Seperti tak bertepi, pertanyaanku juga tak menemukan jawabannya.
Keni

roma★

JBB: An Artblog!
Three Goblin Art
Sade Olutola
taylor price
RMH
Sweet Seals For You, Always
occasionally subtle

pixel skylines

Kaledo Art
Cosmic Funnies
Peter Solarz
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
DEAR READER
$LAYYYTER
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

shark vs the universe
No title available
he wasn't even looking at me and he found me
seen from United States

seen from Indonesia
seen from Italy

seen from T1
seen from United States
seen from United States
seen from Greece
seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Arab Emirates

seen from Japan

seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia
@fillaferanti
Seperti tak bertepi, pertanyaanku juga tak menemukan jawabannya.
Jadi Apoteker enak ga?
Ada yg nanya, jadi apoteker enak ga? Hmhm kalau kamu nyari enaknya. Kusarankan jangan jadi Apoteker, jadi Apoteker itu gaenak sama sekali. Di masa kuliah aja udah tw susahnya, gmna kalau kerja. Kebetulan dulu satu kost sama anak2 dari jurusan lain yg harus kamu tw mereka seminggu kuliah cuma 3 hari dan itu pun ga full seharian, sedangkan aku tiap hari full apalagi kalau matkul pratikumnya tumpah ruah. Perkara uts, uas. Teman2 kost ku santaai, bisa nonton drakor seharian depan laptop. Sama! Ku juga depan laptop kok seharian, bahkan seringnya sampe ga tidur, dan paginya menjelang berangkat uts yakiin deh masih ada 1 atau 2 materi yg belum kebaca, salah sendiri sistem sks sih sebenarnya. Dari situ ngerti lah yaaa, gimana irinya aku liat teman2 aku yg hidup santai tapi ipk nya wow, aku jungkir balik tapi yaa dasar aja otak ga encer2 amat. Dan harus diperas tiap hari karena kuliah farmasi itu ga gampang menurutku. Sama sih jurusan lain juga gampang, tpi tetap weh rumput tetangga terlihat lebih hijau. Kek hidup orang tuh enaaak, padahal gtw juga dia bertahan kek apa. Makanya kalau cari enak, ga usah kuliah farmasi. Tapiiiiiiiiii..... Kalau mau ilmunya bermanfaat, seengga nya buat diri sendiri dan orang2 tersayang kuliah saja di farmasi? Why ? Kamu bisa tw obat apa yg bisa kamu sarankan ketika mereka sedang kesakitan, setidaknya kamu ngerti gimana ngehadapinnya, ga semua hafal obat tapi kamu tw caranya, gimana ngehandelnya, dan meminimalisir kesalahan. Karena kamu tw betul obat itu apaan. Ga bisa sembarangan. Dulu, pas kuliah ku masih anak ingusan. Ngasih tw mama ini itu, ga didengar, wkwk. Tapi semenjak lulus dan kerja di pelayanan, pelan2 mama dan keluarga mulai percaya. Ku bahagia hanya karena kalau ada yg sakit mama buru2 nelfon nanya obatnya apa, atau kalau habis beli obat di apotek telfon trus nanyain obatnya benar ga kalau sakitnya ini, minumnya gimana, simpannya dimana. Sesederhana itu. Aku bahagiaaa. Dan aku bahagia jadi apoteker. Kadang yg bikin bahagia itu bukan yg enak2 atau yg nyaman2, tapi sederhana bisa berguna buat org lain apalagi orang2 tersayang. #story #Apoteker #IsengBuatNgehapusDebuDitumblrIni #SekianLamaGaDibuka
Meninggalkan dan ditinggalkan
Untuk yang pergi, jangan meninggalkan perih terlalu lama. Pergilah dengan bijak, seperti rinai bertemu reda. Tak harus bertahan, pada saatnya jika waktu tak lagi ingin mempersatukan. Akan ada yg meninggalkan dan Ditinggalkan. Hanya masalah waktu. Jadi tak apa. Sekarangpun, nanti, akan sama saja. Untuk yang ditinggalkan, jangan memeluk luka terlalu lama. Ditinggalkan bukan berarti tak berharga, terkadang yg tertinggal justru karena teramat istimewa. Berbahagialah! Dunia tak akan berakhir, dengan adanya perpisahan. Mungkin hidupmu tak lagi sama, tapi lembaran kisahmu masih berlanjut. Kau hanya perlu membalik halaman baru, mengisinya lagi dg goresan baru. Untuk hati-hati yg pernah patah. Tumbuhlah lagi. Merekahlah. Jangan hanya karena pernah patah. Kau lupa cara bahagia untuk hari esok. Patah itu kemarin. Besok kau berhak untuk sembuh dan kembali baik. Jangan sakit sendirian. Jangan patah terlalu lama. Kau berhak bahagia.
