Hello world! Perkenalkan, Pipi White yang sukaa pipis dan Popo Grey yang sukaa poop.. – View on Path.
Cosimo Galluzzi

No title available
dirt enthusiast
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
I'd rather be in outer space 🛸

titsay
One Nice Bug Per Day

oozey mess
tumblr dot com

Origami Around
TVSTRANGERTHINGS
KIROKAZE
Today's Document
AnasAbdin
he wasn't even looking at me and he found me
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
taylor price

roma★
DEAR READER

JVL
seen from Philippines
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Macao SAR China
seen from Australia

seen from Singapore

seen from Australia
seen from Netherlands
seen from Japan

seen from New Zealand
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
@dhudhitha
Hello world! Perkenalkan, Pipi White yang sukaa pipis dan Popo Grey yang sukaa poop.. – View on Path.
Crab stick + Cumi ring dengan saus toppoki. Pedes-pedes segerrrr... with Exma Mu'tatal – View on Path.
Di depan landmark kota kesayangan, Jombang: Ringin Contong. #Jombang #Landmark #ringincontong #PhotoGrid #fisheye #bukanendorsefisheye
Saya belajar banyak dari ayah yang selalu mencoba senyum tawa di hadapan kami. Juga dari bunda, yang berusaha membuat ayah dan anak-anaknya tak pernah kehilangan tawanya. Padahal kami tau, yang mereka hadapi bukan hal mudah, tapi kami juga tau, kami bisa saling tertawa untuk meringankan beban yang kami alami.
Rasanya udaa lama ga upload instagram.
Berdua. Dipojokan. Dengerin kehebohan orang2 sekitar. Macam jadi orang asing. with Exma Mu'tatal at Food Court Baseball Universitas Negeri Surabaya – View on Path.
Ditulis sebelum tidur, sesudah melihat kalian semua
1 tahun, belum genap memang, aku kembali ke kamar ini: menatap dinding keramik putih kecil yang sejak pembangunan dulu sudah ku tentang keras karena merasa seperti tidur di kamar mandi, tapi apa daya, dompet tidak mendukung alasan kuat untuk membangun rumah sendiri. Tak ada yang lebih membuatku bahagia dibanding kembali ke rumah: meributkan pakaian yang tertukar dengan adik, membicarakan menu sarapan dengan ibu, dan saling bantah ketika tukar pikiran dengan ayah. 1 tahun ini semua berjalan dengan baik. Baik sekali bahkan. Meski dengan jadwal tidur yang tidak teratur: bukan hanya karena deadline materi ngajar tapi juga wifi yang tak pernah mau disia-siakan. Meski dengan beberapa aturan yang kembali mengikatku, semacam sudah tanda tangan di atas materai tak hingga. Setidaknya, semua berjalan dengan sangat baik. Tapi akhir-akhir ini, ada sedikit rindu tentang masa sibukku dulu. Masa dimana aku tak perlu menyembunyikan suara tawaku, masa dimana aku tak perlu berdiskusi tentang sarapan karena pilihan ada di tangan bu warteg yang nalurinya naik turun, masa dimana aku tak bisa membantah di hadapan dosen yang aku tak paham jalan pikirannya (sekaligus jalan tangannya di atas proyektor teori-teori fisika-kimia-biologi-pendidikan). Semua berkembang dengan jalannya masing-masing. Ada yang menemukan dunia baru dengan kawasan barunya, ada yang menemukan dunia baru dengan cincin di jari manisnya, ada yang menemukan dunia baru dengan bayi imut di gendongannya, ada juga yang menemukan dunia baru di tempat lamanya - dengan orang lamanya - hanya dengan gelar barunya. Mungkin aku termasuk yang terakhir; memperhatikan perkembangan orang-orang disekitarku (termasuk orang-orang yang pernah disekitarku), sambil merancang perkembanganku sendiri, menangani kembang-kempisku. Kadang aku memilih untuk tidak tahu tentang orang-orang disekitarku. Bukan berarti aku tak mau tau, tapi tidak tau kadang lebih aman daripada tau segalanya. Dan disini aku memilih untuk aman dari rasa kecewa pada diriku sendiri. Aku rindu. Tapi aku tak tau harus bagaimana. Untuk itu aku memilih aman. -Mungkin akan ada yang kecewa dengan pengambilan sikapku. Maaf, karena aku tak akan minta maaf.-
Kunjungan dari KPAI dan KOMNAS HAM sudah. Semuanya semakin jelas, kecuali kalo wartawannya jado gulat jadi nanti plintar-plintir berita lagi. Awas om, diplintir ganti sama malaikat loohhh!! with Exma Mu'tatal – View on Path.
