Tidak mudah, bukan berarti tidak bisa untuk dilalui.
-
No title available
trying on a metaphor
ojovivo
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
KIROKAZE
Mike Driver
Sade Olutola

if i look back, i am lost

oozey mess

Discoholic 🪩

Janaina Medeiros
Game of Thrones Daily
Monterey Bay Aquarium
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Peter Solarz

@theartofmadeline
YOU ARE THE REASON
Stranger Things
d e v o n
dirt enthusiast
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Indonesia

seen from Algeria

seen from Chile
seen from India
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from France

seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@dewi-sartika
Tidak mudah, bukan berarti tidak bisa untuk dilalui.
-
Saya pernah nyobain sup seafood batam dan di batam nya langsung (sepertinya yah, lupa2 ingat 😁)..
Lagi pengen masak dg resep yang baru, seperti biasa buka JTT .. Akhirnya nemu sup seafood batam. Resep aslinya sih memakai udang, cumi, dan jg ikan (namanya juga seafood), tapi dikarenakan saat mencari cari cumi si doinya gak ada, dan ikan juga saya terlalu milih2 untuk beli disini, jadi saya cuma memakai udang sebagai bahan isian, dan juga jamur kancing. Nah loh, masih bisa dibilang sup seafood gak yah 😂. Resep ini juga saya modifikasi, yang tdk punya kecap ikan akhirnya saya skip, baca baca soal kecap ikan ini, ternyata bagus saat kita menambahkannya ke masakan yang berbau amis2, ya kayak sup seafood ini, dan untuk rasa katanya enak .. (Saya belum nyoba, tetapi bs mjd referensi, sy jd ingin berburu kecap di supermarket 😁). Untuk bahan sayurnya sendiri, tetap memakai sawi, tetapi di resep asli yg saya lihat sih diambil bagian batang nya, cuman diresep saya, saya tambahkan beserta daunnya.
So cekidot untuk resepnya. .
Sup seafood batam (isian udang)
Udang (bersihkan kulitnya, pisahkan kepala untuk dijadikan sebagai kuah kaldu) - jamur kancing - sawi - tomat (belah terserah keinginan) - air secukupnya - kecap ikan 4 sendok teh (skip) - lada - gula dan garam secukupnya - kaldu bubuk
Bumbu digoreng dan dihaluskan : - ikan teri - rebon - kemiri 4 buah - bawang putih 4 siung - minyak goreng
Pelengkap : Irisan cabe rawit dan kecap asin
Cara membuatnya : Setelah membersihkan udang dr kulitnya, dan memisahkan kepalanya pd panci yang lain, maka rebus kepala udang tersebut untuk nantinya dijadikan sebagai kuah kaldu.
Bumbu yg telah digoreng, dihaluskan kemudian campur ke dalam air rebusan kaldu.
Setelah itu masukkan jamur kancing dan udang. Tunggu hingga udang berubah warna, lalu masukkan sawi dan juga garam, gula, lada, kaldu bubuk.
Tes rasa ..
Jika sudah pas, terakhir sajikan dg bumbu pelengkap.
