
titsay
Peter Solarz

Kaledo Art
Monterey Bay Aquarium
No title available
Game of Thrones Daily

Product Placement
art blog(derogatory)
sheepfilms

⁂
Mike Driver

Andulka
Three Goblin Art
Not today Justin

No title available
One Nice Bug Per Day
Sweet Seals For You, Always
wallacepolsom
Fai_Ryy

@theartofmadeline
seen from France

seen from Malaysia
seen from United Arab Emirates
seen from Ukraine

seen from India
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from Thailand
seen from Azerbaijan

seen from Pakistan
seen from Spain

seen from Saudi Arabia
seen from Pakistan

seen from Malaysia
seen from Italy
seen from United States

seen from Brazil
@faridcemplon-blog
Banyak orang ingin mengulang, andai keinginan itu diberikan kesempatan, sejatinya ia tidak sedang mengulang namun sedang melanjutkan
Rasa kehilangan hanya akan ada Jika kau pernah merasa memilikinya
Letto
Langit tak gelap karena ini siang Ia tetap bersinar meski umur tlah usang
Maka,selamat pagi kembali dunia
Daku tetap merindukanmu
Kartini Telah Mati
Entah siapa manusia yang tidak keluar dari rahim seorang perempuan. Ah barangkali hanya Adam dan Hawa, Itulah kenapa Allah melalui agama-Nya meninggikan kaum perempuan. Lancang amat orang yang menyakiti perempuan, tidak mengasihi dan memperdayainya semena-mena. Sejarah kita meletakkan perempuan sebagai bagian dalam aliran perjuangan revolusi.
Hai lelaki,.... dan siapa saja yang keluar dari rahim perempuan, perjuangan teramat tinggi untuk diperjuangkan sendiri. Perjuangan ini teramat memilukan jika berjuang sendiri-sendiri. Terlalu unik jika melaluinya tanpa kolaborasi. Kehebatan tidak pernah bisa sendiri, Anda perlu memiliki rekan. Seperasaan, sepemikiran, sejalan dan satu komando. Serta ’se-se’ lainnya. Maka siapakah mahluk yang keras hatinya dalam kelembutan? Mahluk itu bernama perempuan. Lantas siapakah mahluknya yang sanggup menyukai kelembutan dalam ketegasan? Mahluk itu bernama lelaki. Kami sudah mengajak, kita sudah serasi. Lantas mengapa menolak? Kiranya teramat bodohlah orang-orang yang menyepelekan kesetaraan.
Sudah tak bisa tawar-tawar lagi. Kartini telah mati, Cut Nyak Dien telah gugur di medan laga. Namun, Perjuangan belum berakhir, sampai saat ini dan sekarang! Dari rumah kita, dari sebuah janji dimana kita bersaksi di hadapan Sang Maha Bersaksi bahwa sejak detik ini perjuangan kita akan dipertanyakan oleh pahlawan yang telah mendahului. Sejak inilah tinta sejarah kita akan bicara. Disinilah cinta dan asa bersauh. Bersahabat dalam perjuangan. Karena cinta adalah bergandengan tangan dalam perjuangan. Karena cinta yang membalut perjuangan laksana seorang wanita melepas kepergian jagoannya dengan hati terbuka, meski tangis sudah tertahan di pelupuk mata. Apalah daya perempuan selain menangis. Namun derai air mata itu jauh lebih baik dibanding penolakan untuk bersama merajut perjuangan. Meski hanya air mata, itulah mata penghimpun kekuatan melawan penjajahan. Air mata itulah saksi penolakan kepada tirani. Dari air mata itulah, serta dari rahimnya-lah pelumat para tiran akan dilahirkan. ALLAHU AKBAR!!!
Akhirnya NU mulai sadar bahwa dulu sebenarnya pasca tahun 1965 mereka sebenarnya di manfaatkan blok barat melalui tentara rezim orba untuk membasmi komunis .. dan ironisnya banyak korban dari kejadian 65 dulu orang2 yg tidak bersalah, cuman karena stempel PKI orang bisa mati dan di bantai dengan kejam di jaman itu, bahkan sampai anak cucunya yg tidak tahu apa2 kena diskriminasi dan stigma negative juga.
