Bagi saya, menyenangi segala polah seseorang itu adalah proses menerima sepaket seseorang itu. Soal menerima ini sulit tidak semudah seperti ftv-ftv.
(via hujansamudra)
Mike Driver

★
Stranger Things

Discoholic 🪩
Sade Olutola

Origami Around
Cosmic Funnies
almost home

Kiana Khansmith
Game of Thrones Daily
No title available
wallacepolsom
d e v o n
hello vonnie

tannertan36

JVL
taylor price
macklin celebrini has autism
No title available
$LAYYYTER
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United Arab Emirates
seen from India
seen from Brazil
seen from United States

seen from Bahrain

seen from Germany
seen from Greece

seen from Australia

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@dodolambreta
Bagi saya, menyenangi segala polah seseorang itu adalah proses menerima sepaket seseorang itu. Soal menerima ini sulit tidak semudah seperti ftv-ftv.
(via hujansamudra)
Kedua kalinya ngerasa body drop dan akhirnya harus buru-buru ke dokter, yang dicemasin sekarang itu beda. Beda nget ! Harus denger suami ceramah panjang lebar ini itu, oke mas maap mas. Bayangin, lagi ngedrop ditambah ceramah. Wuahahahaha, tambah mumet ndes 😅 Enggeh, suami siaga. Suami panik, suami sayang, sayang suami. Dan dokternya tadi telat, telat datang sekitaran 30 menit. Alhamdulillah pasien yang daftar pada hurung datang, uyeay !. Finally, dipanggil nomer urut 2 dr sebelumnya pas di daftar nomer urut duak tigak. Gilek kan, mana rumah jauh. Allah sayang nget pokoknya. Sudah lendetan dipundak suami, dan sudah liyer mau bobo eh nama ku dipanggil embaknya. Masuk ruangan dokter, tanpa basa basi dokternya ngajakin USG. Padahal awalnya udah sepakat sama suami gak usah USG dl. Ya manut2 lg lah ya sama dokter. Maapkan ayah ibuk nak ya, habis penasaran. Sumpah ! Terus disuruh duduk dikursi USG, disuruh buka nananua dikit hahaha. Diolesin cream2, Dan dokternya "nah ada bayinya itu. Sehat ya, normal ya. Gerak2". Ya ampun nak nak, bahagianya itu warbyasah. Pas ngeliat kamu gerak2, terus udah makin jelas. Melebihi bahagianya kalo ayah mu gak main badminton tiap hari selasa #lohnak hahaha. Bahagia lagi pas tau kamu baik2 aja padahal kondisi ibuk lg drop bener. Sehat-sehat nak ya, gimana pun kondisi ibuk. Yang anteng diperut ibuk. Gak sabaran nungguin kamu bisa nendang2.
Saya ingin terus memaafkan dan mengingat.
(via hujansamudra)
Bercermin Pada Diri Sendiri
Waktu yang tepat yang ditakdirkan Tuhan, bagi masing-masing orang, jelas berbeda.
.
Dia sudah lulus kuliah, kau belum. Kau bahkan baru memulai skripsimu. Dia sudah mendapatkan pekerjaan, kau belum. Kau bahkan masih belum memegang ijazahmu. Dia sudah memiliki pasangan, kau belum. Kau bahkan baru saja mengakhiri hubunganmu. Dia sudah menikah, kau belum. Kau bahkan tak tahu, harus bagaimana saat diteror pertanyaan oleh keluarga. Dia sudah memiliki anak, kau belum. Kau bahkan sedang berjuang bersama pasangan halalmu, menyiapkan semuanya dengan matang.
.
Percayalah, waktu yang tepat itu tidak selalu sama. Jangan banyak mengeluh. Karena itu tiada guna.
Semua orang punya waktu tepat bagi kejadian-kejadian penting dalam hidupnya. Waktu yang tepat yang sudah ditentukanNya.
Jangan memaksa. Jangan. Sering berkacalah pada diri sendiri. Hidup sendiri. Bukan pada orang lain. Hidup mereka.
-
© Tia Setiawati | Palembang, 17122016
Kemaren, pengen tahu sumedang. Sudah dibeliin, gak mau makan. Alasannya, "aneh rasa sama baunya sayang". Owkei ! Hahahahaha Malamnya, pengen tumis bebek yang diwarung solo. . . Malam nak, malam hahahaha. . . Paginya, sarapan mie goreng. Dari malam udah kebayang nikmatnya mie goreng. Nah paginya, cium bau mie goreng, mabuk ! 😢 Sore ini, pengen nasi goreng udang hahahaha. Gak pp nak, yang penting kita makan ya. Walau pun dikit2, biar pas lahir nanti gemuk kayak bapak mu. #tahu #maunyaibuk #maunyaanakjuga
