Kamu hanya tokoh utama pada bagian ini, bukan di keseluruhan cerita. Karena ceritaku masih panjang, meskipun tanpa aku dan kamu yang akan menjadi kita.

Discoholic 🪩
Monterey Bay Aquarium
hello vonnie

if i look back, i am lost
macklin celebrini has autism
Mike Driver
Keni
Three Goblin Art
Not today Justin

tannertan36

Kaledo Art
Alisa U Zemlji Chuda
dirt enthusiast
Game of Thrones Daily
Claire Keane

⁂

JBB: An Artblog!

shark vs the universe
$LAYYYTER
noise dept.
seen from Spain

seen from Greece

seen from United States
seen from Russia

seen from United States
seen from T1

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from France
@diniyaah-blog
Kamu hanya tokoh utama pada bagian ini, bukan di keseluruhan cerita. Karena ceritaku masih panjang, meskipun tanpa aku dan kamu yang akan menjadi kita.
Wajar saja jika jauh kemudian kamu merindu. Aku? Jaraknya sangat dekat, tapi aku tetap saja merindu. Tanpa dia tau.
Sejauh apa pun aku melangkah pergi, tetap saja hati dan pikiranku selalu kembali kepadamu.
Back to you, it always come around. // A. W. (via surat-pendek)
😥😥
Hanya saja kini aku menyadari siapapun yang ketika berada di posisi menyukai seseorang, selalu punya keinginan untuk hidup bersamanya.
Dan kini aku menyadari, sepahit apapun kenyataan, ketika aku tidak berakhir bersamamu, perasaan yang sekarang bersarang di hati ini akan lenyap juga dengan sendirinya.
Tanpa penyesalan, tanpa tangisan berkelanjutan, tanpa tersisa kenangan.
Tuan.
Dicintai sepertinya berat, apalagi jika kita mencintai orang lain.
Tapi mencintai seseorang yang mencintai orang lain itu lebih menyakitkan tuan.
Aku tahu betul perasaan demikian.
Dan kamulah yang memberi tahu bagaimana rasanya itu.
Apa perlu aku tarik nafas dalam2 kemudian hembuskan, jika ingin melupakan sedikit saja tentangmu.
Jika seperti itu, mulai saat ini aku punya hobi baru
Kenangan2 itu hasil karya imajinasiku. Kejadian2 yang terjadi dimana ada aku dan kamu, semua terasa indah. Bahkan hal menyakitkan sekalipun.
Yang aku selalu meyakini bahwa semuanya biasa saja bagimu.
Benar, ketika seseorang ingin sekali melupakan suatu hal, saat itulah dia sangat mengingat hal tersebut.
Hanya saja, menjadi bagian dari ingatanmu tak pernah nyata.
M.s
Taat itu simpel. Diperintah, lakuin. Dilarang, tinggalin. Yang rumit itu nafsu. Mau ini, mau itu, gak abis-abis.
— Taufik Aulia
Iyaa 😫
“Ketika seorang perempuan jatuh cinta, perasaan itu tidak akan pernah berubah, bahkan tidak mungkin berubah”
— Haruno Sakura
Seperti itu 😎
KEHIDUPAN YANG MEMBUAT IRI
Kehidupan macam apa yang membuatmu iri?
Yang dijalani oleh orang-orang kaya itu?
Yang dijalani oleh orang-orang populer itu?
Jika kau berpikir begitu, maka sama dengan diriku. Hingga tiba, kejadian sore tadi.
—
Sore tadi, aku menemani ibuku, bertemu dengan temannya, di sekretariat DKM Masjid salah satu kampus. Kebetulan ibuku memang aktif disana, jadi aku temani, bukan karena mau buang-buang waktu, tapi memang aku ingin jadi anak berbakti.
Di dalam ruangan, kami bertemu dengan sosok anak muda.
“Kang, apa kabar? Sehat”
Oiya, aku ingat. Ini adalah murid ibuku dulu, kebetulan, ibuku guru ngaji. Wajar kalau anak ini kenal, karena kami sering bertemu ketika ia belajar di rumah.
