Dibuang sayang. Idulfitri, 1 Syawal 1441 H. https://www.instagram.com/p/CAk0-aYAPM7/?igshid=826o6px742as
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie
almost home
Mike Driver
macklin celebrini has autism

JBB: An Artblog!
RMH
wallacepolsom

ellievsbear
todays bird
Cosmic Funnies

JVL
occasionally subtle
NASA
Game of Thrones Daily
Stranger Things
sheepfilms
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Love Begins
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
@fitripitning
Dibuang sayang. Idulfitri, 1 Syawal 1441 H. https://www.instagram.com/p/CAk0-aYAPM7/?igshid=826o6px742as
Idulfitri, 1 Syawal 1441 H https://www.instagram.com/p/CAk0S3ZAaql/?igshid=po3d1cszoday
Rumi: ayah~ tangkap! Ayah: hap! #rumitabassam https://www.instagram.com/p/B-UczI0AX34/?igshid=1x62atf0a53kk
Tanggal yang sama, dua tahun lalu. Aku dan kamu menjalin suatu ikatan suci. Disaksikan orang tua, keluarga, sahabat, tetangga, undangan, malaikat dan tentunya Allahu rabbi. Selisih sehari dengan lagu Gigi. Iya, sebelas Januari. Terima kasih untuk segalanya, Kang. Telah membersamaiku selama dua tahun ini. Dan insya Allah hingga tahun-tahun ke depan nanti. Selalu bertumbuh dan siap untuk memperbaiki diri. Saling menjadi alarm dan pengingat saat lupa diri. Maafkan aku ya, Kang. Atas segala kecerobohan, kelalaian, keras kepala dan kemalasan yang sering menghampiri. Aku tahu, kau adalah salah satu manusia dengan stok sabar yang banyak sekali. Kang, sekarang kita sudah tidak berdua lagi. Ayah dan ibu, beberapa tahun lagi akan sering terdengar di rumah ini. Saat ini sudah ada Rumi. Dan insya Allah akan bertambah lagi. Temani aku untuk menjadi orangtua yang baik untuk Rumi (dan adik-adiknya kelak) ya, Kang. Jangan bosan untuk saling mengingatkan. Jangan lelah untuk selalu belajar. Jangan lupa untuk jalan-jalan. Hahaha Sudah ah. Jariku pegal. I love you, Kang @alhilmi1. 📸 @galazhar nuhun, a! https://www.instagram.com/p/B7OW2m8BANK/?igshid=1id9zg1crq458
Rumi
Muhammad Rumi Tabassam
Sebuah nama yang kami pilih untuk putra pertama kami. Ya, kamu tidak salah membaca. Kami, aku dan suamiku, Fitrianingsih dan Muhammad Anis Al Hilmi. Sebuah nama yang diambil dari gabungan beberapa tokoh yang kami kagumi.
Muhammad. Diambil dari Nabi Muhammad SAW. Nama depan orang yang kucinta, suamiku. Rumi. Tak sedikit yang menyamakan dengan El Rumi putra salah satu musisi legendaris Indonesia, dan itu salah. Diambil dari Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri atau yang lebih familiar dengan nama Jalaluddin Rumi. Request dariku. Didukung pula olehnya, siapa lagi kalau bukan suamiku. Dear, kamu. I love you~ Tabassam. Pertama kali tercetus oleh suamiku. Dan aku suka.
Sering kubaca bahwa nama adalah doa. Yang berisi harapan mulia. Semoga nama ini barokah dan kelak bisa membawamu kepada kebaikan-kebaikan di dunia hingga ke surga.
hei
ho!
Nak, foto ini diambil oleh ayah saat perjalanan kita ke Bandung beberapa hari yang lalu. Lewat potret ini, kelak kamu bisa melihat betapa kita berdua saling mengasihi satu sama lain tanpa syarat. Ibu selalu berdoa agar kamu menjadi manusia yang salih, memiliki hati yang bersih, tulus, jujur, mudah menerima ilmu dan nasihat serta bermanfaat untuk sesama. #ceritarumitabassam https://www.instagram.com/p/B6gZUVFhaG_/?igshid=n2kj8jgw2p1y
I wish you were here
Dad.
بسم الله الرحمن الرحيم
apa yang akan kau lakukan
jika tiba-tiba saja saya menghilang
Source: souma-stela, via IslamicArtDB
Hae Fit
Dua kata pertama yang kau ketikkan saat menghubungiku via whatsapp untuk pertama kali (21 Juni 2017)
20072017
Dear, Allah~ Terima kasih atas semua yang terjadi untuk kemarin, hari ini, dan esok. Saya ga tau lagi harus nulis apa untuk ngungkapin rasa syukur ini. Alhamdulillah :)
Saling Sabar
