Pernah berada di suatu titik.
Segala ikhtiar telah diupayakan.
Melamar pekerjaan dengan menyusun CV profesional, membentuk portofolio kerja hingga berhari-hari dengan jam tidur yang kurang, menghubungi instansi yang bersangkutan namun tak jua ada jawab, dan mengirimi surat lamaran kerja namun tak pula ada sedikitpun peluang yang terlihat.
Belum lagi rasa rapuh dan futur yang menguasai diri ini pasca Covid kemarin. Terlalu lama off, baik tidak mengisi ataupun tidak diisi kajian dan berpartisipasi banyak rangkaian acara, membuat diri ini terlalu malu untuk muncul dan hadir di depan khalayak massa. Membuat diri ni terlalu down, drop dan ingin segera menghilang. Lelah berjamaah. Ingin keluar dari barisan. Karena pada nyatanya diri ini memang lebih suka lingkungan yang sepi, menyendiri dan merasa repot harus bersosialisasi atau berjamaah.
Hingga di suatu waktu diri ini sudah mulai pasrah.
Tak pernah lagi melakukan hal bodoh seperti mengecek email setiap bakda subuh ataupun sebelum tidur--demi menanti balasan dari surat lamaran kerja yang di kirim ke berbagai instansi.
Hingga di suatu waktu diri ini sudah tak peduli lagi harus bekerja apa--demi membuat diri ini move on dari masa lalu.
Tiba-tiba, pada tanggal 5 Agustus 2021, Allah memberi saya kejutan.
Rasanya, seperti Allah datang untuk melamar saya.
Allah memang selalu punya rencana yang terbaik bahkan jauh dalam jangkauan logika manusia. Bahkan benarlah kalau ada yang mengatakan rezeki itu suka datang dari arah yang tak disangka-sangka.
Sore itu, saya mendapatkan pesan whatsapp dari media pusat yang ternyata tujuannya menghubungi saya adalah untuk mengajak saya bergabung dengan mereka. Mengelola fanspage, menjadi admin, menjadi operator live streaming setiap pekan, dan menginput data dari website resmi adalah jobdesk yang ditawarkan kepada saya.
Sungguh seperti sebuah keajaiban.
Matahari seolah muncul dengan terik di tengah-tengah hujan deras. Sunshower. Keadaan yang sebelumnya mendung dengan awan kelabu hingga mengundang gerimis dan kelak menjadi guyuruan hujan yang tak berkesudahan, turun dengan lebat, tiba-tiba saja ada cahaya matahari yang menyinari langit dan menghadirkan angin syahdu serta menjadikan hujan yang tadinya lebat menjadi perlahan berhenti turun jatuh ke bumi.
Saya tak peduli apakah kelak saya akan memperoleh mukafaah dari sana atau tidak. Yang jelas, ini adalah salah satu nikmat dari Allah SWT untuk mengeluarkan saya dari hari-hari tanpa kesibukan yang sudah menjadi rutinitas saya selama 4 tahun terakhir.
Rasanya hampa, kosong dan aneh jika hari yang saya lalui tidak sepadat biasanya. Rasanya aneh jika tidak bekerja dan tidak ada deadline yang menggebu-gebu. Dan rasanya akan menyakitkan jika terlalu lama tidak mendapatkan pekerjaan karena saya akan terus terjebak dengan bayang-bayang masa lalu.
Begitulah kisah ini bermula.
Dari seorang wanita naif yang dulu sama sekali tak mengerti dunia kerja.
Seorang wanita yang tak mengerti apakah portofolionya selama ini ditonton dan dilirik oleh instansi terkait.
Seorang wanita yang kerap menunggu balasan email lamaran kerja setiap pagi, siang, sore bahkan menjelang tidur, namun tak jua satupun ada balasan layaknya kisah-kisah para freshgraduate pada umumnya.
Seorang wanita yang sedang futur, lelah berjamaah dan berkali-kali meminta keluar dari barisan kepada orang tuanya.
Seorang wanita yang masih saja terjebak dengan kenangan buruk masa lalunya karena tak ada kesibukan yang membuat pikirannya teralihkan.
Seorang wanita yang bersedih melihat teman-temannya sudah ada yang bekerja di instansi lain, punya bisnis yang sukses ataupun pada menikah satu persatu.
Sepertinya, Allah memang sedang sangat menguji kesabaran saya.
Hingga memberi rezeki yang tak pernah terduga-duga sebelumnya.
Mana pernah saya memiliki nyali untuk bisa bergabung dengan media pusat.
Paling yang saya ingat, hanya sedikit terbesit untuk bisa bergabung di tim media dakwah, namun rasanya kecil kemungkinan untuk bisa bergabung dengan media pusat.
Bahkan yang paling parah, saya tak pernah mengirimkan sama sekali surat lamaran kerja, CV Pribadi saya, ataupun portofolio karya-karya saya baik berupa desain, video ataupun audio.
Namun, Allah datang melalui perantara salah seorang dari tim media pusat untuk merekrut saya bergabung dengan mereka. Rasanya benar-benar tersentuh, sy yang biasanya melamar pekerjaan ke sana kemari seolah kini giliran saya yang dilamar oleh Allah melalui perantara orang tersebut. Direkrut itu sama saja seperti saya dilamar--begitu pikir saya.
Rasanya juga, Allah benar-benar masih mencintai hambanya yang penuh kehinaan dan banyak dosa ini. Bagaimana tidak? Disaat motivasi untuk keluar dari jamaah dan berhenti berdakwah dengan para pengemban dakwah lainnya sangat sering menggoda jiwa dan hati diri ini, Allah tiba-tiba datang untuk merangkul saya. Seolah menahan saya untuk berbuat demikian. Seolah menunjukkan langsung kasih sayang Allah, bahwa saya tak boleh berhenti, bahwa saya harus segera bangkit dari rasa futur saya, bahwa saya harus tetap berjamaah dan berdakwah dengan barisan. Itulah mengapa Allah tiba-tiba melamar saya untuk bergabung dengan tim media pusat.
Masya Allah, skenario Allah yang Maha Indah.
Tak pernah terbayangkan sebelumnya untuk mendapatkan pekerjaan di tempat ini bahkan tanpa mengirim sedikitpun berkas persyaratan kerja pada umumnya.
Bahkan tiba-tiba saya dimasukkan menjadi panitia acara besar 1 Muharram 1443 H, yakni Hijrah Bareng-Bareng bukan seperti jobdesk yang ditawarkan sebelumnya, saya malah disuruh menjadi desainer dari rangkaian acara tersebut.
MasyaAllah, jika bukan karena kehendak Allah, jika bukan karena Allah yang menggerakkan hati mereka, bagaimana mungkin mereka bisa mengamanahkan hal tersebut kepada saya disaat saya sama sekali belum pernah memberikan portofolio kerja saya selama ini?
Kisah mengharukan tersebut insyaAllah akan saya lanjutkan pada postingan berikutnya.
Menggambarkan bagaimana Allah memang Sang Maha Pemberi Kejutan.
Allah memang tak pernah meninggalkan hambaNya sendirian.
Allah memang akan selalu memberikan hikmah dibalik kejadian paling buruk sekalipun.
Karena Allah selalu ada untuk hamba-hambaNya.
Bahkan yang hina di mataNya.
Allah selalu ada untuk kita, selama kita selalu berusaha mempercayainya.
Dan tak ragu akan kuasanya.
MasyaAllah, tabarokallah.
#UngkapanRasa 05 Agustus 2021.