Padahal kejadian di tahun 65 dulu banyak kejadian ganjilnya,yg paling jelas sendiri kenapa PKI yg dianggap memberontak kepada bung karno tapi pada akhirnya justru bung karno sendiri yg di turunkan dan PKI di bubarkan? dan ini belum ditambah dengan seabrek keanehan lainnya mulai dari untung yg sebenarnya teman dekat suharto, tudingan dari berbagai pihak tentang keterlibatan CIA, sampai dengan kenapa setelah PKI bubar dan bung karno turun UU pertama yg di bikin justru UU penanaman modal asing yg membuat freeport dan berbagai perusahaan blok barat bisa mengexploitasi kekayaan alam indonesia ?
Dan semua hal ini sebenarnya sudah di sadari oleh tokoh besar NU sendiri dulu yaitu embah GUS DUR. itu sebabnya dulu Gus dur meminta maaf duluan masalah PKI ini dan berniat mencabut tap mpr tentang pelarangan dan diskriminasi PKI di masa beliau menjabat sebagai presiden dulu.
Pada akhirnya kita memang harus sadar pada tahun 1965 dulu kita di adu domba pihak luar untuk saling membunuh sesama bangsa kita. demi kepentingan mereka dengan isu sentimen agama vs atheisme, yg sebenarnya itu masalah absurd karena masalah utamanya bukan tentang agama vs atheisme, bukan tentang NU vs PKI, bukan tentang orba vs orla, bukan tentang suharto vs bung karno. Tapi tentang blokbarat amerika menyingkirkan blok timur cina dan soviet untuk bisa menguasai kekayaan alam indonesia. Hal ini sungguh ironis kita yg berdarah2, kita yg saling membenci, kita yg saling membunuh sesama saudara sebangsa kita. tapi justru amerikalah yg kaya raya
Semoga sejarah bisa di luruskan dan kita bisa belajar dari sejarah tersebut dan tidak mengulangi kebodohan para pendahulu kita yg mudah di adu domba pihak asing
Ah. Barangkali cintamu dan cintaku bagaikan tali cinta antara Dyah Pitaloka dan Brawijaya III yang tak direstui orang lain yang salah satunya adalah Mahapatih Gajah Mada
Farid Cemplon
Surat Terbuka untuk....
Bismillahirrohmaanirrohim
Assalamualaikum wa rakhmatullohi wa barokaatuh
Kados pundi kahananipun Bapak lan Perangkatipun? Mugi - mugi Gusti Allah tansah maringi kanugrahan lan kesehatan dhumateng Bapak saha sedoyo. Alhamdulillah dalem tansah bagas waras. Bapak lan sedaya ingkang satuhu kula bekteni, kenanthenan serat menika, dalem badhe matur sekedik babagan Purworejo. Nyuwun jembaring manahipun mugi - mugi sedoyo dipun paring legowo lan saget nampi nopo ingkang dados pengangen-angen kawulo sak rencang.
Sudah bertahun-tahun saya bermukim di Purworejo pak. Terhitung semenjak 2 April 1994 saya belum pernah pindah rumah ataupun domisili, itupun dengan alasan karena saya adalah anak tunggal yang selalu digondeli jika ingin pergi ke negeri seberang, jangankan ke negeri seberang, merantau ke kabupaten seberang untuk sekedar mencicipi bangku perkuliahan teruntuk mencari ilmu serta pengalaman pun saya dilarang. Tapi tak masalah pak, karena saya rasa bapak Bupati yang terhormat juga tak perlu repot-repot mengurusi dan mengetahui keseluruhan tentang saya, toh saya masih bisa menuntut ilmu disini, di kabupaten Purworejo tercinta ini.
Sebagai orang Purworejo dan orang Indonesia saya sangat bangga dengan budaya yang mengalir di urat nadi dan saya merasa sangat beruntung bisa tinggal di kabupaten yang sangat menjunjung tinggi kebudayaan lokal semisal ndolalak dan juga tahlilan (eh…), sebagai pemuda ini merupakan warisan yang layak untuk dilestarikan bersama, berbeda dengan warisan pada umumnya yang diperebutkan. Sebagai pemuda juga, ini juga merupakan sumber inspirasi yang sangat berharga, kata berharga ini juga bukan berarti berduit lho pak. (hehe peace)
Saya hendak menyampaikan aspirasi seorang bapak paruh baya pedagang siomay yang sehari-harinya membuka lapak dagangnya di bawah pohon beringin alun-alun sebelah timur, biasanya ketika berdagang ditemani oleh istrinya tercinta yang turut serta dibawanya dalam gendongan seonggok bayi berusia 3 tahunan. Beliau curhat begini pak :
