Chiira - chan, a proud Muslim, Yoroshiku onegaishimasu :) This blog is dedicated for Hey! Say! JUMP. NOTE : All of pictures here are not mine. A full credits to the right owner.
Finally after 5 years, I opened this tumblr again.
Several years ago, tumblr has been blocked in Indonesia. Actually we still access with VPN, but I’m busy for nothing errrr busy for lyfe hahhah
After I scroll down my posts, I just laugh hard to the girl-(which is me)-that-years-ago-post-in-thiis-page. How rebel I was. and how I handled my problem not-really-good. wkwkw
anyway, I am stronger now.
A working woman, a wife, and hope to be mom soon. aameeen.
Life is unpredictable. a year after I left from tumblr, I got a new Job. I left my lovely city to the west. 2.5 years later, I moved back to my lovely city when I study in university until Now.
COVID19-Pandemic is really distrubing. It already 1.5 years now. We couldn’t breath easily. WEAR YOUR MASK ON GIRL! In Indonesia today is second wave. There are some covid virus mutation that more harmful. We named it Delta. It easy to contagious if we are in a room with patient. Is this the sign of the end of the world? I dont know..
in the end, I wanna say “thank you” to me, thank you to be the best person that you can. and also I would like too say Alhamdulillah for everything..
Am I strong? NO! YOU just don’t know how many time I really want to cry. YOU just outsider. DON’T be easy to judge people! Please I do THIS and THAT because I HAVE REASON which I couldn’t tell to YOU!
AKU NEMU TUMBLR MU, SUPERMAN! After a year, walaupun telat dan means nothing now. But at least I found your hiding place. I feel like I solved your riddle. HAHAHA. Unfortunately, maybe you've already deleted your posts. I just found a few ._.
IDK, I am happy. Yeah Really happy for small piece of nothing:)))
bye bye depression, GO AWAY ANXIETY! Welcome grateful and happiness :)
Stay calm, it will only 1-2 hours. You will be fine. Insya Allah :)
Tonight, superman will meet superqueen. But with our friends. It will different from last meeting. The season has already changed, and so did their relation. Superqueen needs couple days to make sure that she will be alright. Now she is ready. Bismillah.
Aku percaya ujian Tuhan yang datang selalu bersama kasihNya. Ketika ada seseorang yang memutuskan untuk pergi, tiba-tiba Tuhan seakan mengirimkan orang lain untuk mengganti. Tetapi sekali lagi, ini ujian.
Dia datang disaat diri ini belum selesai. Terkadang, rasa kasihan itu muncul. Selalu bertanya-tanya kenapa dia datang sekarang,
dan kenapa aku?
Aku tahu rasanya tidak dianggap, terabai. Terlebih yang mengabaikan sebenarnya tidak ingin mengabaikan. Anggap saja mengabaikan demi kebaikan.
Aku tahu rasanya menjadi kamu. Jadi tolong berhenti, aku nggak mau kamu sakit. Aku masih belum selesai dengan yang kemarin-kemarin. Sering membandingkan dengan yang kemarin, dan ah aku masih “sakit” dan butuh “puasa”.
Maafkan, aku berlaku baik karena kita teman,
Bukan ingin membuka harapan,
Aku masih ingin menyembuhkan,
Ya, sembuh karena keadaan, menerima masa lalu, membuka lembaran baru namun bukan karena orang baru.
Aku ingin benar-benar damai dengan segala macam keadaan. Mampu menikmati perjalanan dan proses hidup, lalu menciptakan kebahagiaan. Kemudian pada saatnya aku akan membangun cinta yang sering dibicarakan orang dengan seseorang yang memang diijinkan Tuhan. Setelah membangun, dan Tuhan ternyata menjatuhkanku, semoga aku jatuh pada cinta. Semoga aku dijatuhkan sejatuh-jatuhnya pada cinta saat waktu halalku tiba. Aku rela menjatuhkan diriku pada seseorang yang telah Tuhan ijinkan untukku.
Aku tidak ingin menyakiti siapapun saat ini, termasuk diriku.