Ternyata di bulan ke sembilan saya menikah, saya semakin menyadari bahwa ada beberapa hal yang dulu saya pahami ternyata keliru. Sebabnya sederhana; hanya karena saya membaca tanpa mengalami, bertanya tanpa mengalami, dan kini saya mengalaminya-menjalaninya, hingga jawaban itu ternyata terhimpun seiring berjalannya waktu. Banyak kekhawatiran saya tentang pernikahan yang ternyata tidak terjadi, kekhawatiran yang saya buat-buat dalam pikiran saya sendiri waktu itu. Juga ternyata banyak hal tak terduga yang mengejutkan, oleh karena saya memang tidak tahu, tidak ada pedomannya, dan memang saya kini menyadari bahwa setiap pernikahan akan memiliki kisahnya masing-masing. Eksklusifitas yang hanya bisa dirasakan oleh sepasang manusia yang menikah tersebut.
Seringkali orang lain mengatakan kepada kami kalau kami terlihat cocok karena banyak kesamaan, misal sama-sama suka menulis, juga sama-sama suka berkegiatan sosial. Atau ada orang tak dikenal yang mengatakan kalau kami itu saling melengkapi banget, kayak puzzle. Ada satu rahasia (mungkin bisa saya katakan sebagai ilmu) pernikahan yang dulu saya tidak pelajari tapi akhirnya saya pahami setelah menikah, yaitu ilmu saling sabar.
Mau bagaimanapun, saya dan istri adalah dua pribadi yang berbeda dan tumbuh amat berbeda sejak lahir. Mau disatukan seperti apapun, akan selalu ada celah-celah perbedaannya. Mau saling melengkapi seperti apapun, akan selalu ada pertentangan-pertentangannya. Hanya saja, hal-hal seperti itu tidak akan pernah ditemukan di tempat umum karena akan selalu berakhir di rumah.
Dan kuncinya adalah ilmu saling sabar. Sebenarnya, saya dan istri hanya melakukan itu sebagai upaya kami dalam membina rumah tangga muda ini. Kami tidak bersikeras untuk saling melengkapi satu sama lain, tidak juga bersikeras bahwa kami harus segera berlipat ganda potensinya. Semua itu butuh satu hal yang penting, yaitu kesediaan masing-masing kami untuk dilengkapi, disadarkan, ditekan (dalam hal positif), didorong, dan sebagainya untuk menjadi pribadi yang berkali lipat baiknya.
Ilmu saling sabar. Kami hanya berusaha untuk saling sabar menghadapi diri kami sendiri, saling sabar juga menghadapi satu sama lain sebagai pasangan. Saling sabar terhadap sifat-sifat, terhadap ekspektasi, juga terhadap ego. Kami berusaha keras untuk saling sabar, yang ternyata itupun sangat sulit.
Ketika menikah nanti, kita mungkin akan menyadari kalau ternyata tidak selalu menikah itu saling melengkapi. Belum tentu kehadiran kita melengkapi kekurangannya, juga sebaliknya. Belum tentu kehadirannya meniadakan kekurangan kita. Bisa jadi justru semakin menambahnya. Belum tentu kehadirannya mampu meredakan kekhawatiran dan keresahan kita dulu ketika sendiri, bisa jadi justru kekhawatiran kita semakin bertambah.
Kita perlu untuk saling sabar. Sebab selama-lamanya kita harus saling beradaptasi. Kita harus saling percaya, saling menerima satu sama lain, saling mendukung, dan saling mengendalikan ego. Dan untuk melakukan itu semua, kita perlu untuk saling sabar.
Selamat mempersiapkan kesabaran sebagai bekal, pastikan ia tidak ada habisnya. Jangan membatasinya. Biarkan itu tumbuh setiap hari dalam pernikahan nantinya.
©kurniawangunadi | 15 Juni 2017
Jangan berdiri di depanku karena ku bukan pengikut yang baik Jangan berdiri di belakangku karena ku bukan pemimpin yang baik Berdirilah di sampingku sebagai kawan~ Banda Neira - Sebagai Kawan Sungguh mereka yang ada dalam potret di atas bukanlah teman, bukan pula kawan, apa lagi sahabat. Lebih dari itu, mereka kusebut keluarga.
Kehilangan seseorang Yang masih ada tapi terasa jauh Yang ingin dimatikan saja perasaan tentangnya Kehilangan seseorang Yang sudah tiada tapi terasa dekat Yang ingin dihidupkan selalu perasaan tentangnya
NA, 6 Ramadhan 1438H
Warisan terbaik yang diberikan seorang ayah terletak pada setiap waktu berharga yang dilewati bersama anaknya. Saat berjalan bersama, menyelipkan pesan dalam cerita, saat menjawab tanyanya dengan perhatian sempurna. Agar tersimpan dalam hatinya, kenangan paling indah di masa kecilnya bersama ayahnya, bersama pusaka yang kelak akan ia pegang selamanya…
©Quraners, Renungan 00.59 a.m (via quraners)