di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Stranger Things

roma★
art blog(derogatory)
Cosmic Funnies
KIROKAZE
cherry valley forever

blake kathryn
DEAR READER
ojovivo

❣ Chile in a Photography ❣

if i look back, i am lost

oozey mess
noise dept.
Xuebing Du

tannertan36
h
Keni
TVSTRANGERTHINGS
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Uruguay
seen from Honduras
seen from T1

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from Germany
seen from Sweden
seen from Netherlands

seen from United States
@dhamar-sas
di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
#iksanskuter #gulali #negara
Ikut Festival Menulis untuk Anak "Ceriraku untuk bayi Yesus" dari belakang 😁 Bersama kak @sutriyono_robert Majalah COR UNUM & Tim Kerja Komsos @parokisanyos_pwt #menulisituasyik #menuliscepat #menulisanak (di Gereja Santo Yoseph)
19.10.2017 @festival_of_light_purwokerto Nemenin Gandhi & ibunya semalem. Puas. Hehe.. ketemu @thwidyana dkk. Cihuyy.. #festivaloflightpurwokerto #festivaloflights #dancingfountain #banyumasedigoyang (di Festival of Light Purwokerto)
Listening to Pelukis Malam by Nugie
at Rempoah, Baturraden – Preview it on Path.
Listening to Teman Baik by Nugie
Teman baik ada di sekitar kita... at Credit Union Cikalmas – Preview it on Path.
Thought via Path
Kerjakan segala sesuatu dengan sepenuh budi dan sepenuh hati. Jika Anda memusatkan pancaran kekuatan diri Anda, seperti suryakanta memusatkan bias sinar matahari, Anda akan dapat meluluhkan setiap masalah, setiap rintangan di hadapan Anda. – Read on Path.
I've shared 24 memories with my friends on Path - see them now at path.com!
"belum juga ada titik terang artinya masih dalam kegelapan atau bahasa halusnya sedang dalam pencarian alias galau tingkat dewa. lantas, apakah harus menunggu tanpa melakukan tindakan apapun atau segera mencari jalan keluar?"
ditujukan kepada yang Anda yang merasa (bukan) bagian dari Rakyat Tidak Djelas
#djangansoengkan
di timur matahari
di timur matahari mulai bercahaya, bangun dan berdiri kawan semua. marilah mengatur barisan kita, pemudi pemuda Indonesia.
....
kita mengamini bahwa matahari selalu terbit dari sebelah timur.selanjutnya akan terbenam di ufuk barat. begitu yang selalu terjadi setiap harinya.
entah benar atau tidak, seringkali kita justru "lupa" bahwa Indonesia terbentang dari timur hingga barat, bukan sebaliknya. seperti halnya dunia belahan selatan dan utara yang selalu menyimpan "jurang" pembangunan ekonomi global, negeri kita pun mengalami hal yang sama.
"lupa" bahwa matahari terbit di ufuk timur inilah yang juga menjadi "lupa kemanusiaan". orang Jawa selalu bilang "timur" adalah masih muda alias "belum saatnya bicara banyak" karena dianggap belum cukup umur.
wajar saja ketika berhadapan dengan budaya "barat", kita selalu menggunakan frase "ketimuran" sebagai alasan menangkal semua yang negative yang berasal dari "barat". pedahal, "nothing new under the sun" --tidak ada yang baru di bawah garis matahari. tidak ada yang tetap di dunia ini kecuali "perubahan". bahwa kebetulan saja "barat" yang terakhir bersua dengan matahari, hidupnya jauh lebih semarak ketimbang "timur" yang lebih dulu bangun pagi.
Purwanegara, 13 September 2014
yes... 10 posts!
"urip iku urup" ... hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitarnya
Falsafah Hidup Orang Jawa (via dhamar-sas)
"urip iku urup" ... hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitarnya
Falsafah Hidup Orang Jawa
"hari ini bisa jadi kelanjutan dari hari kemaren, walaupun buat sebagian orang: setiap hari adalah hari yang baru." buat yang galau: "mau hari ini, hari kemaren, apalagi hari besok sama aja." lantas menurut Anda?
5 posts!
aer bening apa aer putih?
sumber foto: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/layar/2014/07/21/1167/Belajar-Sehat-dari-Filosofi-Air-Kendi
Purwanegara, 02092014 15:30 wibb
konon di negeri yang terkenal dengan gotong royong dan ramah tamahnya, hampir setiap rumah, tepatnya di dekat jalan depan pagar rumah, selalu tersedia "kendi" yang setiap sore dibawa masuk kembali ke rumah untuk diisi dan diletakkan kembali esok paginya.
"kendi" ini dimaksudkan untuk para pelintas jalan dan pengembara "mampir ngombe". jadi bisa dibayangkan pada saat terik siang hari, meneguk isi "kendi" adalah "surga" bagi pejalan kaki. dibandingkan dengan era terkini dimana sebotol plastik berisi "aer bening" yang kadang disajikan dalam box pendingin, selalu disediakan pemilik kedai pinggir jalan, tentunya harus ditukar dengan beberapa lembar uang dari dompet atau saku kita.
nah, konon itu cerita silam. sekarang bisa jadi "kendi" berisi "aer bening" cuma bisa ditemui di sudut ruang rumah kampung dan lemari kolektor benda "klangenan". pedahal khan "aer bening" dalam "kendi" dinginnya alami, seger betul. ga perlu bayar lagi, wong "mampir ngombe"
pertanyaan yang terngiang di benak saya, "kok bisa ya?"
maksudnya, kok bisa "aer bening" sering diganti kata "aer putih"?