"Senyumanku"
"Bagaimana jika ini adalah ramadhan terakhir mu?" Terbesit kata-kata itu di kepalaku saat kemarin hendak ku pulang. Ku tatap langit malam begitu indahnya penuh bintang nan berkerlap-kerlip dari beribu mil jaraknya seakan menyapa sepasang mataku yang menanti peraduan indah tempat ku kembali. Pemandangan yang seperti tak pernah ku temui namun semalam begitu indahnya menyapaku.
Memori beberapa tahun yang lalu ketika aku menangis saat tengah simak kotbah Sholat Ied di Masjid Baitus Salam teringat kembali. Ada apa ini? Entahlah, yang ku tahu perjuangan masih jauh dari kata usai, masih banyak dari sisi duniaku yang belumlah aku raih. Masih dunia lagi dan lagi, serasa penat bahu ini memikul nya, hingga ingin rasanya sesekali ku tanggalkan dan aku tak peduli lagi.
Aku ingin buat-Nya tersenyum, aku ingin selalu Dia yg kutuju. Bagiku senyumku saat ini adalah tanda syukur, tanda cukup bahwa dengan ini aku tapaki hidupku. Rasa lelah berjalan sendiri, rasa letih memahat hati nan senantiasa ter lapangkan oleh anugerah Illahi, aku tak rasakan lagi. Rasa itu kini menjadi Lillah, meski belum semahir para suffi, meski masih tertatih dalam mencintai, namun tetap kutapaki.
Bagiku senyum ibadahku, senyum rindu akan Mu Ya Rosul. Damba haru ingin rasanya ku berziarah ke makam Mu, menyapa dua sahabat Mu. Semoga ini bukanlah ramadhan terakhir bagiku.
//Tulungagung, 09-05-2019, malam lima Ramadhan~






