Kala
Kala (kb. Waktu)
Yang fana adalah waktu. Kita abadi: memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai suatu hari kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu. Kita abadi.
Begitu indah untaian sajak Sapardi Djoko Damono. Andai aku diminta untuk bersemedi puluhan tahun, pun belum tentu bisa merangkai sepiawai itu. Ah, tak mengapa. Toh, aku bukanlah…
View On WordPress













