
pixel skylines

❣ Chile in a Photography ❣
we're not kids anymore.
🪼
occasionally subtle
YOU ARE THE REASON
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
wallacepolsom

Andulka

Love Begins

JBB: An Artblog!
Sade Olutola

No title available

Discoholic 🪩
cherry valley forever
todays bird
No title available
Three Goblin Art
trying on a metaphor

祝日 / Permanent Vacation
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from India
seen from Switzerland

seen from Germany
seen from Brazil

seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from India

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@elsagiatri
Nangissssssssssssss
Di antara kebaikan Tuhan padamu, saat kamu dijauhkannya dari hal-hal yang tidak layak untukmu. Maka apa yang tidak kamu dapatkan bukan berarti kamu sengsara, dan apa yang kamu dapatkan belum tentu baik untukmu, sebab bisa jadi ia datang sebagai ujian.
Sikapi saja bahwa ketetapan Allah itu selalu baik, kadang ia datang sebagai hadiah maka selayaknya kamu bersyukur, dan kadang pula ia singgah sebagai ujian maka seharusnya kamu bisa sadar dan lulus darinya.
Selamat menenangkan diri atas apa yang hilang dan apa yang datang.
@jndmmsyhd
Karna hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.
150522
pernah nggak sih rasanya ingin membelah diri bukan karena harus menyelesaikan banyak tantangan dan pekerjaan melainkan karena ingin punya teman untuk melalui semuanya? teman yang benar-benar memahami. teman yang bisa memeluk dan mengatakan, "aku ada."
ada kalanya kita sendirian tetapi rasanya ramai karena diri kita penuh dan utuh. ada kalanya pula kita dikelilingi banyak orang tetapi rasanya sepi karena tidak ada yang mengatakan, "aku ada." rasanya tidak ada yang benar-benar ada.
tapi, Allah ada. Allah ada dan selalu ada. pertolongan Allah hadir dalam berbagai rupa. tak melulu lewat orang-orang yang kita harap selalu mengatakan, "aku ada." pertolongan Allah akan selalu memeluk kita.
Allah ada.
Sosok
Pic. from Tumblr
Sebelum memilihkan suami buat dirimu pribadi, maka terlebih dulu pilihlah calon ayah yang baik untuk anak-anakmu.
Seseorang yang kelak mampu mendidik dengan contoh bukan hanya dengan retorika berlebih.
Seseorang yang kelak menjadi sosok ayah bukan sekedar sandangan gelar ayah.
Seseorang yang lapang dan luas hatiya. Yang ketika menasehati, ada teduh di dalam kalimatnya.
Seseorang yang hadirnya selalu dicari dan dirindukan bukan hanya oleh dirimu tapi juga oleh anak-anakmu.
Seseorang yang kelak anak-anakmu akan terus menerus bersyukur memiliki ayah sepertinya.
Hingga kelak ia meninggal dunia, anak-anaknya tidak melupakan baktinya kepada ayahnya tersebab segala kebaikan telah melekat paripurna dalam hati buah hatinya.
Aku kagum pada mereka, sosok ayah yang selalu dirindukan hadirnya di dalam syurga kecilnya. Semoga kelak mas(ku) pun demikian, padanya kusimpan kekaguman yang besar tersebab tingkah, tutur, dan figure yang melekat pada dirinya. Sebagai sosok yang akan selalu kurindukan dan kunanti hadirnya di depan pintu rumah, bukan hanya aku tapi anak-anak-ku pun demikian.
Barakallaahu fiikum❤️
Tidak setiap yang kamu butuhkan Allah langsung berikan, "tapi bukankah Allah mengabulkan doa dan memberi pertolongan ketika aku sedang memerlukannya?".
Kebaikan dan upah atas hasil sabarmu itu tidak selalu dibayar kontan di dunia, jika kamu tidak mendapatkannya sekarang hingga akhir usiamu maka ganjaran dan kebaikan itu akan kamu dapatkan kelak di surga, dengan imbalan yang lebih besar dari mereka yang Allah kabulkan di dunia.
Dunia ini terlalu kecil untuk dijadikan upah, teman.
Ada yang diberikan dan dijawab doanya saat ia butuhkan, ada pula yang Allah berikan namun setengahnya dulu agar sisanya bisa diberikan kelak di surga, dan ada pula yang Allah tahan untuk memberikannya di dunia agar ia mendapat kenikmatan yang maksimal nanti setelah kematiannya.