Bagaimana caranya memastikan bahwa dia adalah yang terpilih dan baik dunia akhirat?
Selama ini aku hanya berucap “Bismillah semoga tidak salah langkah”, kemudian melangkah. Masih banyak ragu dan terus melangkah seaya berdoa. Kata orang, keyakinan itu datang tanpa ada ragu.ah ntahlah
Apakah itu merupakan keyakinan dan berkah dari-MU?Atau itu hanya nafsu?
Tuhan, sesusah itu kah melakukan semua karenaMU, sesuai perintahMU?
Tuhan, tak berdaya hamba ini tanpa kasihMU. Jika tak mampu mengetahui bentuk keyakinan itu sendiri?
Siapa sangka waktu kemarin wisuda tiba-tiba ada "temen"nya, yaa "kamu". Nyari juga nggak. Malah sempat berpikir wisuda kemarin bakal bosan, gara-gara tempat duduk "nya" tepat disebelah. Kamu sepertinya datang begitu saja, disuruh Tuhan buat ngurangi kebosanan wisuda.
Yakin aja, nanti bakalan banyak yang “datang-gitu-aja” dari arah yang nggak disangka, karena yakin pada Tuhan.
Just leave the rest to YOUR CREATOR,and HE will give the best for you :)
I don’t know what I am gonna do if you read this (13) : We shouldn’t do this, but it’s okay it just not real
Ternyata cerita ini masih berlanjut, walau kali ini dalam mimpi.
Di suatu suasana yang cukup asing bagiku.Seperti di ruang keluarga atau ntah apa namanya. Aku disitu, bersama beberapa teman. Kalau tidak salah, aku akan menjemput temanku. Namun ntah kenapa banyak sekali orang disitu. Teman-teman dekatku sepertinya ada disitu semua. Awalnya ada teman -yang dulu katanya ingin berkenalan serius denganku, namun aku tolak- yang mengajakku berbicara ringan. Aku sungguh tidak nyaman sebenarnya berbicara dengannya. Aku hanya takut menyakitinya.
Namun, beberapa saat kemudian, ada wanita muda dengan anak perempuannya. Naluri keibuanku muncul seketika. Mengajak anak tersebut main sebentar. Aku tidak peduli temanku tadi-dan ternyata dia juga ikut bergabung sebentar-. Aku ingat kamu. ya, kamu yang sangat menyayangi anak-anak. Kamu yang ingin menjadi kakak. Kamu yang bermimpi mengajari adikmu berenang. Kemudian aku membandingkan temanku dan kamu, jauh. Kamu lebih dari segala yang pernah aku bayangkan.
Aku merasakan ada kamu saat itu. Di antara kerumunan manusia. Mungkin aku gila. Tetapi entah kenapa perasaan itu sangat kuat. Aku tiba-tiba saja meninggalkan lokasi itu dan mencarimu. Mataku mulai menelusuri wajah-wajah para manusia disitu satu per satu. Dan dugaanku benar. KAMU...
Kamu duduk di kursi panjang bersama orang-orang yang aku lupa siapa saja mereka. Tatapanmu saat itu seperti tatapan pertama kali bertamu. Seakan ingin menanyakan sesuatu. Mungkin semacam pertanyaan “kamu dari mana saja? kamu apa kabar?”
Sedangkan aku hanya memandangnya sejenak kemudian menunduk. Tak kuat lagi menahan kerinduan yang terpendam begitu lama. Aku hanya tidak ingin menangis di depanmu. Padahal jelas, mataku terlihat nanar dan kaget saat mata kita beradu.
Aku memutuskan menepi. Duduk setengah berbaring dan menyandarkan punggungku ke tembok. Aku sengaja memberikan tempat kosong di sebelah kananku. Tepat disebelah kiriku ada alfi dan anti - yang aku tak tahu sejak kapan mereka sudah ada disana-. Seperti biasa mereka selalu tertawa cekikian saat aku bertemu seorang pria. Aku ingat alfi berkata “hahaha, biarkan biarkan, husst husst”
Pikiranku mulai tidak fokus. Sangat senang, canggung, malu, bingung, bercampur menjadi satu. Aku galau.