Kalau hanya mencari kenyamanan, disini aku juga nyaman😊
Kadang, kita ga punya alasan. Atau bahkan ga punya tujuan. Stop!!! Lebih baik jalan di tempat kalau ga ada tujuan, ngapain capek2 tanpa hasil. Kalau belum tw mau kemana, jangan ngajak pergi. Ntar ujung2 nya wacana. Kalau yg wacana jalan2 ke mall mah ga masalah, kalau jalan2 dikehidupan orang yg wacana? Kamu udah menyakiti. Tiati. Ntar balik lagi kediri. Ga ngedoakan yaah, tapi hukum alam emang begitu kok. Kalau cuma memberi kenyamanan, kesejukan ruang VIP ber AC juga nyaman dan sejuk kok, Ngapain ribet kalau mau nyaman doang. Ada sesuatu yg lebih penting. Ada sesuatu yg lebih harus dimiliki. Lebih dari sekedar nyaman, bahagia dan segala keindahan di dalam drama. Karena ini dunia nyata woii. Ujung2nya berakhir di akhirat. Endingnya itu akhirat coy. Dan maunya tuh happy endingnya ga didunia aja tapi diakhirat juga.
Jakarta, 10 Februari 2019
Masih sendiri? It's Ok . Jangan Galau!
Perihal jodoh ga usah khawatir. Allah mencipta berpasang2 an, ada siang ada malam, ada pagi ada petang, ada pergi ada yg datang. Dan kau dicipta dengan jodohmu. Semoga. Jika tidak. Bukan tiada. Tapi bisa jadi belum berjodoh didunia. Tapi disimpan untuk nanti di akhirat. Siti maryam di dunia sendirian, tapi tetap eksis dilangit. Tak ada alasan, sendirian membuatmu mjd bukan apa2. Bersabarlah dan stay focus untuk membahagiakan diri sendiri, karena hidup ini tak melulu tentang jodoh. Memantaskan diri misalnya. Siapa tahu kau lebih dulu bertemu dg Rabb mu daripada jodohmu. Tak ada jaminan, waktumu masih banyak. Bisa jadi hari ini hari terakhir kau bernafas, dan sholat yg kau tunaikan tadi adalah ibadah terakhirmu. Siapa yg tahu? Yasudah, sembari memantaskan diri kalau mau tetap menunggu jodohmu. Yaa silahkan. Tapi ga usah galau, cukup dengan 3 hal saja, biar hatimu tenang ga melulu julid sama kehidupan orang atau meriang lihat ada yg ngundang: 1. Berprasangka baik sama Allah. Yakin deh sama Allah. Asal jgn asal yakin. Yakin yg sebenar2 nya, yakin Allah akan menepati janjiNya. Tepat! Ga meleset. Be a positive, jgn apa2 yg diurai negatif nya aja dulu, belum kejadian udah doa biar kejadian (perkataan doa toh? Allah sesuai prasangka hambanya) 2. Ikhtiar terbaik. Banyak galau karena cuma ingin tapi gtw apa2, pas dihadapkan pada pilihan bingung. Saya kayaknya belum siap? Atau orang tua ga percaya? Ya dirimu hesyemeh. Capek dikit ngadu, lelah dikit nyerah, disakitin dikit nangis. Mengelola emosi, mengelola diri dan mengola hubungan dengan lingkungan mesti harus ditangani dg baik. Mendewasakan diri. Karena nanti problemmu akan semakin banyak dan rumit. Trus katanya ikhtiarnya kalau bagi yg akhwat, kalau ditagih lagi sama walinya minta dicariin aja gitu. Liatin pas sholat jum'at kali aja ada yg cocok, minta diajak kerumah sama bapak. Hmhm bisa gitu ya? Jadi kek berburu jodoh ini teh😂 Tapi ya kudu hati2 dalam berikhtiar, jangan sampai lupa prinsip. Jangan mencampurkan yg halal dan yg haram. Ingat kalau sesuatu yg baik mesti dimulai dg yg baik juga. Semoga kalian paham maksudku. Abai saja segala setan yg berbisik atau bergosip. Jangan tergoda. 3. Doa terbaik Lagi2 manusia hanya bisa meminta, keputusan mutlak ditanganNya. Dan semua bisa terjadi karena doa. Dia yg membolak balikkan hati. Dia sang pemilik cinta. Dia yg mencipta segalanya. Dia yg berkuasa atas kita. Jadi jangan berhenti berdoa. Berdoa yg terbaik. Jangan sok tahu apalagi MAKSA 😂 *intisari dari kajian by ust. Salim A Fillah 5 januari 2019 (Sudah melalui proses dramatisir dan bahasa sendiri, biar diri ini paham akan apa yg ia tulis😂)
Aku terluka lagi