Doa dan ijabah itu tidak pernah sepele dan kecil dihadapan Allah, itulah mengapa Allah mencintai mereka yang meminta pada-Nya. Tidak peduli selama apa kamu berdoa dan menangis, tetap saja mahal bagi Allah.
Namun, barangkali kamu meminta dengan tidak beradab dan meninggalkan apa kewajibanmu. Jangan hanya meminta hak tapi kewajiban tidak kamu kerjakan, bukankah itu sangat keterlaluan?
Hari ini aku belajar, dari hujan yang turun terus-menerus tanpa putus. Barangkali ada dari hamba-Nya yang membutuhkan waktu terbaik untuk berdoa, atau Allah memberikan kesempatan bagi mereka yang lupa akan berdoa. Bagaimana pun, ada ucapan syukur masih bisa menikmati hujan yang membawa kebaikan.
@jndmmsyhd
What should i do
Mundur gabisa, maju gatau langkah apa yang mau diambil
281220
Halo tumblr! long time no see.
Tumblr emang cocok bgt buat yang mau istirahat dari gemerlapnya instagram dan hiruk pikuknya twitter. Ga kerasa udh lama bgt ga nulis, kt belajar mulai nulis lg ya tumb ❤️🤗
8/9/2020
Semua yang bersumber dari Allah itu baik ketentuannya.
Iya kan?.
Life is weird.
Mengerti arti Bacaan Sholat
Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan mendapatkan apa itu ke Khusyuk an dlm melaksanakan Sholat Fardhu kita. Rasulullah SAW bersabda “sholatlah seakan-akan engkau sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmu” ( Rukun Ihsan ).
Mari kita mulai belajar meresapi arti dari bacaan Sholat kita. Karena Sholat merupakan Dzikir yang sempurna.
Takbir Takbiratul Ihram —-> ALLAAHU AKBAR
(Allah Maha Besar)
Iftitah Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila. (Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang). Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin. (Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik) Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin. (Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam). Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin. (Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)
Al Fatihah Adapun Rasulullah SAW pada waktu membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya. Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim) (Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang) Alhamdulillaah, Rabbil ‘aalamiin (Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta ‘alam) Arrahmaan, Arrahiim (Maha Pengasih, Maha Penyayang) Maaliki, yaumiddiin (Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali) Iyyaaka, na’budu, wa iyyaaka, nasta’iin (Hanya KepadaMulah, kami menyembah, dan hanya kepadaMulah, kami mohon pertolongan) Ihdina, asshiraathal, mustaqiim (Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus) Shiraath, alladziina, an’am, ta ‘alayhim (Jalan, yang, telah Engkau beri ni’mat, kepada mereka) Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin. (Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat) Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Rasulullah bersabda “Apabila engkau berdiri utk shalat bertakbirlah lalu bacalah yg mudah dari al-Qur’an “.
Ruku’
Lalu ruku’, dimana ketika ruku’ ini beliau mengucapkan :
Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi, Wabihamdihi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
—-> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali. (Hadits Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani) Rasulullah sering sekali memperpanjang Ruku’, Diriwayatkan bahwa : “Rasulullaah SAW, menjadikan ruku’nya, dan bangkitnya dari ruku’, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.” (Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
I’tidal
Pada saat ketika kita i’tidal atau bangkit dari ruku, dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, seiring Rasululullah SAW menegakkan punggungnya dari ruku’ beliau mengucapkan:
Sami’allaahu, li, man, hamida, hu “Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim) “Apabila imam mengucapkan “sami’allaahu liman hamidah”, maka ucapkanlah “rabbanaa lakal hamdu”, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya SAW (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)
