Menanti sang buah hati untuk terlahir kedunia merupakan hal yang sudah pasti membuat rasa penasaran, cemas, bahagia, dan haru bercampur menjadi satu. Salah satu pertanyaan yang paling mendasar yaitu apakah kita sudah siap untuk menjadi orang tua yang bijak? apakah kita mampu untuk dapat memberikan yang terbaik untuknya? dan masih banyak lagi pertanyaan untuk diri kita sendiri. Tapi yang paling dekat pertanyaan untuk ibu hamil adalah apakah kita sanggup untuk melahirkan secara normal, sehat, mudah, dan lancar? Yes, mulai detik ini pesan positif itu harus mulai ditumbuhkan, dibangun, ditanamkan dalam benak kita.
Saya merupakan tipikal orang yang mengusahakan apapun yang menjadi keinginan saya walaupun belum tentu hasil akhirnya akan sesuai dengan harapan saya, namun setidaknya kita sebagai manusia yang diberi kesehatan jiwa dan pikiran, sebaiknya berusaha itu lebih baik jadi apabila tidak berjalan sesuai kehendak, toh kita sudah berusaha sesuai kemampuan kita (bukan berarti ngoyo/obsesi/over expect ya)
Persiapan saya menjelang melahirkan yaitu banyak mencari informasi seputar bagaimana proses melahirkan secara nyaman, tenang, tanpa rasa takut (gentle birth). Dari sana saya mulai mengedukasi diri, melakukan pemberdayaan diri melalui yoga di rumah, mulai rajin mengikuti senam hamil di RS, dan rencana mengikuti kelas Childbirth Education (CBE) yang diselenggarakan oleh @nujuhbulanstudio. Sebenarnya sudah lama sebelum hamil saya mendengar kelas persiapan melahirkan dari instagram teman-teman saya. Sehingga saat hamil muda di sekitar trimester 1 saya sudah exited untuk mencari informasi seputar kelas ini. Sampai pada akhirnya saya mendaftar untuk batch tanggal 7-8 Oktober 2017.
Kelas CBE ini dibagi menjadi 2 hari. Hari pertama pertemuan banyak membahas mengenai dasar pemikiran kita bagaimana proses melahirkan itu terjadi, apa saja yang berperan dan mempengaruhi saat itu, harapan, keinginan, serta beberapa teknik relaksasi diberikan saat sesi itu. Kata kunci hari pertama adalah “Breathing, Movement, and Relaxation”. Selanjutnya pada hari kedua pertemuan lebih banyak membahas kasus/tanya jawab, posisi bayi, posisi melahirkan, persiapan menjelang kelahiran. Kegiatan yang paling seru yaitu saat simulasi proses bukaan dan proses kelahiran. Sehingga bayangan mengenai bagaimana proses nanti yang akan kita hadapi kurang lebih ya seperti itu. Kata kunci saya dihari kedua adalah “bayiku dalam keadaan optimal”. Akhir dari kelas kami disuguhkan sebuah video mengenai beberapa proses kelahiran bayi untuk berbagai posisi, dan ekspresi. Banjir haru air mata di wajah saya dan suami melihat betapa indahnya mukjizat Allah dari sesosok janin kecil yang tumbuh dan terlahir menjadi seorang bayi melalui bervariasi kesakitan sang ibu. Pemikiran saya bahwa kehamilan bukanlah proses perjuangan sang ibu saja. Namun proses kerjasama yang baik bagi ibu, bayi, dan ayah untuk berjuang bersama menghadapi moment kelahiran.
Bismillahirahmanirrahim, dek bantu mama untuk bisa fit lahir bathin ya.
Terima kasih Mba Tia Pratignyo dan Mba Sinta Joy atas pembelajaran dan tips-tips khususnya, semoga kami dapat mengaplikasikannya saat hari H tersebut tiba. Oh ya, studionya juga ok, nyaman dan homey banget. Nuansa pastelnya berasa lembut bangeet.
With Love
Elwindari
Mba Tia Pratignyo dan Mba Sinta Joy
Selalu suka dengan kata-kata positif di dinding ini, sederhana namun berarti
Kelas Persiapan Melahirkan (Childbirth Education) Menanti sang buah hati untuk terlahir kedunia merupakan hal yang sudah pasti membuat rasa penasaran, cemas, bahagia, dan haru bercampur menjadi satu.













