Perjuangan seorang ibu
Ternyata lelah ini menyapaku,dulu iya dulu aku hanya berfikir ah masa iya jadi ibu itu seberat itu,mungkin karena belum siap saja kali makanya ibu itu begini atau begitu. Ahh ternyata memang seberat ini menjadi seorang ibu.
Menjadi seorang ibu, harus siap dengan semua nasehat yang akan di terima, nasehat yang biasa Sampek nasehat yang kadang membuat sedikit hati sesak.
Menjadi seorang ibu, benar2 merubah semua siklus kehidupan ku. Mulai dari bangun pagi, makan dan aktivitas yang biasa aku lakukan.
Seperti hal nya hari ini, aku termasuk pejuang asi, aku sedang relaktasi,karena asi ku seret dan akhirnya tidak keluar sejak 2 bulan yang lalu. Dan keadaan bayi ku sampai hari ini memang minum sufor. Pemeriksaan terakhir anakku alergi susu sapi, dan harus di ganti. Rekomendasi dari dokter spesialis harga susu ini cukup mahal. Kondisi perekonomian ku untuk 1 tahun ini benar2 tidak stabil, karena setelah menikah aku memang bekerja, dan setelah melahirkan aku memutuskan untuk resign. Akhirnya semua nasehat untuk ku untuk mengeluarkan Asi selalu terdengar. Bahkan dari suamiku sendiri. Dan kadang aku benar2 muak dengan semua nasehat atau kata2 yang bahkan terkadang menyudutkanku (anggapan ku).
Memegang label ini pun sudah berat sekali di pundaku,bukan aku tak mau mengAsihi anakku,tapi akupun tidak tau hal apa yang menyebabkan Asiku akhirnya tidak keluar.
Ya Allah dalam hatiku benar2 tidak ada sedikitpun niat untuk tidak memberikan asi untuk anakku. Bantu aku ya Allah untuk memberikan asi terbaik ku untuk anakku. Aku juga ingin mengAsihi.
Maafkan aku..
Ahhh ternyata seberat ini menjadi seorang ibu, teruntuk anak ku semoga bundamu ini mampu ya nak untuk menjadi ibu yang baik untuk mu. Memberikan nutrisi yg terbaik untuk pertumbuhan mu. Aminn