____
Sangat membantu 👍
Sebagai orang sulawesi yang selalu kangen dg masakan asal daerah sendiri, maka sebuah keharusan untuk bisa membuat salah satunya, walau salah satu yah, yang penting bisa mengurangi rasa kangen dg kampung halaman. Hihi Biasanya pisang ijo ini saya nikmati saat pulang kampung, dan ada saat bulan puasa tiba, makanya saya sangat senang jika harus mudik di bulan puasa, artinya saat itu makanan khas daerah sdg bertebaran menunggu disantap untuk buka puasa. Terakhir saya membuat pisang ijo ini setahun yang lalu, dan untuk kali ini adalah cara yang tepat yang lbh saya suka dari yang sebelum sebelumnya. So, inilah resepnya. Pisang ijo - pisang raja, 14 buah - tepung beras, 13 sendok makan - gula pasir, 12 sendok makan - santan kelapa, (saya pakai kara isi 240ml) - pasta panda koepoe koepoe - garam secukupnya - air 250 ml - pelastik, untuk membuat adonannya nanti - minyak goreng, untuk melumas pelastik agar adonan tidak lengket Saus pisang ijo - tepung beras, 6 sendok makan - gula pasir, 10 sendok makan - santan kelapa (kara) 60ml - garam secukupnya Cara membuatnya : Sebelumnya anda perlu untuk membuka kulit pisang raja dan mengukusnya. Setelah dikukus maka dinginkan. Tepung beras, gula pasir, santan kara, dan garam, campur dalam satu wadah, tuangkan air, juga tetes demi setetes pasta pandan. Pastikan hingga berwarna hijau tua. Setelah semuanya menyatu, maka masak hingga kental. Lalu dinginkan ... Ambil pelastik, dengan memakai tangan taruh minyak goreng di atas permukaan pelastik. tuang adonan di permukaan pelastik tersebut (kira kira saja ya hingga bisa menutupi permukaan pisang). Tutup dg sebagian pelastik yg masih tersisa, dan lakukanlah hingga pisang diselimuti adonan. Jika sudah selesai satu persatu, maka kukus kembali. Untuk sausnya. Anda cukup memasukan semua bahan saus. Dan memasaknya hingga mendidih. Dan pisang ijo pun jadiiii ... Enak enak ... ______ Note : untuk bahan adonan, pastikan saat anda memasaknya dg sesekali diaduk, hal ini dilakukan untuk menghindari adonan menjadi kelewat matang alias hangus 😁 ... Dan agar pisang ijo dapat dipotong potong dg selamat melainkan agar teksturnya ttp spt semula, tidak terpisah antara pisang dan adonan, maka masukan pisang ijo yg telah dikukus td ke dalam kulkas, hingga hilang panasnya. Selamat mencoba...
Entah kenapa saya punya target sendiri untuk menyelesaikan dan bisa semua bumbu khusus untuk ayam. Dan lagi, kita akan memasakan ayam. Jreng jreng 😂 .. Setelah mencari cari lewat blog Just Try and taste, akhirnya mendapat insight untuk membuat ayam tumis, bawang bombang, minus paprika. Cekidot untuk bumbu dan cara membuatnya. Ayam tumis, bawang bombay Bahan : - ayam, dipotong jd beberapa bagian (saya memotongnya kecil2) - bawang bombay, di belah menjadi 8 bagian - jahe, diiris iris halus - daun bawang, diiris serong - saos teriyaki - bawang putih 3 siung, dicincang halus - lada, secukupnya - gula pasir dan garam, secukupnya - kaldu bubuk - minyak zaitun untuk menumis - air sedikit Cara membuat : Tuang minyak zaitun secukupnya ke dalam wajan untuk menumis sebagian bawang bombay, tunggu hingga bawang bombay berwarna transparan. Masukkan irisan jahe, dan bawang putih yang sudah dicincang, setelah harum tambahkan ayam. Beri sedikit air, lalu masukkan saos teriyaki. Aduk rata, hingga ayam berubah warna. Masukkan bumbu lada, kaldu bubuk, garam dan gula secukupnya. Terakhir masukkan pula daun bawang dan bawang bombay. Tunggu sebentar, lalu angkat. ______ Nah itulah tadi resep ayam tumis bawang bombay minus paprika yang rasanya enak. Note ; untuk ayamnya sebelum saya masak, saya goreng terlebih dahulu, dan sebelum saya goreng, kulit ayam tersebut saya bersihkan lalu saya berikan perasan jeruk nipis, garam, dan bawang putih. Kemudian diamkan. Untuk menggorengnya sendiri, perlu memastikannya hingga ayam bersih dari darah yg masih menempel di daging ya...
Sebenarnya pulang pulang dari pasar udah bawa sayur bayem, tapi entah berubah pikiran untuk buat sup makaroni. Mumpung makaroninya masih ada dirak penyimpanan bumbu dapur.
