keduluan sama yang lain. Susah nyari kerjaan karna saingannya banyak, kalah saing. Susah dapetin pasangan karna udah keduluan yang lain. Salah satu contoh sebab, seleksi alam, saingan.
Well. Emang nggak ada yang mudah di dunia ini. Emang nggak ada yang sulit juga. Kalo ditolak pemilik kos, perusahaan, dan calon pasangan, ya harus berjuang lebih keras lagi. Instropeksi diri. Apa sih yang kurang? Apa sih yang salah? Bukan malah loyo. Masih banyak kok kosan yang lain, masih banyak kok pekerjaan yang lain, masih banyak kok pria atau perempuan yang lain. Semuanya butuh perjuangan.
Mungkin bukan cuman aku aja yang pernah ngalamin kayak gini. Banyak di luar sana. Tapi satu. You’ll never walk alone. Menurutku, semua ada masanya sih. Semua cuman masalah waktu aja. Yang terpenting itu, usaha, doa, dan ikhlas.
Betewe, kok postingannya jadi gini ya. Awalnya kan cuman mau jelasin kesamaannya aja. Aelah. Cewek mah gini. Singgung dikit, curhat. Bahas dikit, curcol. Semoga ada hikmahnya ya! :)