Tuhan, kali ini izinkan aku mencintai seseorang yang benar-benar ditakdirkan untukku dengan sebaik-baik cinta yang bisa aku berikan dan sebaik-baik penerimaan yang akan dia terima pun sebaliknya~
Alisa U Zemlji Chuda
Mike Driver

Janaina Medeiros
trying on a metaphor
he wasn't even looking at me and he found me

@theartofmadeline
NASA

blake kathryn
DEAR READER

titsay
dirt enthusiast
noise dept.
Three Goblin Art
No title available
Today's Document

JBB: An Artblog!
Cosmic Funnies

izzy's playlists!
YOU ARE THE REASON

if i look back, i am lost

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Russia
seen from India

seen from Italy
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Spain

seen from Germany

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Singapore
seen from Germany

seen from United States
@diksite
Tuhan, kali ini izinkan aku mencintai seseorang yang benar-benar ditakdirkan untukku dengan sebaik-baik cinta yang bisa aku berikan dan sebaik-baik penerimaan yang akan dia terima pun sebaliknya~
nyatanya aku tidak butuh orang lain untuk melupakannya tapi aku butuh melihat dia menikah sama orang lain~
bahagianya yang kamu nantikan, nona?
nyatanya ketenangan dan kesendirian jauh lebih mahal dari pada kehadiran seseorang yang tidak ditakdirkan~
dan luluh yang luar biasa itu hanya pernah berlaku untuknya!
Aku pernah berpikir
cinta adalah tempat pulang.
Sampai akhirnya aku bertemu denganmu,
dan mengerti—
ternyata cinta juga bisa menjadi
tempat paling sepi
untuk seseorang hancur diam-diam.
Sesakit inikah mencintaimu?
Sampai aku harus belajar
terlihat baik-baik saja
dengan hati yang setiap hari
berdarah tanpa suara.
Kita pernah sedekat itu,
sampai aku percaya
semesta memang menciptakanmu untukku.
Namun sekarang,
bahkan untuk menyapa pun
kita seperti dua manusia
yang dipisahkan ribuan luka.
Aku masih ingat
bagaimana dulu namaku tinggal di matamu.
Ada hangat di sana,
ada rasa tenang
yang membuatku lupa
bahwa semua yang indah
selalu punya kemungkinan
untuk pergi.
Dan benar saja,
kau pergi.
Bukan tiba-tiba.
Melainkan perlahan…
sedikit demi sedikit menghilang,
hingga aku sadar
yang tersisa hanya kenangan
dan seseorang yang terus menunggu
tanpa pernah benar-benar ditunggu kembali.
Sejak itu malam menjadi lebih panjang.
Aku mulai akrab dengan sunyi,
dengan tatapan kosong ke arah langit-langit kamar,
dengan air mata
yang jatuh tanpa perlu alasan lagi.
Karena bahkan hal kecil tentangmu
sudah cukup untuk menghancurkanku.
Lagu tertentu.
Jam tertentu.
Kata-kata tertentu.
Semuanya berubah menjadi pisau
yang tahu persis
di mana bagian paling rapuh dalam diriku berada.
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri,
mengapa seseorang
yang paling aku cintai
justru menjadi orang
yang paling sulit aku lupakan?
Mengapa hatiku masih menetap padamu
meski kau sudah lama
tak tinggal di sini?
Aku lelah, sungguh.
Lelah berpura-pura ikhlas
padahal diam-diam masih berharap.
Lelah mencoba melupakan
seseorang yang terus hidup
di setiap hal kecil di hidupku.
Dan bagian paling menyedihkan adalah—
aku bahkan tidak bisa marah padamu.
Karena sejauh apa pun kau melukaiku,
hatiku tetap memilihmu
seperti seseorang
yang rela tenggelam
demi mempertahankan kapal
yang sudah lama karam.
Mungkin benar,
tidak semua orang yang saling mencintai
ditakdirkan untuk bersama.
Ada yang hanya dipertemukan
agar belajar kehilangan
dalam bentuk paling sempurna.
Dan kamu…
adalah kehilangan paling hidup
yang pernah Tuhan titipkan kepadaku.
Kini aku hanya seseorang
yang diam-diam memeluk luka sendiri,
berjalan di antara hari-hari
dengan senyum yang dipaksakan,
sementara di dalam dada
ada hati yang terus retak
setiap kali mengingatmu.
Jika suatu hari nanti
kau melihatku baik-baik saja,
percayalah—
itu bukan karena aku sudah sembuh.
Aku hanya sudah terlalu terbiasa
menyembunyikan rasa sakit
agar tidak ada yang tahu
bahwa ada seseorang di dunia ini
yang pernah begitu aku cintai…
hingga kepergiannya
mengubahku menjadi manusia
yang berbeda selamanya.
~Astadewa
mungkin semesta akan kembali mempertemukan saat kita sudah berada di alur cerita yang berbeda~
selalu ada seseorang yang harus direlakan!
jika memang aku! tolong menangkan sampai akhir, Tuan~
sesulit apapun, mari usahakan bersama!
kenapa hati bisa setulus itu pada seseorang yang belum tentu menjadi takdir? mengapa waktu terlalu lama menjawab jika di akhir cerita membawanya ke arah yang berbeda?
tanpa bicara matanya pernah menjelaskan sedalam apa perasaan yang dia punya~
kelak di hari bahagia seseorang akankah aku menjadi yang paling di kasihani? itulah sebabnya aku pernah memohon untuk menjaga rahasia itu cukup diantara kita, hanya kita~
dan jika waktu bisa di ulang!
nyatanya dia hanya sedang menunggu hari dimana dia akan mengikhlaskan seseorang untuk selamanya!
ruang yang dulu tak sempat kita miliki~
sampai saat ini pun hatinya belum berani mencoba dan memulai hal-hal baru, bahkan di saat kesempatan itu bisa dengan mudah dia dapatkan!
semua tidak sesederhana kisahnya~
saat sayang perempuan tidak butuh kamu jadi apa, dia hanya ingin ada di sampingmu saat kamu bukan siapa-siapa!
nyatanya mereka berpisah bukan karena tidak cinta~
menjadi kuat itu melelahkan, tapi kita tidak punya pilihan saat kita jatuh siapa yang akan menenangkan!
tentang hati yang terus dipaksa kuat~
dan untukmu jangan lagi menyakiti dan menghancurkan hati wanita manapun, ya!
jadilah laki-laki terbaik untuk pasanganmu kelak, selayaknya laki-laki yang diimpikan semua wanita, Tuan!
bukannya waktu itu tidak bisa menerima kenyataan, tapi diakhiri dan dikhianati dalam keadaan benar-benar menerima dan mencintai sepenuh hati itu sangat menyakitkan~
dan sekarang aku masih hidup dalam luka yang belum sembuh itu!
dan maaf tanpa izin sisa-sisa perasaan itu masih tertuang dalam aksara yang tidak pernah kamu baca~
maaf yang belum tersampaikan, menjadikanmu pemeran utama dalam aksara kita!
dan diantara kita siapa yang lebih dulu bahagia? aku persilakan jika kamu sudah menemukan yang menurutmu tepat, wanita yang kamu yakini untuk hidup bersamanya yang dulu tidak pernah aku dapatkan darimu~
teruntuk kamu yang selalu ada dalam ketiadaannmu dan sisa-sisa perasaanku yang belum sepenuhnya selesai!
dengan siapapun aku berakhir nanti, semoga dia bukan laki-laki yang pergi setelah menghancurkan hati seorang perempuan~
dan yang tidak pernah menyakiti hati perempuan terutama ibu dan istrinya kelak!