Sup makaroni
Bahan : - makaroni, masak dan tiriskan - bakso, dipotong potong atau sesuai dg selera - jagung, diserut - bawang putih 3 siung, geprek - jahe, geprek - pala bubuk, secukupnya - lada, secukupnya - garam dan gula, secukupnya - kaldu bubuk - seledri, iris halus - daun bawang, iris halus - air
Cara membuat :
Didihkan air lalu masukkan kaldu bubuk seusai selera.
Bawang putih dan jahe yang telah digeprek, di tumis. Dan tuang ke dalam air kaldu yang telah mendidih tadi.
Setelah itu tambahkan jagung, bakso yang telah diserut dan dipotong potong. Lalu masukan pula makaroni yang ditiriskan tadi.
Setelah bakso dan jagung telah empuk, masukkan bumbu pala bubuk, garam dan gula. Tunggu sebentar, dan terakhir masukan seledri juga bawang daun.
_______
Nah itulah tadi bahan untuk membuat sup makaroni. Simple dan enak, karena tetap memiliki khas rempah yakni pala bubuk.
Untuk dalam jangka waktu yang lama, makaroni mungkin akan berubah tekstur mjd sangat lembek, nah dsaat inilah yang tepat untuk berbagi dg si kecil 😂.
Suatu hari, kita akan paham bagaimana rasanya mengalah dan bahagia. Saat kita tidak lagi berpikir tentang menang dan kalah dalam hidup ini. Saat kita tidak lagi sibuk membangun anggapan tentang diri. Saat kita memiliki hati yang sudah pandai untuk bersyukur. Diri yang bersedia berjuang dan berkorban, namun ikhlas terhadap ketetapan. Semua itu akan ada masanya. Untuk mencapai masa itu, kita perlu melewati setiap detail perjalanan kita saat ini, sebaik-baiknya :)
“Love anything and your heart will be wrung and possibly broken.“ - C.S. Lewis
teruntuk perempuan..
Cukuplah kalian fahami, tanda jeleknya akhlak seseorang adalah ketika ia dengan mudah menceritakan keburukan saudarinya muslimah kepada orang di sekitarnya. Dan tingkat keburukannya adalah saat dia merasa lebih baik dari saudari muslimahnya tersebut.
dan saya rasa, inipun berlaku pula untuk laki-laki..
(catatan seorang diri - Ibn Syams)
Akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan saya selama ini.
So, untuk ibu rumah tangga, apa yang kalian lakukan di dirumah dalam menjalankan fungsi domestik ; nyapu, ngepel, nyuci dlsbnya, tidak bisa disamakan dengan olahraga ~
Sudah tahu, kan?
Di dunia ini, kita hanya mampir.
Bilang ke hatimu, temanmu, Dilan, atau siapapun namanya.
Yang berat itu bukan rindu,
Tapi perjalanan setelah kehidupan di dunia.
Nampaknya, hidup di dunia itu lama ya?
Kamu yakin? Tahu-tahu, dulu kamu bercelana merah dan berbaris rapi di lapangan upacara, kini sudah berjas hitam atau bergaun indah di meja pelaminan.
Dulu mengeja huruf begitu rumitnya, mengali angka bertanya orang tua, kini, segudang proyek besar di mejamu, skripsi hampir selesai walau sering direvisi, ide-idemu menembus dimensi.
Tahu-tahu nanti, rambutmu memutih, suaramu makin parau, jalanmu telah bungkuk bertongkat, kacamatamu tebal dan telingamu tak lagi mampu menyimak.
Dan tahu-tahu, Izrail datang menyergapmu, mencengkerammu ke langit dengan kasarnya, lalu dibenamkan di ruang gelap dan sempit. Munkar dan Nakir menyidang, menayakan amal-amal, dan tanah meremukkan badan.
