"Lelaki baik dengan wanita baik. Wanita baik dengan lelaki baik."
semoga ini bisa meyakinkanmu, meyakinkanku dan juga meyakinkan mereka, saudara-saudara kita di luar sana. Bukan sok bijak, bukan sok dewasa, bukan sok taat, bukan juga sok menggurui. Apapun itu, biarlah Allah yang menilainya :)
"Ketika kau telah jatuh cinta pada seseorang, tak ada cara yang lebih agung selain bermunajat pada-Nya, kemudian memanjatkan doa, "Tuhan, jika dia orang yang baik bagi kebaikan agamaku, duniaku, dan akhiratnku, tolong segera pertemukan kami dalam bingkai yang halal. Tapi jika dia orang yang malah meruntuhkan agamaku, melemahkan duniaku, dan menyengsarakan akhiratku, tolong jauhkan hamba darinya dengan cara-Mu."
Janganlah hanya mementingkan egomu. Anakmu kelak lebih berhak mendapat pendidikan dari seorang ibu yang terbaik, bukan yang tercantik. Anakmu lebih berhak mendapat pengajaran dari ayah yang indah akhlaknya, bukan yang sekadar berlimpah hartanya. Kekasih terbaikmu adalah orang yang membuatmu makin bersemangat mendekatkan diri pada-Nya dan membuatmu makin takut bermaksiat pada-Nya. –Ahmad Rifa’I Rif’an-
Jujur aku takut saat menuliskan ini. Aku takut bahkan sangat ngeri. Bukan apa apa, aku takut tak bisa memegang ucapanku, aku takut terlihat konyol saat komitmen ku akan mulai goyah nantinya. Aku takut Allah akan melemahkan keyakinanku, tapi inshaAllah aku akan selalu berusaha untuk menjaganya. Tak peduli apa yang mereka katakan, tak perduli dengan apa yang akan mereka pikirkan tentangku.
Mungkin terlalu dini untuk anak seusiaku memikirkan hal semacam ini, untuk membatasi masa mudaku dan memiliki pola pikir seperti itu, tapi nyatanya kita yang berusia belasan inilah yang sudah harus paham dan mengerti dengan hal semacam ini agar kita tetap bisa menjaga diri, menjaga hati dan menghindari hal yang sudah jelas dilarang tuhan kita J
"Lelaki baik dengan wanita baik. Wanita baik dengan lelaki baik." Berlaku pula sebaliknya.
Begitulah Al-quran meyakinkanku. Begitulah Allah menjanjikannya kepadaku. Tugasku hanyalah memperbaiki dan memantaskan diri, jika aku ingin digolongkan dalam wanita 'baik' dan solehah itu.
untuk imanmu yang sedang di uji, untuk nafsumu yang sedang di goyahkan, untuk keyakinanmu yang sedang teralihkan. . .
Aku yakin prinsip itu pula yang akan kau pegang. Meski terdengar berlebihan di zaman yang serba rusak ini, namun aku masih percaya Allah tetap akan mempersiapkan yang terbaik bagi kita yang taat dan percaya.
Tolong jangan! Tolong jangan rusak pendirianku, tolong jangan hancurkan keyakinanku. Tolong jangan porak-porandakan hatiku saat aku sudah bisa mulai menatanya sebaik mungkin.
Kau lelaki yang inshaAllah baik, yang dihadirkan tuhan untuk melengkapi hidupku bukan lelaki yang hanya datang untuk singgah dan bermain-main. Aku tahu kau tidak akan serendah itu, kau adalah lelaki bermartabat dan penuh keimanan, kau tidak akan menyia-nyiakan masa mudamu dengan membuat dosa kepada tuhanmu yang maha membolak balikkan hati. Aku tahu kau akan selalu bisa menyeka egomu, aku selalu percaya bahwa kau selalu mampu melawan hawa nafsumu.
Kau adalah lelaki yang agung karena aku tahu kau mampu menghormati wanita lain layaknya kau menghormati ibumu. Kau lelaki yang kaya hatinya karena kau lebih memilih menundukkan kepala dan tidak menjadikan wanita yang bukan muhrimmu sebagai pacar. Kau adalah lelaki yang besar hatinya karena kau sanggup menolak kenikmatan sesaat dunia, kau sanggup menangkis perkataan orang-orang yang mengolok-ngolokmu karena kau tidak mempunyai pacar.
Kau tahu, aku malah salut kepadamu. Aku malah menghormati dan menghargai lelaki seperti itu. Betapa berharganya lelaki seperti itu dimataku dan inshaAllah di mata tuhannya.
Jadi, tolong tetaplah menjadi lelaki seperti itu. Tolong jangan rusak kepercayaanku. Tolong jangan datang dan memintaku atau meminta wanita lain untuk menjadi pacarmu, aku tahu kau tidak akan sebodoh itu untuk menjadikan penantianmu sia-sia. Aku tahu kau tidak akan se-gegabah itu untuk melakukan hal tak penting yang biasa kusebut "pacaran" itu. Kau cerdas aku tahu itu. Itulah sebabnya kupercayakan hati ini padamu. Jadi jangan kau samakan dirimu dengan lelaki-lelaki bodoh dan gegabah di luaran sana. Jangan kau samakan dirimu dengan mereka karena itu akan membuatku sedih.
Sekali lagi kukatakan Tolong jangan datang. Tolong jangan datang sekarang. Jika kau tulus dan kau mencintaiku karena Allah datanglah kepadaku nanti, ketika kau sudah siap ketika kau sudah memantapkan niatmu, beribadah karena Allah, dan ketika kau yakin bahwa akulah wanita yang pantas dan tepat untuk mendampingimu, untuk kau bimbing menuju syurgaNya. Maka saat itulah aku akan mengatakan "Iya" saat itulah aku akan menerimamu. Jadi tolong, sampai saat itu tiba, tolong jaga hatimu, jaga dirimu sebagaimana aku menspecialkan dirimu dengan menjaga hati dan diriku hanya untukmu.
Jika saat itu telah tiba maka aku dengan bangganya akan mengatakan "Aku sudah menjaga hatiku selama ini. InsyaAllah aku sudah yakinkan bahwa aku akan mempercayakan hati ini kepadamu. Karena aku yakin kaulah yg bisa membimbingku, menuntunku menuju keridaan Allah." Karena kau telah membuktikannya kepadaku, kau mampu menjaga dirimu sendiri, jadi sudah pasti kau bisa menjagaku.
Jadi sekarang mari kita sama-sama menundukkan kepala, mari kita sama-sama menjaga diri dan hati. mencintai hanya kepada Allah dan memberikan cinta hanya untuk orang-orang yang pantas dicinta, mencintai hanya kepada Allah mencintai hanya kepada orang-orang yang halal kita cintai :)
Jangan pernah takut dan jangan pernah ragu akan janji tuhanmu. Jangan takut dikatakan munafik karena sesungguhnya tidaklah penting bagaimana kita di mata sesama manusia tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita di mata tuhan kita, Allah SWT.