“Silahkan duduk” kami dipersilahkan duduk.
Dia pemuda yang baik hati. Tubuhnya tegas, tapi wajahnya lembut, penuh senyum. Usianya 2 tahun lebih muda dariku. Bukan orang kaya, dan bukan orang populer, biasa saja. Namun aa sungguh sopan, maklum, mungkin karena dulu dia murid ibuku.
Ibu dan pemuda itu banyak mengobrol, sedangkan saya banyak mendengarkan, sesekali memberi komentar.
Pemuda ini bercerita, minggu depan ia akan melangsungkan pernikahannya. Alhamdulillah.
“Alhamdulillah ya udah nikah lagi” Ucap ibuku
Tiba-tiba, ibu menghadapkan wajahnya padaku “Kamu tau, dia ini sungguh luar biasa. Dulu, di kampus, dia itu tinggalnya di masjid. Sering jadi muadzin, atau ngurus-ngurus mesjid. Alhamdulillah, sekarang kerja disini, karena dulu dia cinta banget sama masjid. Makannya, orang sini gak mau ngelepasin, jadi aja ditarik jadi karyawan disini”
Kamu tahu, apa yang membuatku iri? Bukanlah kehidupan orang kaya maupun populer, tapi Kehidupan pemuda ini.
Kehidupan Pemuda ini sungguh luar biasa. Karena kecintaannya pada ibadah, ia mendapatkan dunia. Sedang aku, karena kecintaanku pada dunia, aku meninggalkan ibadah. Itupun, dunia belum kudapat.
Kehidupan Pemuda ini sungguh luar biasa. Ia bukan orang kaya, biasa saja, tapi nampak penuh kebahagiaan. Sedang aku, mencoba untuk menjadi kaya, tapi aku tak merasakan kebahagiaan.
Kehidupan Pemuda ini sunggul luar biasa. Ia bukan orang populer, biasa saja, tapi setiap orang yang mengenalnya, merasa nyaman dengannya. Sedang aku, ingin jadi populer, tapi temanku sedikit, mungkin bisa dihitung jari.
Dulu, aku begitu iri dengan kehidupan orang yang parameternya urusan dunia, entah harta atau popularitas. Kini, semua berubah. Aku iri dengan pemuda ini, Ia tetap bisa menikmati dunia, tanpa meninggalkan urusan akhirat. Sedang aku, belum bisa menikmati keduanya.
Inilah kehidupan sesungguhnya, yang membuatku iri. Iri untuk menjadi yang terbaik, dalam melakukan kebaikan.
KEHIDUPAN YANG MEMBUAT IRI Bandung, 5 Januari 2018
Dosa adalah penghalang kebaikan. Maka ketika kamu menemukan dirimu sudah jarang baca Al-Qur'an, jarang bangun malam, jarang puasa sunnah, dan terlambat shalat subuh, jangan-jangan ada dosa yang menghalangimu.
— Taufik Aulia
Astaghfirullah 😭😭😭
Someone e(L)se
Aku sadar, aku hanya orang lain bagimu.
Hay, bukannya belajar itu selalu dianjurkan pada kita umat islam. Meskipun kita sudah tamat pendidikan belajar tetaplah penting. Karena otak itu ibarat pisau, jika lama tak dipakai maka akan tumpul dan apabila sudah tumpul kita pun perlu mengasahnya agar tajam kembali. Begitu juga dengan otak kita, pikiran kita, hati kita. Jika lama sekali kita diamkan, akan tumpul akan keruh. Pun air bisa kita ibaratkan demikian dengan air yang mengalir tidak akan berbau busuk. Ilmu itu benar2 cahaya, cahaya kehidupan kita. Menerangi setiap jalan kita. Orang bodoh hanya akan mengikuti hawa nafsunya saja tidak akan ada pertimbangan apa2, karena hidupnya gelap dia hanya tau satu titik bukan keseluruahan ruangan. Mungkin seperti itu ibaratnya. Hay, sungguh beruntung mereka yang masih bisa dekat dengan para gurunya, dekat dengan