"Kepada apa-apa yang belum terungkap. Kepada apa-apa yang sepenuhnya rahasia. Kepada apa-apa, yang sepenuhnya di luar batas kemampuan. Berlari menuju matahari, adalah upaya menjemput cahaya. Bergerak dari sisi stagnan menuju titik terang."
Bagiku, ikhlas bukanlah perkara melerai dan melepaskan. Ikhlas adalah menerima kenyataan. Bahwa yang telah terjadi adalah pembelajaran. Bahwa yang dijalani saat ini adalah langkah baru untuk memulai. Bahwa yang akan datang adalah sesuatu hal yang harus diperjuangkan.
Tidak masalah, jika kita baru menemukan ‘diri’ di usia ini. Menemukan definisi dan melahirkan pemahaman, dari seluruh makna pembelajaran. Merumuskan ulang rencana-rencana agar kembali sampai ke tujuan. Terlambat hanyalah milik mereka yang percaya. Sementara kesempatan adalah milik mereka yang terus berupaya. Sejauh apapun rute memutar, sesulit apapun tantangan di depan. Teruslah bergerak dan melangkah. Karena terkadang, kita perlu menyingkirkan akar-akar kebisingan. Agar kita mampu melihat lebih jelas dan terang. Arif dan Bijaksana atas setiap langkah putusan.
Tidak mungkin hanyalah milik mereka yang percaya. Sementara harapan dan keyakinan, ialah milik mereka yang terus memperjuangkannya. Yang berhasil meredam, mendengar, dan menemukan jutaan arti di antara bisingnya kekosongan. Yang berhasil mengalahkan takut, cemas, dan khawatir yang tak sepenuhnya hidup.
Bisa sampai di titik ini, dengan tidak meninggalkan diri pada sebuah kegelapan. Itu merupakan cahaya kemenangan! Yang tidak akan pernah terulang.
Seandainya bisa, lukamu pasti sudah tidak sememar dulu. Karena waktu dan kesabaran, telah mengobatinya berulang-ulang.
D-8 Ramadhan| ® etherealia sempiternal
Semua menemui jalannya masing-masing pada waktunya, waktu terbaik menurut Rabb-Nya ❤
Terima Kasih telah menulis ini :)













