20230923 Belajar Masak 😋
seen from Russia

seen from United States
seen from Argentina
seen from Pakistan
seen from United Kingdom
seen from Georgia

seen from United States

seen from United States
seen from Argentina
seen from United States
seen from Italy
seen from Australia
seen from Sweden

seen from United States

seen from Mexico
seen from United States
seen from Sudan
seen from United States

seen from Russia

seen from United States
20230923 Belajar Masak 😋
Halo sobat bunda semuanya kali ini bunda memasak sayur tahu bumbu kuning
https://youtu.be/_6AFAx_xwJE
Belajar Memasak
Kalau yang kenal aku pasti udah tau kalau anaknya gak bisa masak sejak dulu. Cuma bisa goreng telur, masak mie goreng/rebus, rebus air, dan masak nasi. Masak sayur? Pernah sekali coba masak sayur bening, hasilnya adalah rasa bawang putih. Gapapa, namanya juga belajar ala kadarnya.
Sekarang karena lagi stay at home, dan kebetulan lagi idul adha, dengan bantuan resep di youtube (dan ditemani oleh ibu tentunya), aku ternyata bisa masak beef teriyaki [menitikkan air mata]. Sebenernya udah lupa gimana rasanya beef teriyaki, tapi ya udah lah kalau nurut resep itu katanya beef teriyaki ya udah pokoknya beed teriyaki!
Oke, mumpung dagingnya masih banyak, kapan hari mau nyoba menu lainnya. Mari belajar masak biar kalau nikah ga makan mie goreng telur mulu!
Resep dan Cara Membuat Ayam Lado Untuk Pemula Yang Enak Bikin Nagih!
Resep dan Cara Membuat Ayam Lado Untuk Pemula Yang Enak Bikin Nagih!
Resep Ayam Lado. Pengen buat sajian lezat ala masakan Padang? Coba saja bikin ayam lado seperti ini, dijamin masakan ayam lado ini membuat siapapun yang mencicipinya bakal ketagihan. Cocoklah disajikan untuk menu makan malam atau makan siang keluarga dirumah, atau cocok juga buat bekal anak dan suami ke kantor. Baca juga: Resep Gulai Cincang Daging Sapi Padang, Resep Asli Masakan Padang dan Cara…
View On WordPress
Asik, Akhirnya Saya Punya Akun di Cookpad!
Mungkin menurut sebagian orang, punya akun di Cookpad adalah hal yang biasa saja. Wong buatnya gratis, kita juga bisa copas resep dari mana-mana buat ‘menunjukkan’ kalau kita bisa memasak. 😃 Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini saya senang banget sama aplikasi ini. Telat yah hehehe
Saya adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Saya diajarin memasak sedari SD. Oleh ibu saya tentu saja. Masakan…
View On WordPress
MEMASAK; dari Ogah menjadi Doyan Parah
Dulu semasa masih sekolah dan tinggal di rumah, aku paling malas jika diminta membantu ibu masak, aku akan lebih memilih membantu beres-beres atau bersih-bersih rumah. Bagiku waktu itu, kepuasan melihat sesuatu yang tadinya kotor & berantakan berubah jadi bersih & rapi itu lebih menyenangkan daripada harus berkutat dengan dapur dan aneka bumbu-bumbuan. Alhasil, aku tidak pernah memasak yang benar-benar memasak, hanya terkadang membantu Ibu mengiris/mengulek bumbu. Padahal, sebenarnya, masa itu adalah kesempatan emas berguru pada Ibu yang bakat masak enak menurun bakat nenekku. Malah Bapak pun pernah bilang sebenarnya aku juga bakat masak seperti Ibu setelah beliau makan masakanku (saat ada momen "terpaksa masak" menggantikan ibu yang tengah sakit kala itu). Namun tetap saja, aku enggan mengasahnya hingga 'bakat' itu sepertinya tak mungkin lagi menurun kepadaku.
Namun sesuatu yang bernama waktu menjadi sarana Tuhan memutarbalikkan keadaan. Allah rupanya menakdirkan aku hidup jauh dari ibu terdampar di luasnya bumi perantauan. Perantauan ini salah satunya membuatku sadar bahwa aku harus bisa memasak sendiri.
Dimulai ketika KKN yang beranggotakan mayoritas laki-laki yang sebagian besar masih dipengaruhi oleh pemikiran masyarakat bahwa yang lazim memasak adalah perempuan, maka mau tak mau aku terlibat dalam hal masak-memasak. Untungnya satu-dua kawan kami sudah terbiasa memasak dan masakannya dijamin enak. Tapi terkadang mereka tak selalu ada di tempat dan aku harus menggantikan dengan kemampuan seadanya. Mulailah kata "andai" bermunculan. Andai aku mau belajar masak dari ibu. Andai aku membiasakan diri memasak sendiridan tidak hanya membeli. Dan aneka pengandaian itu sia-sia ditelan waktu yang tak pernah bisa kembali ke masa lalu. Sebenarnya, aku bukannya malu kalau kawan laki-laki di KKN tahu aku tak pandai masak. Aku tak masalah dengan itu, justru dengan terbukanya kepada mereka aku mengaku. Yang membuatku tak enak hati justru karena aku tak bisa memberi makan yang enak bagi lidah dan perut mereka. Maka aku kecewa pada diri sendiri.