para kyai, nyai dan kehidupan salafnya. Aku iri. Empat tahun lalu, dengan penuh ego aku ijin pamit dari pesantren. Dan dengan mudahnya aku menanggalkan kebiasaan kebiasaan indah waktu di pondok (dengan berbagai alasan) itu terjadi hampir satu tahun lamanya. Apa yang ku rasakan? Hampa. Alhamdulillah, aku diingatkan kembali oleh nyai saya, sesungguhnya istiqomah itu menenangkan. Itulah kenapa santri itu jarang galau meskipun uang jajannya menipis, itu semua karena mereka istiqomah. Meskipun itu terpaksa karena memang kegiatan rutin pondok. Tapi jelas itu sungguh indah. Karena itu sangat sulit sekali aku membiasakannya di rumah. Ya Allah izinkan hamba membiasakannya lagi meski hanya sedikit2 aamiin. Lingkungan dirumah, awal dirumah aku benar2 orang rumah jarang keluar kecuali kuliah dan belajar di madrasah. Tak punya teman. Hay aku memang tipe orang seperti ini sulit bergaul. Allah menyayangiku, hanya aku yang tak menyadarinya. Aku tinggal dilingkungan yang baik, Alhamdulillah. Dekat mushala, ada madrasah dan ada jamiyah khoerul muslimah. Itu salah satu bukti Allah menyangiku agar aku tetap berada dilingkungan orang2 baik dan sholeh sholehah, hanya saja aku kurang peka mensyukurinya. Ayahku paham agama, itu seharusnya bisa kamu jadikan guru hanya saja aku masih gelap untuk menyadarinya ( Ya Allah terangngkan hatiku), kian berjalannya waktu aku pun mulai mengenal orang2 sekitar meskipun mereka laki2 aku mendapat pelajaran dari mereka, dan juga satu orang lagi yang entahlah menurutku sulit sekali dienyahkan dari ❤️. Aku berada dilingkungan yang baik, penuh pelajaran. Tetanggaku yang sangat saya kagumi, dia benar sosok yang benar2 saya kagumi, dan sangat ingin aku bisa sepertinya. Keistiqomahannya hmmm jangan ditanya. Anak2nya pinter2, bisnisnya masyaAllah, dan sepertinya sabar juga. Yang aku tau beliau Istiqomah membaca Yasiin, Al waqiah, dan nderes Al Qur.an. dan kalian tau beliau selalu berjamaah meskipun warungnya penuh. 😍 YA Allah semoga hamba bisa sepertinya. Aamiin. Engkau pun mempertemukanku dengan teman yang belum lama ini aku kenal, mereka benar2 👍 Kebiasaan mereka jauh berbeda dengan aku yang notabene alumni pesantren. Mereka penyemangat dan dewasa. Ah tak bisa diungkapkan. Dan sosok yang bisa berbagi ilmu dia hafidz, sudah menulis sebuah buku yang di terbitkan, hebatkan? Dia mungkin tau betapa, kezzzlllnya aku 😖 Alhamdulillah aku selalu ada di lingkungan yang baik, dan insyaAllah aku akan mengikuti kebaikan2 mereka. Ilmu itu bisa didapat dari mana saja. Peka peka dan peka. Temanmu adalah gurumu, saudaramu adalah gurumu, bahkan murid2mu adalah gurumu juga. Alam pun gurumu. Lingkungamu adalah gurumu. YA Allah jadikan kami orang2 yang selalu ingin belajar, belajar, belajar dan belajar. Aamiin Shared with tumblr