“Jangan pedulikan teman-temanmu, kamu harus tenang”, aku mencoba menyemangati diri sendiri.
Kamu berjalan beberapa langkah ke arahku, lalu mengambil posisi sepertiku, tepat di sampingku.Tersenyum. Aku hanya terpaku tak berdaya. Kamu mengambil taganku, setengah menggenggam. Aku tak melawan, juga tak merespon apa-apa. Aku terdiam, merasakan kehadirannya di sampingku. Nafasnya, senyumnya, genggaman tangannya. Aku merasakan ada energi lain yang masuk dalam tubuhku. Semua kerinduan dan kebahagiaan masuk perlahan ke tubuhku. Seakan baterai yang sedang diisi ulang dayanya.
Betapa aku sangat menikmati waktu itu. Tak peduli lagi dengan sekitar. Aku memejamkan mata karena aku tahu air mataku akan jatuh sebentar lagi. Dalam diam, aku mulai merespon dengan gerakan kecil di telunjukku yang juga kau genggam. Seakan mengatakan, “aku rindu, aku bahagia, Tuhan tolong berhentikan waktu saat ini, yang lama.” Badanku tetap tak bergerak. Jujur aku menikmati saat kita bersama. Tanpa kata namun seakan mampu mewakili semuanya. Aku tenang dan aman. Tidak ada lagi yang namanya insecure. Semuanya baik-baik saja.
Aku sadar, kita tidak boleh seperti ini. Kita belum mahram. Tapi aku tidak kuasa menolaknya. “Maafkan aku Tuhan”.
Aku membuka mata dan berkata padamu, “Maafkan kemarin.. aku.. “
Dia mengatakan sesuatu namun aku tak mampu mendengarnya. Dia tersenyum lagi. Aku tatap matanya, ya itu bagian favoritku. Menurutku matanya yang mampu mengalahkanku. Kemudian aku kembali menutup mataku. Dan kembali bermain-main dalam setengah genggaman seperti bayi, “Dunia ini seakan milikku, terima kasih Tuhan”
“Hei tolong kamu buka ini. Aku selalu menuliskan semuanya di blog ini”, kamu tiba-tiba berbisik. Aku membuka mata, melepaskan genggamannya dan mengambil personal komputernya. Aku mengecek blognya sekilas”
Kemudian aku terbangun dari mimpiku. Dan menangis. Walaupun itu hanya mimpi sesaat. Melihatnya disampingku dalam keadaan yang luar biasa baik, aku bahagia. Sungguh bahagia. Kerinduan yang selalu menemaniku beberapa bulan ini terbayar. Energi baru telah dia isikan ke dalam tubuhku. Aku dan kamu mungkin dilarang untuk saling menggenggam tangan saat ini, namun bukankah tidak ada larangan dalam mimpi?
Aku akan berusaha menggenggammu dalam doa doa ku. Aku sudah sangat hafal dengan kalimat yang harus aku ucapkan pada Tuhan tentang aku dan kamu. Tidak, tidak lagi memaksa Tuhan untuk mempersatukan. Hanya saja semoga aku dan kamu -serta keluarga kita- selalu hidup mengarah kepada Tuhan.
Tak penting lagi arti kebersamaan, jika Tuhan menjadi tujuan, tidak akan ada yang dikecewakan
Kemudian aku sadar, tidak seharusnya aku demikian. How if my real prince is not you? What am I suppose to do? How if my husband angry with me because of this? Allah, this is my sin and forgive me:(
Hingga saat ini, aku malu pada diri ini yang seakan hilang iman karena tak mampu mengikhlaskan. Apa salah seonggok batu memimpikan berlian? Ah ntahlah. Semuanya harus diikhlaskan cepat atau lambat. Hanya saja, aku tak mampu mengungkapkan ini semua, ke keluargaku, dan juga ke kamu. Maafkan aku yang hanya penakut, pemain sandiwaran, sutadara ulung yang banyak bermimpi. Pasti disana kamu sudah bahagia.