Teruntuk Nararya Swastika, anakku pertama, yang tercinta. Tepat di hari ini, 2 Desember 2020, menurut prediksi dokter dan bidanmu seharusnya kamu baru melihat dunia. Alangkah bahagianya papah dan mamahmu ketika pertama kali mendengarnya, karena satu bulan sebelumnya adalah hari ulang tahun mamahmu, dan sebulan ke belakang lagi dari hari itu, adalah hari lahir papahmu. Lengkap sekali rasanya mempunyai tanggal 2 yang berurutan dari papah, mamah, kemudian anak. Tapi takdirmu berkata lain, hari lahirmu maju kurang lebih dua minggu dari yang diperkirakan, 17 November 2020. Well, human purpose, God dispose. Tak apa, kedua orang tuamu tidak kecewa, tetap bahagia karena kamu lahir dengan selamat, sehat dan sepertinya bahagia, alhamdulillah. Nararya: yang dimuliakan, juga salah satu anugerah penghargaan bintang tertinggi di negeri ini. Sekaligus nama pembesar Majapahit beberapa abad yang lalu, yang bersama mahapatih Gajah Mada-nya hampir saja menguasai sebagian besar Asia. Kelak, jadilah pemimpin yang besar dan dihormati seperti itu, dengan prestasi yang setinggi langit, tapi jangan pernah lupakan bahwasanya kakimu harus senantiasa menapak tanah, karena ke bumilah tempatmu kembali. Swastika: segala hal baik. 2020 tahun lahirmu, terasa kurang baik karena pandemi dimana-mana. Maka jadilah baik, untuk dirimu, dan juga untuk sesamamu. Jadilah Yin diantara Yang, penyeimbang dari pusaran energi di semesta yang sangat luas ini. Terima kasih telah mewujudkan cita-cita papahmu sedari bangku SMA ketika pertama kali menemukan nama ini, segera jatuh cinta pada kesan pertama, dan pada akhirnya menyematkannya kepadamu. Sekali lagi, terima kasih, Nararya. May the force be with us! Aku tak sabar menunggumu dewasa, untuk main PS bersama, naik gunung, susur pantai, keliling Indonesia bersama dari ujung barat Nol Kilometer, hingga ke timur Merauke sana! Terakhir, semoga kamu punya dua adik perempuan kembar! Hehehe Tegal, 2 Desember 2020. - Yours beloved, ASR & ANM ❤️ https://www.instagram.com/p/CITIbRsD1Uo/?igshid=aurt69ilibxu