Disini senjanya sama kok
Cosimo Galluzzi

Andulka
Lint Roller? I Barely Know Her
art blog(derogatory)
todays bird
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

PR's Tumblrdome
sheepfilms
Stranger Things
dirt enthusiast

Kiana Khansmith
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸

oozey mess
hello vonnie

izzy's playlists!
One Nice Bug Per Day
RMH

@theartofmadeline
seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Ecuador
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Philippines
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Philippines
seen from United States
@duljoh
Disini senjanya sama kok
Gendang Timburu
Lingkungan kerja yang enak tuh gimana sih?
Jadi staff termuda di tempat yang sama sekali asing. Dengan rekan kerja didominasi bapak-bapak dua anak. Kerja tiap hari dari dari setengah delapan sampe setengah enam sore. Hidangan kantin dengan rasa yang luar biasa aneh (seringnya). Jauh dari peradaban kota, bahkan bau-baunya saja tak nampak.
Tapi setelah keluhan keluhan itu, jujur, lingkungan kerja disini enak.
Bahkan Saya selalu berpikir tempat ini akan jadi zona nyaman kedepannya. Saya tak perlu memikirkan mau makan apa dan dengan siapa. Tak perlu pusing dengan tagihan kostan, listrik, sampah dan tetek bengeknya. Ndak harus mikir baju yang kita pakai besok.
Saking enaknya, Saya setiap harus terus berpikir. Bagaimana cara menjaga kewarasan disini.
Soon, when all is well, you’re going to look back on this period of your life and be so glad that you never gave up.
Murakami
Aku sudah pernah merasakan segala kepahitan dalam hidup, dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia.
- Ali bin Abu Thalib
Pelajaran merelakanmu belum selesai. Kamu masih butuh memperluas ruang di hatimu untuk kecewa, dikecewakan kebodohanmu, mungkin juga egomu. Kamu masih kurang memberi, memberi kepada dunia.
Sudut rak buku
Apakah tidak malu jika aurat kalian dilihat oleh kaum lelaki?” tanya Kiai Haji Ahmad Dahlan di hadapan anak-anak perempuan didikan Muhammadiyah pada suatu kali. Yang ditanya menjawab serempak bahwa mereka akan sangat malu apabila itu yang terjadi. Sang kiai pun berkata, “Jika malu, mengapa ketika kalian sakit lalu pergi ke dokter laki-laki? Apalagi ketika hendak melahirkan anak. Jika kalian memang benar-benar malu, hendaknya terus belajar dan belajar dan jadilah dokter, sehingga akan ada dokter perempuan untuk kaum perempuan.
https://tirto.id/cara-ahmad-dahlan-memuliakan-perempuan-cjxg
Pesan & Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah karya Abdul Munir Mulkhan (2007)
"Insanity: doing same thing over & over again & expecting different results."
Einstein
I prefer to see myself as an adventurer, with all the literary traditions as my map.
- eka kurniawan https://t.co/8ssQ85Brha
Jika anda ingin mencari tahu tentang diebetes meletus, Google bahkan dengan santun mengoreksi kesalahan anda. “Mungkin maksud anda ‘diabetes mellitus’.” Google tidak menyebut anda bodoh seperti yang saya lakukan terhadap teman saya.
http://www.qureta.com/post/jika-besar-nanti-saya-ingin-menikah-dengan-maudy-ayunda
Minggu
Mengharapkan seseorang merasakan, mengalami apa yang kita rasakan, sungguh tidak mungkin. Selain kita mempunyai kompleksitas masing-masing, pengharapan tersebut terlanjur keji. Berharap mereka mengerti saja, mungkin, cukup. Berharap mereka bersikap seperti yang kita harapkan, kadang, itupun sudah terlalu mewah. Pada dasarnya kita sama, orang-orang yang ketakutan seorang diri. Tapi, bukan berarti mengharapkan orang lain berada tepat di ruang dan waktu yang sama.
