Jalan-Jalan
Jika nanti merasakan mual-mual, jangan mengeluh ya
Nikmatilah, karena artinya bayimu sedang bertumbuh
Tahukah jika diluar sana ada yang ingin merasakan mual-mual itu,
Tapi ia belum diberikan kesempatan
Jika nanti gerak-gerikmu semakin terbatas, jangankan berlari, jalanpun susah
Saat dirimu tidur ke kiri salah dan ke kanan juga salah
Teruslah bersabar…
Mungkin disaat-saat seperti itu, dialah yang menyerap habis energimu
Karena ia telah tumbuh semakin kuat dan kuat lagi
Jika nanti kamu merasa tulangmu hancur disaat bersamaan, tenang saja
Itu artinya masa depan baru telah lahir
Banyak yang menantikan hari bahagia itu
Banyak yang menginginkan rasa sakit itu menyapanya
Tapi mungkin Allah masih menundanya
Maka kamu, panjatkanlah syukurmu yang tak pernah habis terucap pada-Nya
Ketika kamu melihatnya menari didunia bersamamu, menjadi bagian dari hidupmu
Jagalah ia dengan memberikannya kasih sayang terbaik
Didiklah ia dengan penuh cinta
Serta tanamkanlah keimanan dan ketauhidan dihatinya
Ajarkan ia menjadi orang yang cukup kuat untuk mengakui setiap kelemahan-kelemahan dirinya
Ingatkan ia untuk terus bangga akan status terbaik yang ia sandang, statusnya sebagai seorang muslim
Tuntunlah ia dalam mengisi setiap perannya didunia ini, menjadi seorang hamba sang pencipta, menjadi khalifahtullah.
Tanamkan rasa cinta pada Allah, Rasul-rasul Allah, Al-qur’an dan segala makhluk ciptaan Allah
Bimbinglah ia agar ia mampu menjadi hamba Allah yang paripurna
Didiklah ia menjadi anak yang shalih
Hingga setiap doa yang ia panjatkan untuk menjadi amal jariyah yang tiada pernah terputus
Namun, satu hal yang harus dipahami
Jika mengingkan anak yang shalih, maka jadilah orang tua yang shalih terlebih dahulu
Selamat berjuang menata peradaban, selamat menata dirimu.
“To be in our children’s memories tomorrow, we should be in their live today”
Bandung, 06 November 2017