Hal ini diperkuat pula dengan : Disaat Rasulullah sedang Sholat berjamaah, lalu ketika I’tidal beliau mengucapkan “Sami’allaahu, li, man, hamidah” lalu ada diantara makmun mengucapkan “Rabbanaa lakal hamdu”, Lalu pada selesai Sholat, Rasul bertanya “Siapakah gerangan yang mengucap “Rabbanaa lakal hamdu”, ketika aku ber I’tidal? Aku melihat para malaikat berlomba lomba untuk menulis kebaikan akan dirimu dari jawaban itu”. Maka sudah cukup jelas bahwa mari kita mulai melafalkan : Rabbanaa, lakal, hamdu (Ya Tuhan kami, bagiMulah, segala puji) Kesmpurnaan lafadzh diatas :
mil ussamaawaati, wa mil ul ardhi, wa mil u maa shyi’ta, min shai in, ba’du (Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya) (Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu ‘Uwanah)
Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do’a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW. Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu. Subhaana, rabbiyal, a’laa, wa, bihamdi, hi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya) Duduk antara dua Sujud
Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita melafadzkan seperti yang dilakukan Rasulullaah, dan bacalah do’a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Di dalam duduk ini, Rasulullah SAW mengucapkan :
Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii wahdinii, wa ‘aafinii, Wa’Fuanni
(Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku) Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim). Duduk At-Tasyaahud Awal
Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu ‘Uwanah, Asy-Syafi’i, dan An-Nasa’i. Dari Ibnu ‘Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepada kami. Beliau mengucapkan : Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah. Assalaamu ‘alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu ‘alayna wa ‘alaa ‘ibaadillaahisshaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah. (dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, ‘abduhu, warasuuluh)
2. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah. Dari Ibn Mas’ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau - sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepadaku : —-> (Mari diresapi setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk) Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat. (Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan). Assalaamu ‘alayka *, ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu , wahai Nabi, dan beserta rahmat Allah, dan berkatNya). Assalaamu ‘alaynaa, wa ‘alaa, ‘ibaadillaahisshaalihiiin. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh). Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah. (Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allah). Wa asyhadu, anna muhammadan, ‘abduhu, wa rasuluhu. (Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya).
Notes : * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan : Assalaamu ‘alannabiy (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi). Bacaan shalawat Nabi SAW di akhir sholat
Rasulullah SAW. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari’atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya. Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum/biasa kita lafadzkan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.
Allaahumma, shalli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa, aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, shallayta, ‘alaa ibrahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Wa ‘barikh alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, baarakta, ‘ala ibraahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Fil Allamina Innaka, hamiidummajiid. (Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
Salam
“Rasulullah SAW. mengucapkan salam ke sebelah kanannya :
Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah, serta berkatNya),
sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.”
( Hadist Riwayat : Abu Daud, An-Nasa’i, dan Tirmidzi )
Mari di perhatikan, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih lengkap daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua )
————————————————————————————————————————-
Subhanallah dan Alhamdulillah, Maha Benar Allah atas segala FirmanNya. Luar biasa sekali ya arti dari bacaan Sholat ini. Makin merunduk kita, makin terlihat kecil kita, makin menangis kita.
Saya berharap agar ini menjadi bagian dari jalan kemudahan untuk kita di dalam menggapai khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan. Maka jika kita tahu dan mengerti akan nikmatnya shalat itu, mari kita share ke keluarga kita.
Selamat meresapi dan jangan lupa untuk share ke orang orang yang kita cintai.
Ramadhan kali ini. Banyak momen yang bakal dirinduin. Momen ketika badan udah ga tidur 36 jam non stop, dinas masih tetep lanjut, tapi Allah masih ngasih semangatnya dan badan yang Alhamdulillah sehat buat ga nyianyiain 10 malam terakhir ramadhan. Ya Allah ga ngerti lagi ini badanku emang badan babu rodi apa gimana mgkin karna udah teruji zaman koas wkwk. Momen pre-i'tiqaf yang kudu wajib minum iced coffee mcD dulu baru bisa on, kopi lain mah lewat.
Keinget momen lagi diam sunyi di mobil capek galau mau tidur aja apa ke masjid, tiba2 ada yang nyeletuk "tau ga sih dalam keadaan capek2 gini blum tidur kita tu dikasih pilihan milih tidur dirumah atau lanjut ibadah di masjid, mau tau ga dibalik itu, hadiah Allah pasti BESAR bgt, pahalanya pasti gede. Yakin mau nyia-nyian? Allah memang menyiapkan malam untuk istirahat, tapi untuk 10 malam terakhir ramadhan mgkin beda. Lagian bisalah tidur 1-2 jaman ntar" oke sip ini omongannya udah setaralah sama kopiko88 bikin on fayeeerrr.
Momen ketika imam bacain surat ar-rahmaan yang notabennya psti udah sering denger jg, entah kenapa itu malem tiba2 sunyi dan ketika "Fabiayyi alai rabbikuma tukaththziban?" dilantunkan berkali2, ini sukses bikin mewek ga berhenti2. inget diri masih kurang bersyukur, Allah maha pengasih sejauh ini banyak hal baik untuk diriku, tapi masih aja kadang ga bersyukur, masih ngeluh, masih suka banyak bikin dosa. Ya Allah, kalau masih adalagi kesempatan buat ngerasain damainya hati kaya gitu lagi, anything forr yaaaa.
Iya masih banyak lagi momen-momen yang gabisa ditulisin saking membekasnya cuma bisa dirasain. Semoga tahun depan masih dikasih kesempatan dan kesehatan lg. Till we meet again ramadhan, inshaAllah :')
Malam Lailatul Qadar
Malam hari ini adalah malam pertama pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Maka, kesempatan yang berharga ini janganlah disia-siakan. Kesempatan untuk memperoleh malam yang lebih baik dari 1000 bulan.
Mari kita cari Lalilatul Qadar dengan cara iktikaf di masjid terdekat. Perbanyak amal ibadah yang bermanfaat. Baca dan renungi Al-Qur'an dengan giat. Dzikir pula jangan sampai terlewat. Dan yang terpenting, do'a-do'a jangan lupa kita lantunkan dengan khidmat.
Semoga kita semua bisa diberi kemudahan oleh Allah untuk menjemput malam yang penuh kemuliaan. Semoga kita semua bisa mendapatkan Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Dari Sayyidah Aisyah r.a., berkata : “Aku bertanya, "Ya Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah :
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)
So there has come to you Ramadhan, a blessed month. Hopefully we can prepared anything in ramadhan with the best we can do.
Marhaban ya ramadhan, maaf lahir bathin💕
arta
“Money makes your life easier. If you’re lucky to have it, you’re lucky”
Buat sebagian orang, uang itu enggak penting. Sayangnya, hampir semua yang penting-penting butuh uang. Seenggaknya untuk tiga kebutuhan paling dasar: sandang, pangan, papan. Ada penganan untuk dimakan, pakaian untuk dikenakan dan bangunan untuk berkesibukan. Tapi, kebutuhan enggak berhenti di situ. Kita juga berencana untuk berpasangan, berketurunan dan bertualangan. Untuk ketiganya, diperlukan simpanan.