Rindu embah mu Nak 😖 . . #home #gohome #homesick #tanggalmerahmenanti #baby
Rutinitas minggu pagi : . Molet-molet ditempat tidur . Kepasar dianter suami . "Saya bagi wifi dong" . Tambahan minggu ini, suami sibuk cari prexxxxxx song Selamat pagi by, sesehat ya 😉 #nature #green #sky #sun #summer #beach #beautiful #pretty #sunset #sunrise #blue #flowers #night #tree #twilight #clouds #beauty #light #photooftheday #beach #mountain #love #dusk #weather #day #red #rivers #mothernature
Selamat Tangal 17 suami !
Secroll secroll instagram, dua kali nemuin foto temen yang ipload tespek sing ada garisnya dua #usepusepperut #lapar #donat
Sempet kepikiran waktubdipelaminan, bapak-bapak yang pake beskap sudah difoto apa belum ya ? . . . Jadi memposisikan diri tetap senyum manis di depan tamu n say thank you, dan kepikiran foto bapak2 berbeskap. Alhamdulillah, mereka ke foto. #wedding #bride #groom #party #weddingparty #celebration #bridesmaids #happy #happiness #unforgettable #love #forever #weddingdress #weddinggown #weddingcake #family #smiles #together #ceremony #romance #marriage #weddingday #flowers #celebrate #instawed #instawedding #party #congrats #congratulations #adat #adatjawa #javanes
tidak perlu menjadi orang lain
pesanku untuk (mu)
Every moment you steal from the present is a moment you have lost forever. There’s only now.
Jeanette Winterson, The Passion (via bookmania)
Bisnis dan Kapitalisasi Aurat
Sebelumnya, saya memohon maaf jika mungkin tulisan saya menyinggung. Saya tidak bermaksud menyinggung siapapun, hanya ingin menceritakan sesuatu yang semoga menjadi pengingat bagi saya sendiri khususnya sebagai muslimah sekaligus sebagai (calon) pengusaha in sya Allah. Cieee…
Kita hidup di jaman di mana hijab menjadi sebuah trend. Menutup aurat bukan lagi sebuah keanehan dan perempuan berpakaian syar'i sudah menjadi pemandangan familiar. Sekitar belasan tahun ke belakang, menutup hijab adalah hal yang janggal, aneh, dan seringkali di larang.
Kemudian kebutuhan akan hijab menjadi meningkat di masyarakat. Bagi orang - orang yang bisa melirik peluang, bau uang sudah tercium dan pasar hijab, saya juga pernah mencoba bermain di dalamnya dulu dan akhir-akhir ini, and seriously, menjanjikan! Kata seorang customer desain saya yang mantan direktur marketing salah satu perusahaan hijab (syar’i) lokal terbesar di Indonesia, justru karena banyaknya saingan, itu menandakan bahwa pasar hijab begitu banyak. Jika tidak ada peluang pasar di dalamnya, tidak mungkin pengusaha - pengusaha merambah ke dunia itu. Tentu saja, perdagangan hijab berkelas - kelas, dari kelas Pasar Baru dan Gasibu hingga Saphira atau Zoya. Dari yang setipis saringan air hingga yang syar’i seperti milik Rabbani atau Nibras Hijab.
Banyak hal positif dari bisnis hijab. Muslimah - muslimah Indonesia tidak lagi kesulitan menutup aurat. Simbiosis mutualisme antara produsen dengan masyarakat bukan?
Saya tidak akan membicarakan hijab, tapi lebih kepada bisnis kecantikan lain yang berawal dari populernya hijab.
Ceritanya, hari Selasa lalu dalam mata kuliah Design Thinking, kami diminta presentasi mengenai branding bisnis atau rencana bisnis kami masing - masing. Salah satu teman saya mempresentasikan bisnisnya yang berupa kerudung printed. Scarf printed memang sedang populer, terutama jika desainnya dari brand terkenal seperti Ria Miranda. Motifnya biasanya bunga - bunga, dengan warna pastel yang syahdu, manis sekali walaupun saya tidak pernah ingin mengenakannya. O ya, karena printing kain masih mahal sekali, yang saya tahu, hijab printed biasanya berukuran kecil kecuali dari brand milik Gaida.
