30.11.15 – sunset
tumblr dot com

Product Placement
DEAR READER

Janaina Medeiros
todays bird
sheepfilms
he wasn't even looking at me and he found me

Kaledo Art
h
Stranger Things
Keni

roma★

izzy's playlists!
Monterey Bay Aquarium
Jules of Nature

JVL

祝日 / Permanent Vacation
d e v o n
trying on a metaphor
No title available

seen from France
seen from Nigeria
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Italy

seen from Türkiye
@dhillael
30.11.15 – sunset
01.11.15
Beware of what you let enter your heart. There will come a day when you will do anything to remove it
Yasmin Mogahed (via islamicrays)
27.07.15
01.06.15 – words left unspoken
Getting bored ~
Trust Allah when things don’t work out the way you wanted. Allah has something better planned for you.
(via islamicrays)
"Vena dhilla jelas banget. Dhilla mau ga jadi op aku?" Dan akhirnya kedua lengan, kiri-kanan, jadi percobaan :)
The more I learn, the more I realize I know nothing
Boonaa Mohammed (via islamicrays)
Untuk kamu, seorang itu..
Teruntuk kamu, seorang itu..
Apakabar?
Apakah pertanyaan itu dapat kamu dengar? Saya tahu kamu tidak akan dengar, kamu pasti sibuk dengan ribuan pertanyaan. Maafkan saya. Lelahkah disana? Lagi, saya bertanya walau tahu kamu tidak akan menjawab.
Saya sehat, alhamdulillah. Masih sering pusing dan mudah lelah, namun sudah lebih baik. Kamu tidak perlu khawatir. Saya baik-baik saja. Gadis kecil yang dulu merengek minta rambutan itu sekarang sudah remaja. Kamu pasti bangga.
Saya baru saja mulai. Buku-buku tebal yang kamu bilang berat itu kini sudah ada dikamar saya. Ya, masih kamar yang sama. Yang kecil, disamping ruangan untuk sholat yang sering kamu gunakan. Apa kamu masih ingat? Jika masih, mampirlah sesekali. Saya tahu kamu tidak punya waktu untuk itu. Tapi saya.. rindu.
Oiya, mengenai janji saya waktu itu, saya sedang berusaha. Mungkin akan memakan waktu yang lama, tapi tidak masalah kan? Kamu pernah bilang, untuk membentuk sebuah permata itu butuh waktu yang lama, tapi toh hasilnya setimpal. Saya masih ingat. Kamu mau menunggu bukan? Saya sedang berusaha, sebisa saya. Saya juga ingin kamu lihat. Saya sudah punya jas lab sendiri. Stetoskop biru muda. Dan beberapa alat yang kamu tidak akan tahu namanya. Kamu bilang kamu ingin lihat saya dengan semua benda itu. Tapi kamu malah pergi. Sekarang bagaimana saya bisa menepati janji?
Bagaimana cara saya menepati janji?
Kepada seseorang yang sudah mati?
.
.
Saya kadang teringat saat kamu masih dirumah, menunggu yang lainnya pulang. Berdua bersama dia. Iya, dia. Siapa lagi?
Kamu ingat saat SD, saya pulang sekolah, berlari masuk kedalam rumah, duduk disampingmu dan berkata “Dhilla mau nonton”. Kamu hanya melirik, dan menggeser sedikit posisimu. Agar saya dapat duduk disana. Kamu membiarkan saya mengganti channel sesuka hati, walau saya tahu, ada film warkop DKI yang ingin kamu tonton. Dan kamu tidak marah.
Saya juga masih ingat betapa kamu suka mengendus puncak kepala saya. Walau saya belum mandi ataupun baru lepas berolahraga, kamu tidak peduli. Kamu bilang kamu suka bau rambut saya. Tapi saya tidak. Saya tidak suka aroma tubuhmu setelah kamu membersihkan halaman, kenapa kamu tidak mau memakai baju? Saya tahu kamu terbiasa di hutan, berburu dan semacamnya. Tapi saya tidak suka.
Setiap kali teman saya datang, kamu juga suka. Teman dhilla temanmu juga, kamu bilang. Tapi saya tidak suka. Kamu menanyai mereka satu per satu. Seperti apa dhilla di sekolah? Bagaimana ulangannya? Saya akan beritahu kamu. Tidak perlu tanya mereka. Itu yang saya pikirkan saat itu. Saya belum dapat berpikir jernih. Saya tahu kamu sedih. Maafkan saya.
Oiya, terimakasih. Saya belum sempat mengatakannya saat kamu keluar dari rumah. Maaf.
Boleh saya bilang sekarang?
Terimakasih.
Untuk secangkir teh hangat disetiap pagi.
Untuk tidak pernah membentak saya walau kamu sedang marah. Saya harap kamu juga bisa seperti itu kepada yang lainnya. Mungkin saya terlihat istimewa dimata kamu. Atau mungkin rapuh. Hahaha saya tidak tahu mana yang lebih buruk.
Untuk semangkuk mie rebus dan kuah telur, yang somehow, hanya enak jika kamu yang membuatnya.
Untuk membiarkan saya menjadi satu-satunya yang boleh menyentuh benjolan bekas perang dikakimu itu. Kamu tahu saya sangat suka.
Untuk kalung dengan taring macan itu. Maaf. Seseorang mengambilnya, dia lebih tua dan saya tidak bisa apa-apa. Kamu juga pasti tidak ingin saya melawannya bukan? Saya tahu kamu hanya ingin saya yang memakainya.
Untuk membagi kisah-kisahmu kepada saya.
Untuk kompres hangat, dan segelas susu nya.
Untuk tetap mempercayai saya, walau yang lainnya tidak.
Untuk selalu mengingatkan saya untuk sholat.
Untuk janji yang tidak akan kamu tepati. Tapi saya mengerti.
Untuk menyayangi saya seperti anak sendiri.
Untuk kebesaran hatimu, menyelipkan nama saya dalam perbincanganmu dengan-Nya.
Tunggu hingga janji saya itu jadi nyata. Saya yakin saya bisa. Dan kamu pasti bangga.
Teruntukmu, seorang itu..
Terimakasih, Moedji Soegiarto.
Kakenya Dhilla. Love you.
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
QS. Al-Fath : 4
Well it's sunnah :)
Don’t !
Don’t put your key of happiness on someone else’s pocket. No one is in charge of your happiness, except you !