Lingkungan kita
Hari ini saya pergi latihan silat lagi, setelah hampir setahun atau mungkin lebih tidak mengikat sabuk.
Ada hal-hal luar biasa yang saya temukan, yaitu adik-adik pesilat kecil yang dulu badannya masih kecil dan belum tangguh(meskipun sudah sering juara), namun sekarang sudah berubah dan menjelma menjadi pahlawan harapan walikota jakarta selatan(atlet jakarta selatan), saya kagum dengan capaian-capaian mereka hingga tiba dititik tersebut.
Dari semenjak bertemu mereka, saya tau mereka dididik untuk menjadi juara, dididik siang malam, dengan semangat dan dukungan dari semua pihak(sekolah, pelatih, dan orang tua) dan hal itu mereka buktikan hingga capaian ini, sungguh tekad dan kerja keras yang sangat membanggakan.
Lalu tadi juga ada junior-junior yang baru dan belum pernah mencicipi kejuaraan, mereka juga bersemangat dan berambisi untuk ikut kejuaraan bulan depan.
Pada satu expertise mereka, dididik dan berjuang di ladang amalnya masing-masing, lingkungan yang mendukung dan fokus pada tujuan-tujuan, itulah yang membuat kemampuan mereka meroket cepat, hal lainnya adalah semangat dan ambisi mereka sendiri yang menempa keahliannya menjadi keahlian yang pantas disebut juara.
Lingkungan kita sangat berpengaruh pada produktivitas dan juga menempa kita menjadi apa, jika kita memilih lingkungan para atlet, maka kita akan menjadi atlet, jika kita dikelilingi dengan lingkungan pemalas, maka kita akan jadi pemalas pula, sehingga sangat dominan bagi lingkungan untuk membentuk karakter kita.
So, apakah lingkungan kita sekarang sudah benar? Apakah orang-orang disekitar kita berdampak pada karakter kita? Mari berbenah dan bersemangat untuk menjadi lebih produktif di ladang amal masing-masing.
~~
Sehabis latihan silat
Rumah, 3 maret 2018.