Hay, bukannya belajar itu selalu dianjurkan pada kita umat islam. Meskipun kita sudah tamat pendidikan belajar tetaplah penting. Karena otak itu ibarat pisau, jika lama tak dipakai maka akan tumpul dan apabila sudah tumpul kita pun perlu mengasahnya agar tajam kembali. Begitu juga dengan otak kita, pikiran kita, hati kita. Jika lama sekali kita diamkan, akan tumpul akan keruh. Pun air bisa kita ibaratkan demikian dengan air yang mengalir tidak akan berbau busuk. Ilmu itu benar2 cahaya, cahaya kehidupan kita. Menerangi setiap jalan kita. Orang bodoh hanya akan mengikuti hawa nafsunya saja tidak akan ada pertimbangan apa2, karena hidupnya gelap dia hanya tau satu titik bukan keseluruahan ruangan. Mungkin seperti itu ibaratnya. Hay, sungguh beruntung mereka yang masih bisa dekat dengan para gurunya, dekat dengan para kyai, nyai dan kehidupan salafnya. Aku iri. Empat tahun lalu, dengan penuh ego aku ijin pamit dari pesantren. Dan dengan mudahnya aku menanggalkan kebiasaan kebiasaan indah waktu di pondok (dengan berbagai alasan) itu terjadi hampir satu tahun lamanya. Apa yang ku rasakan? Hampa. Alhamdulillah, aku diingatkan kembali oleh nyai saya, sesungguhnya istiqomah itu menenangkan. Itulah kenapa santri itu jarang galau meskipun uang jajannya menipis, itu semua karena mereka istiqomah. Meskipun itu terpaksa karena memang kegiatan rutin pondok. Tapi jelas itu sungguh indah. Karena itu sangat sulit sekali aku membiasakannya di rumah. Ya Allah izinkan hamba membiasakannya lagi meski hanya sedikit2 aamiin. Lingkungan dirumah, awal dirumah aku benar2 orang rumah jarang keluar kecuali kuliah dan belajar di madrasah. Tak punya teman. Hay aku memang tipe orang seperti ini sulit bergaul. Allah menyayangiku, hanya aku yang tak menyadarinya. Aku tinggal dilingkungan yang baik, Alhamdulillah. Dekat mushala, ada madrasah dan ada jamiyah khoerul muslimah. Itu salah satu bukti Allah menyangiku agar aku tetap berada dilingkungan orang2 baik dan sholeh sholehah, hanya saja aku kurang peka mensyukurinya. Ayahku paham agama, itu seharusnya bisa kamu jadikan guru hanya saja aku masih gelap untuk menyadarinya ( Ya Allah terangngkan hatiku), kian berjalannya waktu aku pun mulai mengenal orang2 sekitar meskipun mereka laki2 aku mendapat pelajaran dari mereka, dan juga satu orang lagi yang entahlah menurutku sulit sekali dienyahkan dari ❤️. Aku berada dilingkungan yang baik, penuh pelajaran. Tetanggaku yang sangat saya kagumi, dia benar sosok yang benar2 saya kagumi, dan sangat ingin aku bisa sepertinya. Keistiqomahannya hmmm jangan ditanya. Anak2nya pinter2, bisnisnya masyaAllah, dan sepertinya sabar juga. Yang aku tau beliau Istiqomah membaca Yasiin, Al waqiah, dan nderes Al Qur.an. dan kalian tau beliau selalu berjamaah meskipun warungnya penuh. 😍 YA Allah semoga hamba bisa sepertinya. Aamiin. Engkau pun mempertemukanku dengan teman yang belum lama ini aku kenal, mereka benar2 👍 Kebiasaan mereka jauh berbeda dengan aku yang notabene alumni pesantren. Mereka penyemangat dan dewasa. Ah tak bisa diungkapkan. Dan sosok yang bisa berbagi ilmu dia hafidz, sudah menulis sebuah buku yang di terbitkan, hebatkan? Dia mungkin tau betapa, kezzzlllnya aku 😖 Alhamdulillah aku selalu ada di lingkungan yang baik, dan insyaAllah aku akan mengikuti kebaikan2 mereka. Ilmu itu bisa didapat dari mana saja. Peka peka dan peka. Temanmu adalah gurumu, saudaramu adalah gurumu, bahkan murid2mu adalah gurumu juga. Alam pun gurumu. Lingkungamu adalah gurumu. YA Allah jadikan kami orang2 yang selalu ingin belajar, belajar, belajar dan belajar. Aamiin Shared with
