Meminimalisir Luka
Gue paham, semua makhluk hidup memiliki lukanya masing-masing. Gue ngerti, banyak manusia yang menyembunyikan lukanya agar tidak terlihat.
Tapi hal yang lebih gue perhatikan adalah mereka punya cara untuk meminimalisir lukanya dalam bentuk mekanisme pertahanan diri, dengan terlihat baik-baik saja.
Manusia terlihat baik-baik saja, belum tentu benar-benar baik. Kita gak tahu seberapa luka yang mereka tahan agar terlihat kuat. Kita juga gak tahu seberapa lelah mereka menjalani hidup. Di balik senyum indah atau sikap diam, mungkin ada banyak hal yang mereka sembunyikan rapat-rapat. Yang bisa kita mengerti hanya apa yang kita lihat, bukan apa yang mereka rasakan.
Lucunya adalah terlalu banyak manusia lebih suka menghakimi daripada mengerti rasanya, padahal mereka hanya menilai sebagian kecil dari apa yang mereka lihat.
Gue tidak punya kemampuan mengukur sejauh mana manusia menyakiti manusia lainnya, tapi gue berusaha memahami bila manusia itu kuat dengan caranya sendiri. Mungkin itu kenapa, menjadi manusia yang berusaha memahami lebih penting daripada sekadar menilai.