Akhir-akhir ini dia sering mengeluh padaku: tentang kami yang jarang bertemu, tentang aku yang mulai terlihat mendahulukan ego, tentang dia yang mulai sering kelelahan tapi kekurangan tempat istirahat, tentang betapa berat ujian yang harus ia hadapi. Aku tak bisa menjawab banyak, karena mungkin yang ia butuhkan bukan jawaban, tapi waktu ku untuk mendengarnya. Akhir-akhir ini guratan lelah sangat terlihat di wajahnya. Matanya lebih sering terpejam istirahat seakan kelelahan memikul bumi dan isinya. Sekali lagi aku tak bisa berbuat banyak, mungkin yang ia butuhkan bukan dongeng atau nasehat, tapi waktuku menjaga sunyi untuknya rehat. Kami berbagi kesalahan tapi lebih banyak berbagi maaf. Kami berbagi tangis tapi lebih sering berbagi tawa. Kami berbagi lelah tapi lebih sering berbagi semangat. Kami berbagi begitu banyak hal, tapi ia tak membagi bebannya padaku, karena ia tau pundakku tak sekuat miliknya. Ia tahu aku akan mulai menahan bebanku sendiri nantinya. Ia tahu tentangku, semua yang terbaik untukku. Sejak dulu. Tapi aku belum bisa sepenuhnya memahaminya. Hingga kini. Aku sayang Ayah.
Dahek's and mine with Exma Mu'tatal – View on Path.
Listening to Count On Me by Bruno Mars
you can count on me like 1 2 3 ill be there and i know when i need it i can count on you like 4 3 2 and youll be there cause thats what friends are suposed to do – Preview it on Path.
Anak-anak pejabat yang kece. Lagi musim nih, panen nyok? – View on Path.
Tentang Kami yang Menyayangi Kertas Bergambar Pangeran Antasari
Kemarin malam (151114) bisa jadi merupakan pengumuman dari presiden baru yang paling telak, apalagi untuk freelance seperti saya: Pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi. Banyak yang ngeluh. Jelas. Meski cuma Rp. 2.000,- per liter, tapi kalo beli 10 liter, artinya bakalan nambah Rp. 20.000,- ( = 3 liter untuk harga lama) walau sebenarnya seumur-umur saya nggak pernah ngisi sebanyak itu, mentok ngisi tangki mobil cuma Rp. 50.000,-, ga peduli bakalan dapet berapa.
Ya. Alasan saya mengeluhkan kenaikan BBM memang simpel: ga punya duit. Saya ga pakek alasan yang katanya pemerintah ngeluarin kebijakan naikin harga BBM bersubsidi saat harga minyak dunia sedang turun. Saya nggak tau tentang itu, saya nggak mau sok tau tentang itu, dan untuk sementara ini saya belum mau cari tau. Bukan apa-apa, saya cuma sudah ngantuk.
FYI, tulisan ini saya buat pukul 01.55 dini hari. Sumpah sebenarnya saya ngantuk banget, tapi suara berita di TV tentang kerusuhan mahasiswa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi bener-bener bising. Mereka kayak kucing kawin di malam jum’at: Syahdu buat mereka, ganggu buat tetangga yang jomblo.
Saya ga bela mereka. Jelas menurut saya mereka salah. Disaat harga bahan pangan di Indonesia naik, mereka bukannya belajar, biar cepet lulus, biar cepet jadi DPR, trus lanjutin ngamuk disana biar BBM ga jadi naik, tapi malah bikin kerusuhan, ganggu penduduk sekitar, bikin hasil jerih payah orang tua jadi nol besar.
Kalo aku boleh sadis, menurutku mereka sama kayak penjajahan jaman Inggris dulu. Kenapa jaman dijajah inggris? Karena kalau Belanda kelamaan, kalo Portugis ketuaan, kalo Jepang.. Hm… Mereka bukan JKT48.
Sama-sama bukan orang asli daerah situ, sama-sama bikin kerusuhan, sama-sama bikin penduduk pribumi susah. Gimana ga susah? Jalanan macet, infrastruktur rusak, ga bisa kerja nyaman, bahkan ada sebagian yang juga menjarah toko sekitar. Nah, bukannya yang kek gitu penjajah namanya?
Saya ragu para pembuat kerusuhan itu akan baca tulisan ini, tapi buat yang baca, (yang artinya anda belum dan/atau tidak melakukan kerusuhan, yang disibukkan dengan membaca tulisan saya yang lagi ngantuk berat), saya cuma mau ngajak untuk berpikir tentang cara penyelesaian aja. Saat seperti ini mungkin kita ga usah lah ngarep-ngarep bakalan dikasii sama negara, usaha aja, kerja yang bener, sekolah yang bener, tidur yang bener. Lakuin aja semuanya kembali ke fokus masing-masing, biar pak Jokowi, pak JK, dan temen-temen nongkrongnya kerja dengan semestinya.
Beliau-beliau itu masih sangat baru sekali menjabat. Jangan lemparkan tanggung jawab hanya karena saat pemilu kemarin anda terlalu sayang wajah pak Jokowi-JK hingga ga tega coblosing mereka. Ini negara kita bersama. Sambil berusaha, kita berdoa saja semoga segala su’udzon atau prasangka buruk yang muncul ga terjadi, dan memang ada tatanan baik dibalik bertambahnya uang kas negara.
Sekian, terima amplop. 2.15 WIB. Salam super ngantuk.
Thought via Path
Mana nih katanya BBM naek? Itu di Google Play masii gratis. *Garing* – Read on Path.
Belajar mewarnai 😝 – View on Path.
I've shared 176 memories with my friends on Path - see them now at path.com!
Ada yang mau beliin ini plisss??? – View on Path.