. Ketika apa yang kita usahakan tidak sesuai dengan yang di harapkan, mungkin awalnya terasa menyebalkan. Tapi yakini saja itu adalah bagian 'indah' dari cerita sederhana kita. . . *efek pengen ngegambar shinichi tapi gagal 😒😒😕
Salah Paham
Sering dalam berinteraksi sehari-hari, kita salah paham terhadap sesuatu. Apa yang disangka A ternyata sebenarnya B, apa yang disampaikan bermaksud baik tapi kita salah memahami dan merasa apa yang disampaikan bermaksud buruk. Ya, kita sering salah paham.
Di antara begitu banyak kesalah pahaman, kita juga sering salah paham kepada Tuhan. Menyangka bahwa keterpurukan, kekhawatiran, serta apa-apa yang sedang kita jalani ini adalah buruk. Padahal, kita sajalah yang belum bisa menangkap maksudNya dengan baik.
Juga saat berdoa, bahkan untuk urusan-urusan seperti harapan. Kita berdoa ingin sesuatu. Seringkali, jalannya tidak langsung dikabulkan begitu saja. Tuhan memberikan jalan memutar, kita harus menempuh dan melewati jalan-jalan yang membuat kita merasa Tuhan tidak adil, Tuhan tidak mengabulkan doa kita. Padahal, jalan itulah yang sebenarnya mengantarkan kita pada doa dan harapan itu. Hanya saja, begitu banyak yang memilih berhenti ditengah perjalanan.
Doa kita tidak terkabul bukan karena Tuhan tidak memberikannya, melainkan kita sendiri yang menolaknya. Dengan menolak caraNya, dengan menolak untuk menjalani jalan yang disediakan untuk sampai kepada harapan. Kita seringkali salah paham kepada Tuhan.
Hujan yang jatuh ini adalah rahmat, kita menyangkanya bencana. Sebab hujan telah membuat kita harus menunda janji atau kehilangan sesuatu. Kita sering juga gagal mengambil sudut pandang. Kemampuan kita melihat sesuatu amat terbatas, sedangkan Dia bisa melihat semua rangkaian peristiwa baik yang di masa lalu, sedang terjadi, dan akan terjadi.
Untuk itulah, kita seringkali dinasihati untuk berprasangka baik, Kepada semua makhluk, juga kepada Pencipta. Sebab, Dia sesuai dengan persangkaan kita kepadaNya.
Yogyakarta, 24 November 2017 | ©kurniawangunadi
Terasa Agak Bodoh
Video campaign Uber bertema Unlock Jakarta yang dirilis awal November lalu terasa iya banget. Barusan saya naik gojek dari Mekarsari ke Pasar Cileungsi. Situasinya gak jauh beda dengan kemarin sore. Macet gak karu-karuan. Udah empat tahun ini orang tua tinggal di Cileungsi, makin tahun jalanan makin macet.
Sembari abang driver bermanuver di tengah kemacetan, saya amati mobil-mobil di jalan. Banyak rupanya, satu mobil berkapasitas enam orang diisi cuma satu orang. Maaf, ini terasa agak bodoh bagi saya. Kita mengeluh dan mengumpat perihal macet yang gak ada habisnya itu. Bahkan tak jarang tanpa rasa bersalah kita melempar masalah ini bulat-bulat kepada pemerintah. Padahal kontribusi kita untuk macet ini besar juga sebenarnya. Kita yang buat masalah, kita juga yang susah sendiri, kita juga yang mencak-mencak sendiri. Saya bingung kita maunya apa.
Well, macet itu perkara kompleks. Saya menulis ini dengan pendekatan suatu perubahan yang bisa kita mulai sendiri tanpa menumpu terlalu banyak kepada pemerintah yang banyak janji tapi sebenarnya bingung sendiri.
— Taufik Aulia