Saya hanya fokus pada teknis dan proses brandingnya ketika Profesor kami dengan agak sungkan bertanya, “saya ingin bertanya pada kalian yang berhijab di sini. Hijab itu kan untuk menutupi aurat ya, nah kerudung bercorak warna warni gini kan membuat perempuan jadi cantik dan memikat banyak laki - laki. Itu gimana ya, bukankah hukumnya justru tidak boleh demikian dalam Islam? Saya tidak tahu ini ya, tapi bahkan brand W**d*h juga membuat seakan perempuan tuh harus (dandan) cantik, begini, begitu.”
Terus terang saya merasa ditampar. Hal ini membuat saya berpikir lebih jauh lagi. Pengusaha kebanyakan akan melihat kecantikan yang seakan Islami dari sisi peluang. Serius deh, saya juga pernah bekerja di perusahaan kosmetik yang disebutkan dosen saya itu (walaupun saya tidak mengerjakan project decorative, tapi skin care). Bisnis muslimah adalah pasar besar yang dilirik banyak orang. Di sana kita bisa jualan apa saja, asal brand ambasadornya berhijab dan ada label halal, seakan - akan semuanya sudah memenuhi syarat menjadi muslimah.
Wardah adalah yang mengawali penjualan kosmetik dengan label halal, dan memang tujuannya demikian, memberikan garansi dan rasa aman pada santri yang ingin merawat kulitnya (merawat kulit, bukan berhias) karena banyak kosmetik yang tidak halal bahkan najis. Di jaman ini, semuanya bergerak sesuai dengan perkembangan pasar dan bisnis. Banyak brand kecantikan kemudian ikut-ikutan menggunakan label halal dengan bintang iklan berkerudung demi menarik minat pasar muslimah, padahal belum tentu secara syariah yang dipamerkan di televisi dan media itu diperbolehkan.
Tentu saja, bisnis yang mendukung muslimah ini banyak manfaatnya. Kita jadi mengerti bagaimana harus berpenampilan baik, kita jadi mudah merawat diri, dan yang jelas ini adalah ladang rejeki bagi banyak sekali orang dan bidang.
Yang menjadi kontroversi adalah ajang Putri Muslimah, yang diprotes banyak orang karena membawa nama muslimah tapi memamerkan kecantikan di depan khalayak. Sponsor memberinya sponsor bukan karena mendukung kegiatan tersebut, tapi karena takut kesempatan menjadi sponsor direbut oleh kompetitornya. Lagi lagi kepentingan marketing.
Saya sendiri bukan yang sudah mengenakan hijab syar’i (semoga suatu hari nanti), saya juga masih sering berhias dan berdandan, karena begitulah kecenderungan wanita : ingin berhias dan terlihat cantik. Bagi saya, sulit sekali mengenyahkan nafsu ingin kelihatan cantik. Barangkali banyak perempuan juga begitu.
Lalu apa ujung dari tulisan ini? Sebenarnya lebih kepada mengingatkan diri sendiri dan barangkali teman - teman yang mengamati hal yang sama, bahwa kita perlu lebih berhati - hati. Dalam jaman yang begitu dinamis dan kapitalis, banyak sekali produk yang dengan mudah akan memuaskan nafsu kita berhias. Saya sendiri masih kebayang - bayang untuk membeli lipstik warna merah menyala. Tentu saja perempuan boleh berhias, tapi dengan batasan - batasannya. Dan batasan ini sesungguhnya mutlak sesuai tuntunan agama, namun pengaplikasiannya begitu relatif sesuai dengan yang mau kita percaya.
Duh, pada akhirnya, tulisan ini mengkritik diri saya sendiri yang kerap tidak peduli bahwa apa yang saya kenakan jauh dari kewajiban muslimah.
Sekali lagi saya mohon maaf jika ada yang tidak sepakat. Kita bisa berdiskusi di belakang, karena fenomena bisnis muslimah ini sangat menarik bagi saya.
Wallahualam Bissawab.
Iyaa aku sepakat banget sama kakak 😊😊💖😘
Doa Ibu
“Yang tidak pernah meninggalkanmu selain Tuhan, adalah doa ibumu.”
Ketika kita merasa kehidupan ini begitu rumit untuk dilalui…
Ketika kita merasa bahwa ujian-Nya sangat berliku dan terjal…
Ketika kita merasa tidak ada lagi harap tersisa, selain airmata yang mengalir tanpa suara…