Pernahkah di satu waktu kamu cicipi dua kenyataan? Ibarat mata koin yang berdempetan tapi wajahnya berlainan. Legit juga pahit. Saya pernah, rasanya unik.
Di satu sisi, seorang sahabat baru aja menuntaskan rasa cemas di momen kelahiran anak perdana. Lega nan bahagia. Untuk biaya bersalin, pos khusus disisihkan secara berkala dari kantong pribadi. Saat proses menegangkannya usai, puluhan juta rupiah harus dibayarkan untuk ongkos persalinan dan pengobatan. Jumlahnya memang enggak kalah menegangkan. Namun, cuma bermodalkan ketegangan enggak serta merta melunaskan tagihan. Tetep. Harus ada duit.
Di sisi sebaliknya, seorang pekerja bangunan langganan keluarga mendadak mampir ke rumah untuk mengadu penuh sendu. Ia tengah dilanda kerepotan hebat selepas persalinan sang istri. Bayinya terlahir sungsang sehingga harus ada dana tambahan untuk memuluskan kepulangan istri dan anak tercinta ke rumah kontrakan.
Di lubuk hatinya yang terdalam, ia bingung dan malu. Bingung harus mengupayakan pinjaman kemana dan malu karena akhirnya kepada kamilah ia memohon iba. Raut wajahnya nelangsa. Lisannya terbata-bata bercerita tentang ketidaksanggupannya membayar beban sebesar empat juta. Iya, empat juta. Harga yang enggak lebih mahal dari ponsel pintar yang kita semua punya. Jumlah yang cuma sepersekian saldo tabungan kita.
Dua orang di dua kenyataan sama-sama resmi jadi bapak, tapi urusan duit membedakan jalan cerita. Mereka yang mampu, dilimpahkan kelancaran. Mereka yang enggak mampu, dilimpahkan ketabahan. Biarpun, mutlak harus ada dana yang besarnya butuh bertaun-taun menabung untuk pengeluaran persalinan. Besaran angka yang mahalnya enggak terduga namun sepadan untuk keistimewaan menimang keturunan.
Dulu saya heran dengan alasan untuk jadi berkecukupan. Kenapa harus sejahtera? Kalau motifnya kebahagiaan, toh banyak yang kaya tapi enggak sentosa. Lagian kalau kebutuhan udah terpenuhi untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, keinginan kan harusnya selesai. Ada sebagian yang enggak mau numpuk harta banyak-banyak. Secukupnya, katanya. Tapi apadaya kalau keinginannya enggak pernah selesai. Jadinya, enggak pernah cukup karena keinginan selalu membalap kebutuhan.
“Pa, kenapa kita harus berkecukupan?” tanya saya penasaran di satu sore. “Enggak akan ada habisnya kalau kamu cuma ingin sejahtera sendirian. Alasan kenapa kita harus berkecukupan, biar bisa mencukupi orang lain” jawab papa.
Nyatanya, mementingkan diri sendiri enggak akan ada ujungnya sejak kita tercipta sebagai makhluk yang enggak pernah puas. Bukankah harta adalah titipan-Nya untuk bekal tinggal di dunia yang sementara? Kenapa harus menggilai sesuatu yang enggak dibawa mati? Berharta dengan bijak berarti melibatkan pikiran sehat untuk menjauhi keserakahan dan mau mengalokasikan pundi demi maksud berbagi.
“Never respect men merely for their riches, but rather for their kindness; we don’t value the sun for its height, but for its use”. Harta ialah benih penuh guna untuk disebar pada ladang kebermanfaatan yang bisa menghidupi orang lain. Dengan benih dan cara tanam yang baik, besar kemungkinan untuk kita bisa memanen hal baik. Investasi kebaikan. Juga sebaliknya. Berharta bukan karena ingin ditinggikan, tapi karena harus memberdayakan.
Betapa panjang jalur distribusi rejeki yang datang dari-Nya, betapa banyak manusia yang berpartisipasi jadi perantara dalam penambahan tiap sen uang kita. Andai kita lebih sering inget betapa ajaibnya kisah para dermawan yang semakin mapan, malah semakin rajin menyalurkan bantuan. Semakin rajin menyalurkan bantuan, malah terus tambah mapan. Mungkin kita cuma lupa, kalau urusan rejeki sepenuhnya enggak pernah masuk dengan itungan logika.
Kenapa harus takut pada kemiskinan saat kita menghamba pada Dzat Yang Maha Kaya. Percayalah, berupayalah.