Selalu berbeda, tentu. Kita akan menemukan diri kita pada waktu yang lambat. Menjadikan hal tersebut sebagai laku menikmati waktu. Kelambanan tidak lain agar kita paham bahwa kompleksitas, kematangan, dan keindahan membutuhkan waktu. Agar kita tidak kehilangan masa lalu dan masa kini karena selalu merisaukan masa depan. Jadi inilah saatnya, matikan laptopmu, simpan dulu gawaimu, lalu buka jendela kamarmu.
Apabila rasa ketakutan akan kesepian yang tidak memakanmu hidup-hidup, masih ada. Bicaralah, kalo perlu berteriaklah, sebagai usahamu menjaga kewarasan. Tapi bukankah, “Itu hanya perasaanmu saja?”.
Bersikap layaknya manusia kadang memang sulit. Menerima kenyataan, menunjukkan ketidakmampuan untuk menjangkau semua hal di dunia ini. Mengakui ada batasan untuk setiap usaha. Berusaha tidak untuk dikenang sebagai pahlawan. Bapak menunjukkan diri sebagai manusia, biasa dan mengenal akhir. Membujuk kita bersikap adil, karena setiap kemungkinan bisa hadir.
#H
Senin
Sungguh. Aku mencintai kehidupan. Aku berusaha bertahan hidup, dengan segala kepicikan. Aku merasa iri, disaat yang tidak jauh beda, kalian bisa bertahan sampai batasnya. Melewati batasan kalian, bahkan. Mungkin benar, apabila mati muda merupakan sebuah keburuntungan. Setelahnya memang tidak pernah dilahirkan. Tidak harus menyesali dosa kalian, tidak menambah kebodohan kalian. Selamat jalan.
Kalian cuma tidak lagi mempunyai kesempatan.
unposted
I didnt read that much last year (shame!), but I enjoyed The Hundred-Year Old Who Climbed Out of the Window by Jonas Jonasson
#7
40th If Ekonomika Disappeared from the World
#5 desemba
Saat kamu mulai tumbuh dewasa, sedikit demi sedikit membaca, setitik demi setitik mengetahui. Bahkan, kadang perkara yang tidak sengaja kamu tidak ingin ketahui. Mengetahui kenyataan kalau kamu itu pendosa, tak bermoral dan terlanjur bodoh.
Sebentar, ini bukan mengenai ketidakmampuan mempertahankan hubungan atau mantan kesayangan yang mulai bahagia dengan kehidupannya.
Lebih dari itu, ini tentang penglihatan yang tidak bisa diatur, otak yang terlanjur kotor. Perihal kebiasaan melanggar hak-hak manusia, perihal menginjak batasan privat seseorang. Aktifitas melecehkan orang melalui komentar yang tak diinginkan, gesture, atau perilaku yang dilakukan orang asing kepada orang lain tanpa persetujuan. Dan dilakukan untuk merendahkan individu lain biasa disebut sebagai catcalling, salah satu bentuk pelecehan.
Mungkin awalnya, karena saya lelaki, menganggap memandangi perempuan cantik, berpakaian sedikit terbuka. Lalu bertukar komentar dengan teman mengenai perempuan tersebut. Terkadang malah iseng meluncur kalimat, “hai cantik, ngga kedinginan?” atau ajakan berkenalan, “sendirian mbak? boleh kenalan?" Parahnya, kebanyakan kita beranggap itu sebagai pujian, apresiasi. Tapi bukankah itu bisa saja dianggap sebagai pelecehan? Di Indonesia pelecehan dengan tendensi seksual terhadap perempuan di jalan merupakan peristiwa yang seolah dibiarkan.
Menyadarinya, menyebarkan perilaku seksis dan lelucon merupakan pemicu pelecehan lainnya. Dan bukankah perempuan pun punya hak untuk mengenakan pakaian apapun yang disukainya. Tubuhnya bukanlah objek menyalurkan hasrat lelaki, apalagi melakukannya di ruang publik. Sesederhana lirikan mata yang tajam, jadi kategori yang membuat ketidaknyaman. Seperti jadi hal yang wajar, ketika mereka kebanyakan tidak dapat membela dirinya sendiri.
Bagaimana cara mereka melakukan perlawanan? Apabila, kita masih menganggap itu hal yang wajar. “Salahnya pake pakaian menggoda, orang namanya juga lelaki”, pembelaan yang kerap terlontar dari mulut lelaki. Tidak jarang, mengaitkan dengan ayat Tuhan perihal kewajiban menutup aurat, sebagai pembelaan pamungkasnya. Disadari atau tidak, kewajiban menutup aurat didahului ayat yang mewajibkan lelaki menjaga pandangannya.