Di sana, ada doa ibumu. Ada tengadah tangannya yang bergetar meminta kemudahan dan keberkahan bagi anak-anaknya. Ada yang mengorbankan segalanya untumu, meski kautak pernah tahu itu.
Ketika kau jatuh, terluka, dan merasa gagal… kamu akan menangis menyesali semua itu. Namun sadarkah bahwa ada yang menangis lebih dalam saat melihatmu bersedih? Tahukan kau ada yang menahan tangis untuk menguatkanmu, lalu kemudian ia menumpahkan tangisnya di atas sajadah?
Sakitmu adalah sakit mendalam baginya.
Ingatkah siapa yang pertama mengusap keningmu saat kau terbaring lemah tanpa daya? Ingatkah siapa yang pertama kali menyediakan secangkir teh hangat dan semangkuk bubur ayam tanpa seledri di meja belajarmu?
Dia, ibumu. Yang takkan pernah meninggalkanmu.
Maka atas segala keberhasilan kita saat ini, janganlah kita berbangga bahwa semua ini adalah hasil kerja keras kita. Karena di balik semua ini, ada doa ibu yang mengalir tak pernah henti. Doa ibu yang mengantarkan kita pada titik pencapaian ini–titik yang tak pernah kita sangka sebelumnya.
Masihkah kau menganggap bahwa semua ini semata hanya karena kerja kerasmu seorang?
***
Depok, Juni 2015
Sebenernya, setiap keputusan itu selalu punya kadar akibatnya masing-masing. Menjadi yang melepaskan atau dilepaskan itu sama-sama menyakitkannya. Hanya saja porsi dan cara menanggapi kehilangan itu yang berbeda.
Kalo ada seseorang yang melepaskan dan kemudian dengan gampangnya dia dapat yang baru, bukan berarti dia ga merasa sakit. Bukan hanya kamu tapi dia juga merasa kehilangan. Hanya saja bisa jadi dia punya cara yang ga kamu tau untuk menyembuhkan sakitnya sendiri.
Yang dilepaskan dan tetap bertahan meski ditinggalkan juga bukan berarti gatau diri. Kembali lagi, tiap orang punya caranya sendiri-sendiri untuk menanggapi keputusan itu sebagai apa.
Jadi, ketika kamu putus atau diputusin, ninggal atau ditinggalin, pergi atau digantungin, kamu salah kalo kamu tanya sama orang lain kamu kudu gimana. Yang tau kamu harus apa ya kamu sendiri karena kamu yang sudah me-label-i keputusan yang terjadi sebagai apa. Sebenarnya, orang lain punya kewenangan hanya sebagai pendengar–kalau kamu percaya. Selebihnya, kamu yang punya kendali dan harus tau langkah selanjutnya. Saya juga heran, kadang ada seorang yang tanya sama saya harus gimana blablabla. Setelah saya jawab, masih ngeyel banyak tapi ini tapi itu. Aku kaya gini, aku kaya gitu. Dia seperti ini seperti itu. Nahloh, terus saya sebagai orang awam harus gimana?
Make it simple lah. Kamu yang punya rasa kamu yang juga punya kendali penuh. Kalo dia berjuang buat kamu, yaa pertahanin. Kalo disakitin mulu yaa tinggalin. Apa yang kudu dipertahanin dari dia yang mau Selingkuh, main belakang, atau mendua? Selama itu ga ada baiknya buat kamu yaa udah berhenti sampe disini. Kalo kamu masih mau bertahan yaa itu keputusan pribadi masing-masing dan harus siap menerima konsekuensi; sakit hati. Udah tau disakiti mulu, memilih bertahan, eh kok masih suka ngeluh sana sini? Terus akhirnya nyalahin yang ngasih hati? Kamu yakin?
Jadi intinya, gabisa move on itu nggak ada. Yang ada hanya belum mau move on karena kamu masih berpikir “dia nanti pasti menyesal dan kembali ke aku”, atau “nggak ada yang bisa gantiin dia kaya aku” atau “Aku udah biasa sama dia, gamau sama yang lain”. Halo, egois harus tepat pada waktunya yaa..
Coba belajar lebih percaya pada keputusan diri sendiri. Kamu mau tetap sedih berkepanjangan atau mencukupkan anggapan lukamu dan belajar menghargai keputusan.
people come and go. a lot of them just come for their needs, and then go. as usual as always
(via faith2rahman)
aku akan tetap menjadi sesuatu yang ‘tidak ada’ untukmu.
18-3-14 09:43 (via estehmanistanpagula)
Yes.. Im invisible.
(via estehmanistanpagula)