“Alun-alun segedhe iki kok sepi yo mas, malah mergo saking sepi, wingit lan petenge akeh uwong sing berubah dadi demit nang ngisor wit ringin, opo iyo pemerintah ora biso ngelola tempat segedhe iki dadi sarana sing luwih manfangat, koyo alun-alun ndemak iku lho, sing biso nggeguyup kekumpulan mudo-mudine lewat rerembugan diskusi lintas kalangan, kan yo nyenengake”
Kira-kira begitulah yang dapat saya tangkap pak, setiap ungkapannya nampak seperti bunyi jangkrik di tengah alun-alun kita, melengking tinggi namun kita tak pernah hiraukan apalagi memahami. Seharusnya suara itu terdengar lebih keras dikantormu pak, karena kantor bapak lebih dekat dari lapak bapak penjual siomay itu. Ah cuma seharusnya kok pak :D
Purworejo kita pak, telah dinisbatkan oleh sebagian orang sebagai Kota Pensiunan, pun tak sedikit dari kaum terpelajar yang menyebutkan Purworejo sebagai Kota Pahlawan, itu dilandasi karena Purworejo melahirkan tokoh-tokoh hebat Indonesia, sebut saja WR Soepratman pencipta lagu yang setiap hari senin dan hari besar negara selalu digelorakan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Setelah WR Soepratman ada Jenderal Besar A. Yani, Kasman Singodimejo, Jendral Sarwo Edie Wibowo, dan lain-lain. Ah barangkali nenek moyang kita dahulu juga merupakan bagian dari pejuang yang dicambuki Belanda demi suksesi proyek pembangunan jalan Daendles di pesisir selatan kabupaten kita itu pak. Pejuang atau kacung?
Bagi rakyat kita semua itu ibarat sambel goreng khas Pacekelan, sensasi rasa pertama kali ketika mencobanya ialah pedas nikmat, sangat wajib untuk dicoba namun tak ada sedikitpun yang ingin untuk meresapi dan menikmati pedasnya, bahkan anginpun tak sudi memamerkan baunya yang aduhai. Pedasnya perjuangan, serta sedap anyir amisnya darah penduduk pribumi perjuangkan kemerdekaan negara Indonesia.
Barangkali pak, masyarakat Purworejo saat ini tak banyak yang menghafal sejarah kedaerahan, jikalau ada pun pastilah mayoritas dari mereka adalah kakek-kakek berumur 78 tahun keatas, yang mereka adalah pelaku sejarah yang tak lagi ngeh menciptakan sejarah baru.
Lalu siapakah pencipta sejarah baru itu pak? Apakah ia adalah bapak dan ibu berseragam coklat yang duduk jegang disana? Apakah juga ia adalah pelayan masyarakat yang setiap harinya klontang-klantung cari mangsa dengan embel-embel penertiban? Lalu siapa lagi kalau bukan generasi muda pak? Saya rasa kota Purworejo bukanlah ladang politik praktis yang menjanjikan apa-apa kepada para pamomongnya, melainkan ladang perkumpulan perjuangan yang terkait oleh cita-cita bersama, bukan oleh kepentingan-kepentingan bersama atau bahkan segolongan saja. Dan terakhir, saya memohon dengan kehambaan hati ateges sanget tawadhu' dateng bapak sak perangkat. Coba bapak tengok ke pendidikan kita, yang di setiap klimaksnya menawarkan lapangan kerja, jika diperkenankan kiranya boleh lah sedikit saya sembrono, saya katakan: "Pendidikan kita apapun bentuk instansinya, apapun visi-misinya sepertinya hanya menghasilkan robot saja, robot yang jika telah paripurna akan siap sedia bahkan bangga mengabdi kepada perusahaan asing" Apakah kita sedang dijajah pak?
Bagaimanapun pendidikan saat ini jika disalah gunakan (atau barangkali tidak) hanya akan menciptakan robot-robot kehidupan * Dosen memiliki robot bernama mahasiswa Guru memiliki robot bernama siswa Kyai memiliki robot bernama santri * jika ia besar nanti ia juga akan menjadi robot mahasiswa menjadi guru, ia akan menjadi robot penggerak kurikulum lulus SMA siswa menjadi pelayan warung, maka ia robot penyaji makanan Santri ketika besar menjadi tani, ia pun juga robot pencocok tanam * Ah sepertinya aku bukan robot Ah atau barangkali akulah robot Tuhan