Dari situlah aku belajar bahwa memasak itu hakikatnya adalah melakukan sesuatu untuk orang lain, bukan hanya diri sendiri. Jika orang lain senang maka kita senang. Jika orang lain tak senang, kita pun takkan merasa puas pada sendiri. Seperti ibu yang setiap hari selalu memasak untuk keluarga kami, dan nampak kecewa bila Bapak menggerutu masakannya, atau bila diantara kami bertiga ada yang tak menghabiskan makanannya.
Maka seperti telat pubernya seorang remaja tua, aku pun merasa telat untuk memulai belajar memasak. Namun "memulai" adalah satu-satunya hal yang harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan. Tak ada pilihan, pun tak ada waktu merutuki penyesalan atas keterlambatan.
Setahun ini, sejak menjelang Ramadhan tahun lalu, memasak menjadi seperti hobi baru bagiku. Aku mulai menekuni dapur kos yang hanya kusinggahi sesekali saat mendidihkan air atau memasak mie instan. Mulai menikmati proses memasak. Bahkan mencoba memberanikan diri untuk memasak sahur bagi beberapa teman kos agar tidak repot keluar dini hari dan mengantri di warung depan. Dari memasak saja, aku belajar banyak. Belajar bahwa "to achieve something good, you have to struggle for it", untuk mendapatkan sesuatu yang enak, kita harus berusaha dan melakukan pengorbanan. Belajar bahwa hasil memang ditentukan oleh sebuah proses. Belajar bahwa yang biasa dan seadanya bukan berarti tak bisa jadi istimewa. Belajar dari momen keasinan, kepedesan, kemanisan, dan kekurang-pasan lainnya bahwa terkadang kita harus mengatasi hati sendiri yang mudah kesal dan kecewa karena tak terwujudnya ekpektasi. Belajar bahwa ternyata benar, kita pasti bisa jika membiasakan. Belajar bahwa ternyata yang memuaskan kita bukanlah pujian orang, melainkan karena telah melakukan hal yang membuat orang lain senang. Mereka senang karena bisa berhemat banyak dengan patungan membeli bahan, senang karena bisa menikmati menu yang lebih bervariasi dari yang biasanya tersedia di warung, senang karena terasa seperti obat rindu rumah dan memakan masakan homemade ibu masing-masing katanya, senang karena kami tak merasa sepi makan sendiri-sendiri tapi bersama saling berbagi, senang karena momen itulah yang semakin mendekatkan kami, dan senang karena kami bisa saling memaklumi kekurangan sekaligus mengapresiasi apa yang sudah orang lain lakukan. Sayangnya, momen indah itu jarang terabadikan.
Maka sejak beberapa bulan ini, aku mencoba untuk mengabadikan sebuah proses belajar yang sedang kujalani. Apalagi aku sadar betul bahwa aku seorang pelupa ulung. Jadi seusai masak, olahan tanganku itu selalu kufoto dan kutulis resepnya dengan bantuan aplikasi Cookpad, sehingga lain kali aku bisa mengeksekusi kembali atau memodifikasi. Terserah lah jika orang di sekitarku mengelus dada melihatku asik memotret sebelum makan bahkan mencibir 'alay', pamer, dan sebutan semacamnya dengan maksud yang serupa. Aku tak ingin lagi melewatkan momen ini, momen ketika aku benar-benar menikmati apa yang kupelajari. Aku akan mengejar ketertinggalan selama ini.
> Ditulis dini hari, 22 Mei 2016 di rooftop E21.
Tips Merayakan Hari Valentine Untuk Wanita Single
WOL – Kata siap jomblo itu ngenes saat tiba waktunya Valentine’s Day? Itu semua hanya mitos. Sebagai jomblo, kamu tak perlu terbawa suasana dan jadi drama queen dan mengeluh tak punya pacar atau sedih karena gak punya gandengan, karena sebenarnya ada banyak hal seru yang bisa kamu lakukan. Pergi Spa dan Pijat Saat Valentine adalah ... http://dlvr.it/KTSB7R
Bubur Ayam
Bahan:
Nasi 3 centong full
Air putih secukupnya
Kaldu ayam 1 kotak
Penyedap rasa secukupnya
Lada secukupnya
Garam secukupnya
Gula jika perlu (tadi sih karena ladanya kebanyakan, so dikoreksi dengan gula)
Topping:
Ayam goreng disuwir
Daun bawang diiris2
Bawang goreng
Telur rebus
Langkah:
Rebus nasi yang telah diberi air
Masukkan kaldu ayam. Dimasukkan secara bertahap aja, sambil dirasain.
Aduuukk terus sampai mengental. Kalau dirasa perlu, tambahkan air.
Masukkan bumbu2 tadi sambil dirasa aja kurang apa.
Apinya dijaga kecil aja dan diaduk terus biar gak hangus. Yang sabar yaa, ternyata it takes sooo long.
Basically, that’s all sih. Hahahaha
Result: Nyummy.. enak dan gurih.