Kuda Nil Bersepatu Bot (Bag 3b)
Baca cerita sebelumnya
Kuda nil sempat bimbang memilih, antara sepatu bot, atau Gajahwati. Akan tetapi kuda nil tiba-tiba teringat adegan drama romantis AADC dimana Cinta tidak merelakan Rangga untuk pergi begitu saja. Akhirnya dengan berat hati kuda nil merelakan sepatu bot-nya untuk disumbang ke korban banjir Kampung Pulo.
Kuda nil memilih cinta-nya daripada sepatu bot.
Semenjak tidak bersepatu bot, aneh bin ajaib, tawaran-tawaran dari agensi untuk casting iklan dan film mendadak lenyap. Bakhan kuda nil harus memohon-mohon untuk bisa diikutkan sebagai figuran di iklan Sozis.
Biar kuda nil menjadi rakyat jelata yang jauh dari kehidupan glamor, kuda nil tetap merasa bahagia karena berhasil mendapatkan Gajahwati. Kuda nil dan Gajahwati memutuskan untuk pindah ke kampung Duren, karena kampung mereka yang lama tidak sanggup menerima kehadiran kuda nil yang bau tanpa sepatu bot.
Pada saat pindahan, tanpa sengaja kuda nil menemukan foto lelaki lain dari dalam dompet Gajahwati, yang bukan dirinya dan juga bukan Gajahwawan. Merasa curiga ditanya lah hal itu pada Gajahwati.
kuda nil: "Gajahwati, siapakah foto pria itu? Aku tak mengenalnya"
Gajahwati tampak aneh, dan dia berusaha mengubah topik pembicaraan mereka.
Gajahwati: "Eh kuda nil, kalo kuda kan kakinya empat, kalo kuda nil kakinya berapa?"
kuda nil: "Gajahwati, mengapa tiba-tiba Kamu mengubah topik bicara kita? Ada apa gerangan?"
Kuda nil merasa curiga, dan kuda nil terus memojokkan Gajahwati. Akhirnya Gajahwati menyampaikan satu syarat.
Gajahwati: "Kuda nil, jika Engkau dapat menjawab pertanyaanku yang tadi, maka akan aku jawab juga pertanyaan mu dengan tepat"
kuda nil: "Jawabannya adalah empat nil!"
Gajahwati: "Hmm baik lah. Sebenernya, foto itu, adalah aku sebelum berubah menjadi Gajahwati. Dulu aku adalah saudara kembar Gajahwawan. Dan dulu Gajahwawan dipanggil Gajahwawan 1 dan aku Gajahwawan 2. Karena orang tua kita suka ketuker-tuker pada akhirnya di umur ke-10 tahun, aku kalah suit Jepang dengan Gajahwawan 1 dan aku harus mengalah. Kemudian aku resmi menjadi Gajahwati."
kuda nil: "Apa?!?"
Kuda nil merasa syok, di hari kepindahan ke kampung Duren, serasa mendapat bonus kejatuhan duren.
kuda nil: "Aku tidak sanggup menerima kenyataan ini Gajahwati, ternyata dulu....... Kamu lelaki. Tukang bakso... aku harus makan bakso untuk menjernihkan pikiran ku ini"
Dari perempatan disamping rel kereta api. Terdengar teriakan tukang bakso "Sooo Baksooooo, seribu tiga.....". Lantaran merasa harganya murah, kuda nil pun memanggil tukang bakso tersebut.
kuda nil: "Bang, jualan bakso kan?"
Dan ternyata, tukang bakso tersebut adalah Gajahwawan. Jadi selama ini Gajahwawan berdagang bakso di kala siang dan bermain capsa di pos hansip di kala malam.
Gajahwawan: "Jadi sudah tau kah Engkau, kuda nil? mengapa dahulu aku melarang mu dengan Gajahwati?"
kuda nil: "Jadi selama ini, itu lah alasan mu. Tapi aku kini mengerti mengapa dahulu kau menyampaikan syarat sepatu bot itu"
Gajahwawan: "Betul sekali. Jika diri mu saja bisa melepaskan kehidupan glamor masa lalu dari sepatu bot itu, maka sama mudahnya untuk mu melepaskan diri dari masa lalu Gajahwati. Aku yakin diri mu sudah bisa menerimanya apa adanya sekarang"
Akan tetapi, kuda nil merasa dibodohi dua kali. Pertama, dia merasa sudah mengorbankan sepatu bot-nya. Dan kedua, ternyata Gajahwati adalah gajahwaria. Hati kuda nil hancur berkeping-keping, dihabiskan hari-harinya dibawah selimut sembari memandangi foto-foto artis populer luar negeri di Instagram.
Suatu hari kuda nil tidak sengaja mampir ke akun Instagram ellyloveuxoxo. Dan kuda nil jatuh hati. Akhirnya hubungan rumah tangga kuda nil dan Gajahwati berakhir dengan perceraian. Kuda nil memilih untuk pergi ke Vietnam sedangkan Gajahwati memilih untuk menyelesaikan kehidupannya dengan menghanyutkan diri di sungai nil.
TAMAT
