Farid Cemplon
Aku terlalu takut jika kata-kataku menyakitimu sebab itu, aku diam kau hanya perlu mengerti sayang
Endah Fitria Maulana
Cintaku, betapa panjang jalan menuju sebuah ciuman, betapa sunyi pengembaraan menujumu! Bersama hujan kita ikuti kereta-kereta itu meluncur. Tak ada fajar di Solo, tak juga musim salju. Tetapi kau dan aku, cintaku, kita bersama, dari pakaian hingga akar kita bersama, bersama di musim hujan, di dalam air, di pangkal mata, Beriringan kala mata kaki kita saling menatap, Dan melangkah. hingga kita benar-benar bersama, hanya kau, hanya aku. Memikirkan upaya arus sungai yang membawa begitu banyak batu, delta perairan Bengawan Solo yang tak pernah aku lihat, memikirkan kita yang terpisah oleh kereta dan bangsa kau dan aku hanya harus saling mencintai, dengan seluruh kebingungan, para lelaki dan perempuan, bumi yang menanam pohon-pohon anyelir dan merekahkan mereka?
Di setiap kembang rel yang terselip duka perpisahan dan suka cita pertemuan. Kelak, Kita akan bertemu dan bersama.
Tikus-tikus sakti
Cuma meng-kritisi keberadaan demokrasi negeri ini. Konyol rasanya kalau mau berkata bahwa demokrasi itu dirasakan semua kalangan. Belum ada buktinya. Pernah seorang ibu datang kepada mahasiswa yang sedang ber-demonstrasi di senayan tahun 1998, memberikan makanan dan minuman seraya berkata: “Ini dari saya seadanya. Kalau nanti berhasil(demonya) semoga hidup saya lebih baik”. Sudah hampir 16 tahun setelah reformasi… Agaknya, seperti sebuah peralihan simbolis saja dari para tikus, agar tikus-tikus ini lebih leluasa bersembunyi dirumah yang lebih besar kelak. Sekadar ada reformasi, sekadar menjadi demokrasi, tapi reformasi dan demokrasi masih milik segelintir tikus yang menjadi penguasa hidangan di rumah, dan leluasa bersembunyi dalam gegap gempita sistem demokrasi. Dan tahun ini, tikus-tikus itu mulai menampakkan muka nya. Berbekal hidangan yang telah dicurinya di masa yang lalu, mereka meng-iming-imingi para kucing yang kelaparan, namun dimabuk dan dilenakan oleh permainan dan kenikmatan hidangan para tikus.
Andai anda para kucing sadar bahwa ia masih memiliki taring dan cakar, pasti tikus-tikus nampang muka ini dapat dimangsa lebih awal dan lebih mudah, sebelum ia bersembunyi dibalik kursi-kursi empuk dan megah nya lubang per-semedi-an senayan. Setahun berlalu. Kucing pu tersadar dan berkata: Koruptor @*#&#*&$* !!!
Jangan ada JAIM diantara kita
Mengalihkan dibelakang, disamping Disampingmu ada aku Semoga selalu
Good Company P1.
Add something. If you like 😂😂😂
Kisah kita bermula saat aku niatkan diri melangkah menuju stasiun Kutoarjo Tempat dimana perpisahan dan perjumpaan tidak ada jarak sedikitpun Mereka datang Sementara daku pergi untuk mendatangi kota tercintamu, Surakarta Aku ulangi itu hingga beberapa kali Sampai terakhir kau mengantar daku berjelajah tentang masalalu Di museum Sangiran kita belajar tentang tragedi yang terjadi berjuta-juta tahun lalu Dari era reptil dan mamalia ganas bernama Dinosaurus sampai pada zaman manusia purba penghuni Atlantik yang mati karena tenggelam oleh fenomena zaman es akhir (Glacial Wurm). Tercatat di museum itu, bahwa glacial wurm menimbulkan gelombang pasang air laut setinggi 1 mil yang menenggelamkan dataran rendah di kawasan Sunda Besar, dan menyisakan dataran tinggi yang oleh Eugene Dubois dinamai sebagai Swetadipa atau Lemuria. Sebab itu kita juga tahu akan hewan sejenis Kuda Nil yang pernah hidup di Tanah kelahiranmu, Nusantara. Apakah kuda nil itu salah satu dari turis asal Mesir yang tenggelam 12.000 tahun lalu? Entahlah. Dan masih banyak lagi.