Dunia ini cepat. Sangat cepat. Dan pilihan ada padamu. Sudah dibilang perjalanan masih panjang, sudah dibilang dunia ini cuma tempat mencari bekal. Tapi kau lihat sendiri, banyak orang menangis kehilangan harta, banyak orang meringis membunuh waktu sambil terlena.
Dan ayat ini cukup sudah menyentak nurani kita, “bermewah-mewah telah membuatmu lalai, hingga tetiba kau sampai ke liang kubur!”, makna At Takatsur yang kau hafalkan sejak kecil.
@edgarhamas
Pun soal galau yah .. Sosmed tdk akan mengerti bagaimana menjawab segala kegalauan mu ... Maka Bijaklah menggunakan sosmed mu, selebihnya tumpah ruahkan semuanya pada Tuhan mu, Allah yg Maha Pendengar, Maha Melihat kesedihan, tertatihmu, patahmu, susahmu ~
Menyerah
Kalau kamu belum menyerah, silakan berjuang. Tapi aku di sini, hanya akan melihatmu. Sebab, sudah ku katakan kepadamu sebelumnya jika kita tidak bisa memaksakan segala sesuatu seperti yang kita harapkan. Kekuatan kita terbatas, daya kita ada habisnya. Kalau bukan karena izin-Nya, kita tidak bisa sampai sejauh ini.
Kalau kamu masih mau berjuang, silakan. Aku tidak akan menunggumu, apalagi mengharapkan. Sebab, sudah ku katakan kepadamu sebelum ini, kalau aku sudah di titik terakhir. Kamu mungkin memiliki keleluasaan yang lebih, aku tidak. Kamu mempunyai keberanian yang lebih, aku tidak. Kamu masih yakin pada dirimu, aku? entahlah. Aku hampir tidak percaya bahwa aku pernah ikut memperjuangkanmu. Namun, justru ku dapati aku semakin jauh dari Tuhanku. Menjadi hamba yang sering memaksa, menjadi anak yang seringkali berselisih dengan ayah dan ibu, menjadi teman yang sering berkeluh kesah.
Biarlah waktu yang menjawabnya. Aku dengan jalanku, kamu dengan jalanmu. Jika kamu ingin berjuang, kamu hati-hati. Sebab, bisa jadi jalan yang kamu paksakan itu justru jalan yang membuatmu semakin jauh dari keimanan.
©kurniawangunadi
Salah Kaprah Tentang Mendidik
Mereka bilang, “Al-umm madrasatul ula”. Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Mengapa hanya sepenggal ini saja? Mereka mengabaikan kalimat selanjutnya, “Wal-ab mudiruha..” Dan seorang ayah adalah kepala sekolahnya.
Jadi, siapa yang seharusnya paling bertanggung jawab mendidik anak?
5 Tips Menjadi Ibu Millennials Produktif ala Yawme
Ibu Millennials adalah kaum Ibu yang terlahir di antara tahun 1980 sampai dengan tahun 2000. Menurut Adweek, satu dari lima Ibu di dunia saat ini adalah Ibu Millennials. Sebagaimana generasi Millennials lainnya, Ibu Millennials lahir pada saat media modern sedang berkembang pesat. Itulah mengapa hidup mereka sangat lekat dengan keberadaan media dan teknologi. Ibu Millennials memiliki karakter cerdas, pembelajar, dan menaruh perhatian yang tinggi terhadap kesehatan dan pendidikan. Mereka mengurus rumah tangga dan membesarkan anak dengan pengetahuan yang mereka peroleh dari internet dan media digital. Apakah kamu termasuk Ibu Millennials?
Kali ini, Yawme ingin berbagi pada para Ibu Millennials, 5 tips menjaga produktifitas walau berstatus sebagai seorang Ibu. Yuk cek apa saja!
