Why not look for the best in people? They are beautiful.
Oke, sekarang lagi kepengen ngomong agak serius. Simak baik baik!
Dalam artikel “The Truth About Beauty” disebutkan, cantik adalah apapun yang secara seksual menarik untuk pria: fitur tubuh molek, bibir yang terlihat ‘penuh’, dagu yang lancip, senyum yang kayak punya daya tarik menarik.
Dale Archer dalam artikelnya di “Psychology Today” mengatakan hal yang lain tentang definisi cantik sebagai: pintar, manis, atau mudah bergaul.
Tapi kenapa yang jadi model dan ikut kompetisi miss universe nggak ada yang delgombes dan gembul? :(
Lantas saya dan mungkin banyak manusia di dunia mengalami kebingungan mengenai definisi cantik, kita percaya pada pandangan umum tentang cantik. Cantik yang dikampanyekan produk pemutih wajah dan iklan shampoo di pasaran. Dalam hati kita tidak begitu memahami sebenarnya cantik itu apa. Sementara di KBBI “cantik” itu: Can·tik a 1 elok; molek (tt wajah, muka perempuan); 2 indah dalam bentuk dan buatannya 3.
Semua orang meski tak mengungkapkan, pasti punya definisi definisinya sendiri soal keindahan. Karena kata Dee hidup adalah proses bertanya, maka kali ini saya mempertanyakan arti kecantikan pada diri sendiri lalu sok sok mengambil kesimpulan bahwa cantik bisa dibagi tiga.. di mata, otak apa jiwa.
Lalu kemarin membaca tulisan pemilik akun @jagungrebus betapa kita sendiri-lah yang membatasi makna karena definis yang diciptakan orang. Membuat cantik indentik dengan berbagai macam kemolekan. Lalu apa kabar perempuan perempuan yang tubuhnya mungil kayak saya dan hidungnya pesek luar biasa? Dieliminasi dari dunia! Hahaha. Untung saja untuk beli kebutuhan sehari hari tidak ditanya berat dan tinggi badan, kalau enggak.. Saya sudah mati kelaparan.
Baiklah, saatnya mengakui bahwa orang yang tinggi, putih, mancung de el el itu memang asik dan sedap di mata. Tapi jangan lupa pula bahwa yang tidak tinggi, kulit sawo matang dan wajahnya jerawatan juga tak kalah mempesona.
Sebab kecantikan sejati hanya dapat dilihat oleh hati yang cantik pula. Untuk itu yang perlu kita perbaiki adalah ‘kacamata’ diri yang digunakan, keluar dari definisi kamus dan standart iklan tv agar mampu melihat keindahan dan kecantikan dalam diri orang dan kecantikan dalam diri sendiri.
Meyakini setiap manusia lahir dengan jenis dan warna cantik yang berbeda-beda. Aku dan kamu cantik, mereka mereka juga cantik!