Mulai Melangkah atau Tidak Sama Sekali?
“Lalu bagaimana?” tanya temanku saat itu padaku, entah akupun belum bisa menjawab pertanyaan sama yang kuajukan pada diriku sendiri, aku lebih memilih untuk lekas pergi sambil melempar sedikit senyum padanya. “Mau kemana? Kebiasaan” terdengar sedikit gerutu dari pernyataan yang ia lontarkan.
Sepertinya aku akan memilih untuk ke pergi kampus bagian lain, karena kampus ku ini berdiri menyebar, tidak dalam satu atau dua blok, kampusku memang terletak di Jabodetabek namun tidak sama seperti kampus yang ada di Bo alias Bogor ataupun De yang artinya Depok, kampusku minimalis tapi menyebar, keren kan?.
Konflik batin dimulai “Yakin cuma sendiri kesana?” “Punya temen?” “Nanti disana gimana?”, tapi ternyata pikiran-pikiranku itu kalah oleh rasa penasaran yang minta untuk segara dijawab. Maka berang-berang bawa sikat lah aku alias berangkat, naik kendaraan biru oranye yang selalu setia menunggu penumpangnya di halte belakang kampus.
“Mulai gelap, masuk apa enggak yaa? Apa pulang aja?” tidak-tidak sudah sampai disini masa mau pulang, masuklah aku melewati gerbang yang bertuliskan “UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA – KAMPUS B”, dimana ya tempatnya kayaknya waktu itu disini ada saung-saung deh, tapi warna ungu gak ya, pikirku ragu. Setelah dengan ke-sok-tahu-an jalan terus sampai melewati GSG tempat opening dan closing MPA (Masa Pengenalan Akademik) akhirnya sampai di tempat yang dituju. “Masuk masuk sini De” “Duduk disini aja gapapa kan ya?” tanya kaka-kaka yang wajahnya asing menurutku namun sangat ramah.
Gelap, makin gelap dan ramai juga samar, kurang lebih seperti itu situasinya di Saung Ungu (namanya, menurut jarkoman yang disebarkan), gelap karena sudah menjelang maghrib? Hmm… mungkin tapi ini masih jam setengah 6 kurang, oh mungkin karena mendung mau hujan? Bisa jadi, keadaan diluar memang sudah mulai sedikit gerimis, makin gelap karena lampu disini mati apa memang tidak ada lampunya yaa? Pikirku saat itu.
Ramai oleh gelak tawa adik-adik yang usianya sekitar 7-12 tahun, lari kesana kemari, sesekali mereka iseng untuk ngajak main kaka-kaka yang hadir, atau mendekatinya karena ingin meminjam handphone yang sedang dipegang atau bahkan yang masih berada di tas kakanya. Lucu dan menggemaskan memang tapi terbersit sedikit ketakutan, apa bisa yaa nanti menghadapi adik-adik ‘manis’ ini, “Absen dulu ya, De” memecah lamunanku, cari mencari nama yang hadir dan mungkin aku mengenalnya, hmm ternyata tidak ada, wah baiklah, sepertinya kesendirian hari ini masih harus terus dilanjutkan.
Fokusku sekarang berpindah kepada satu satunya cahaya yang terang saat itu yaitu layar slide menampilkan powerpoint sambil dijelaskan oleh kaka pematerinya, namun samar karena posisi dudukku yang berada di paling belakang saung ditambah pencahayaan yang minim dan ramai gelak tawa jahil adik-adik manis ini.
Setelah ini apa yaa? Lanjut gak yaa? Gumamku sambil berjalan menuju kendaraan biru oranye kesetiaanku…