Luka. Aku terluka lagi. Mengapa sesering ini terluka? Karena aku terlalu andal berharap kepada selain Dia. Baris2 rindu seperti rudal. Sakit tepat dihati, ketika rindu dipaksa mati. Temu? Tak mungkin lagi. Dia tak lagi sendiri. Sayang. Aku mengurainya sebelum waktunya. Meski dalam diam. Ia tetap bertumbuh Lalu kucabut dengan paksa. Percuma. Akarnya tetap tersisa. Luka. Aku terluka lagi Karena salah berharap (lagi). Salahku. Dan aku terluka lagi
Jakarta, 31 Desember 2018
Jangan mencintaiku seperti embun kepada pagi. Ada untuk kemudian pergi. Aku tak akan sekuat itu. Cintai aku ketika kau mampu untuk menetap bersamaku.
Ff
Yang dimau :
Bukan hartanya, tapi ketakwaannya.
Bukan rupanya, tapi akhlaknya.
Bukan jabatannya, tapi tanggung jawabnya.
( jika hanya karna harta, maka ketika ia habis maka habis pula rasa sayangnya, jika karna rupa bila ia memburuk, maka cepatlah bosannya, jika karna jabatan, ketika ia jatuh, maka akan mudah ditinggalkan. Sebab jika menginginkan urusan dunia, semua akan segera habis sampai waktunya tiba. Sebab itu biarkan hati memilih karna, takwa, akhlak baik, dan tanggung jawabnya, sebab itu akan abadi.)
“Kita hanya kembali ke siklus yang sama. Menjadi asing. Tak lagi bertukar kata, enggan saling menyapa-hingga tak ada lagi percakapan-percakapan panjang sebelum malam berpamitan. Sesederhana itu sekumpulan cerita yang kini memilih merampungkan halaman terakhirnya. Lahir menjadi buku kenangan yang mencatat kau dan aku-di ujung waktu antara harap dan mimpi yang dulu pernah memohon “kita” tak pernah usai.”
— Desember tahun ketiga. Mengenangmu masih layak. Hanya tuk mengingatkan jika aku pernah begitu berharap sebelum langkahku berpijak di detik yang mematahkan seluruh semoga tentang kita. (via ai-raa)
Jika memang jalan tak lagi searah, kita bisa apa??
Kita sama sama melangkah. Perlahan tapi pasti jalan akan tetap bertemu, meski harus diujung jalan. Tak penting kapan dan dimana, jika disetiap langkah selalu kau selipkan syukur, bahagia akan jadi milikmu.
Kita bertemu hanya untuk memberi rasa sakit. Jadi apa gunanya temu??
“Barangkali memang bukan waktu yang salah, tetapi memang kita yang tidak tepat untuk satu sama lain.”
—
Hanya saja waktu itu kita belum menyadarinya. // A. W.
Bandung, 18 Maret 2018.
Maybe ☺
Jika memang waktu tak memihak. Biar saja! Sampai kapan ia akan begitu. Aku sangat yakin, nanti pada saatnya ia akan berpihak padaku.
Seperti mata hati yang mampu melihat dalam gelap, tak terbatas jarak, tak terhalang waktu. Aku ingin mencintaimu seperti itu.
Jakarta, 4 april 2018
Kau tahu. Kenapa aku selalu berbicara tentang rindu?
Bukan sekedar mengisahkan perasaanku. Bukan! Bukan itu maksudku.
Aku mengucap rindu. Untuk meyakinkan hati. Jika aku sedang menunggu
Dan yang aku tahu. Hidup adalah menunggu.
Sampai detik berhenti berdetak untukku
Aku mengenangnya
Laju kereta lamat-lamat
Rintik hujan pereda rindu
Menyaksikanku mengeja masa itu
Sore itu
Aku kembali
Tempat yang sama
Waktu yang berbeda
Dan jelas bukan denganmu lagi
Haruskah? Aku mengingatnya lagi
Bahkan setelah bersusah payah
Aku melupa! Menghapus jejak
Meninggalkannya sesaat setelah kau berlalu
Aku kembali. Bukan untuk mengucapkan sesuatu
Atau menyesal karena meninggalkanmu
Tapi, aku hanya sekedar lewat,l
Tanpa sengaja.
Aku sudah tepat.
Kurasa aku tepat meninggalkannya
Tapi tak apa. Jika kenangan itu kembali.
Hanya untuk sesaat.
Dan aku akan meninggalkannya kembali
Berlalu. Bersama laju kereta ini
_ di suatu senja, di dalam kereta dibulan maret, kota jakarta
Jika aku bisa, aku akan mempersingkat waktu. Jika aku mampu, aku akan melipat masa. Tapi aku bisa apa? Aku tak mampu. Tugasku hanya menikmati waktu, sepanjang atau sesingkat apapun. Bersyukur karena masih diberi kesempatan mencintai hidup dan menciptakan cinta dalam hidup, membaginya kepada mereka yang membutuhkan. Tanpa jeda, aku memilih untuk mencintai hidupku. Karena Dia yang maha cinta telah memberiku cinta yang berlimpah.