1. Batasi Penggunaan Gadget
Ibu Millennials hidup dengan gadget dan internet tersambung hampir di setiap detik. Mereka menggunakan akses internet untuk berbagai keperluan: belajar, bersosialisasi, menyimak kajian, mengakses informasi, berbagi ide, dan lain-lain. Tentu saja itu bagus, tapi Ibu disarankan untuk lebih sering mencoba menikmati momen yang riil, bermain bersama anak-anak, bercengkrama dengan pasangan, khusyuk beribadah dalam sunyi, tanpa ada perasaan harus menguploadnya di sosial media. Rasakan sensasi mengenang momen bukan melalui foto atau video, tapi cukup melalui hati dan memori.
2. Selalu Berpikiran Terbuka dan Positif
Penting bagi Ibu Millennials untuk selalu memiliki pemikiran yang terbuka dan positif. Ketika kawannya sesama Ibu-Ibu mengupload hal-hal membahagiakan dari kehidupan berkeluarga yang tampak sempurna di media sosial, alih-alih merasa iri, Ibu Millennials yang positif ikut berbahagia dan mendoakan. Ketika Ibu mendapat masukan tentang pengasuhan anak, walau Ibu sebenarnya lebih tau tentang hal itu, alih-alih merasa marah, Ibu Millennials yang positif memilih untuk menghargai masukan tersebut dan berterima kasih. Kehidupan rumah tangga dengan berbagai lika-liku dan permasalahannya akan terus datang. Ibu harus ingat bahwa tidak ada yang sempurna, baik manusia itu sendiri maupun kehidupan yang dijalaninya. Lakukan saja yang menurut Ibu terbaik untuk keluarga kemudian percayakan semuanya pada Allah swt.
3. Miliki Me-Time
Sesibuk apapun, Ibu Millennials tetap membutuhkan waktu untuk sendiri. Sisihkan waktu walau hanya 15 menit untuk duduk tenang di pagi hari, saat anak-anak tidur siang, atau malam hari. Lakukan aktivitas yang membuat rileks, bisa dengan bertilawah, membaca buku, minum teh hangat, atau bahkan hanya dengan tidur. Ini tidak berarti perhatian pada anak menjadi berkurang. Karena selain memerhatikan kesehatan fisik, Ibu juga perlu memerhatikan kesehatan jiwa. Ibu pun bisa melakukan me-time dengan menyisihkan waktu untuk menyalurkan hobinya.
4. Rencanakan Hari
Dirikan Sholat Subuh tepat waktu dan awali hari setelahnya dengan membuat perencanaan. Susun daftar aktivitas yang akan dilakukan di hari tersebut dan penuhi satu-persatu. Susun juga target perkembangan anak dan target-target lain untuk pencapaian keluarga. Daftar yang telah sukses dikerjakan dan dicek akan memunculkan perasaan bahagia bagi Ibu.
5. Lipatgandakan Pahala dengan Amalan
Susah payahnya Ibu dalam mengatur dan mengurus keluarga adalah ladang pahala baginya. Ibu bisa melipatgandakan pahala yang Ibu dapat dengan melakukannya bersamaan dengan ibadah lain. Misalnya saja, Ibu bisa menyusui anak sambil melantunkan doa-doa, bertilawah saat anak tertidur, membunyikan murottal di rumah, buatlah anak familiar dengan bacaan-bacaan Quran sejak kecil. Ibu juga bisa mengajak anak bermain keluar rumah sambil bersilaturahim pada tetangga. Yuk praktikkan lima tips ini dan mulai hari yang baru dengan semangat baru sebagai Ibu Milennials yang lebih produktif insyaAllah.
Bismillah semoga Allah memberkahi langkah kita menjadi calon-calon ibu yang seperti demikian
Bahwa jarak perlahan pasti akan mendewasakan ~
Jika saja tau ajalku hari ini, pasti aku tak beranjak sujud sedari pagi. Tapi bagaimanalah aku yang terlena oleh nanti. Yang hanya karena nanti, ajal menjadi perkara kesekian setelah dunia dan kesenangannya ini.
Dear Allah, ampuni hamba…
— Taufik Aulia