First of 2014
No. I won't call this routinities a routine. We feel bored because we keep that bored-thought in mind. If I refuse to think that way, I hope there'll be a way to make this routine wonderful.
Misplaced Lens Cap

Origami Around
Jules of Nature

roma★
he wasn't even looking at me and he found me
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Peter Solarz

Andulka
Xuebing Du
art blog(derogatory)
No title available
Sweet Seals For You, Always

ellievsbear

Discoholic 🪩

No title available

No title available
will byers stan first human second
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

if i look back, i am lost
Monterey Bay Aquarium
seen from Germany
seen from United States

seen from Japan
seen from Belarus
seen from Spain
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from China

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Italy

seen from France
seen from Germany

seen from Türkiye

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Türkiye
@flslly
First of 2014
No. I won't call this routinities a routine. We feel bored because we keep that bored-thought in mind. If I refuse to think that way, I hope there'll be a way to make this routine wonderful.
New Arrival
I am a new arrival in here. I got new work environment. I got new partner. But I am waiting for the new challenges.
Debar-debar
Desember 2013. Hari ini bertanggal 9. Aku sudah hadir di sebuah kantor di jalan kebahagiaan, daerah mangga besar. Hari ini jatahku untuk interview dengan perusahaan yang aku impikan. Tuhan mendengar doaku, memberiku kesempatan untuk mempromosikan diri kepada jajaran direksi pt. Gramedia asri media. Aku gugup. Gugup bukan hanya sekadar alasan bicara menjual diri, akan tetapi kegugupan jika nanti aku gagal. Gagal untuk diundang ke tahap selanjutnya. Naskah panjang sudah berkecamuk di kepala. Mulai dari nama hingga beragam alasanku untuk melamar ke perusahaan ini. Cemas. Seakan ada ular yang melilit-lilit di ususku. Tapi ini benar-benar kesempatan baik. Secercah harapan untuk menapaki dan mulai mengenal, bagaimanakah Gramedia itu? Aku tentu berharap besar. Begitu berharap. Tetapi manusia berencana, tuhan yang mengabulkan. Oleh karena itu, semoga tulisan yang aku buat beberapa menit sebelum aku memasuki ruang interview ini, dapat menjadi catatan selanjutnya, catatan baik untuk aku menapaki tahap selanjutnya. :)) Sally, semangat!
:))
Inspirational quote from Emilia (italian native speaker-dozentin): i don't mind spending much money for buying many books. Because knowledge is priceless!
Mengamati dan berkomentar sangatlah mudah daripada bertindak dan membuat perubahan. Kau ingin menjadi yang mana?
Selftalk
Seperti kata Ayu Utami, jika beberapa kebetulan terjadi, apakah itu hanya sebuah kebetulan belaka?
Manjali dan Cakrabirawa
Sedikit heran dengan warga jakarta yang berkata bahwa sudah terbiasa dengan kemacetan. Adanya kata terbiasa mungkin membuat perubahan di Indonesia menjadi lambat. Orang-orang memilih pasrah di kemacetan daripada harus repot berkoar-koar menuntut perubahan.
If such thing as a miracle exists, then it's another name for hard work.” - Han Tae Joon
This quote is so inspiring :)
What I feel...
I am just upset with my degree and educational background. I found so much trouble to get an appropriate job. Till when should I wait?
Before one of my alumni told me that it was not difficult enough to get a job in our background (red: humanities). But then? Was it him encouraging me only or is it me too inappropriate for the qualifications.
Bhh.. This state of unemployment is driving me crazy.
SEPERTINYA KAMI BAHAGIA...
i choose this photo without erl*n. :D
Lugu
Aku melacurkan diri dengan menghubungimu lagi.
Ah- mungkin aku hanya lugu.
Keluguan yang berkali-kali?
Bukan- Kau hanya belum puas tersakiti oleh sosoknya.
Kami
Aku adalah A
Kamu adalah B
Dia adalah C
A, B dan C sering menyebut diri mereka dengan kami.
A, B dan C mungkin dapat dinamakan sahabat.
Alah-mungkin belum. Kami hanya teman yang kebetulan tinggalnya dekat dan saling kenal.
Jika A diberikan keberanian, ia ingin lebih dekat dengan B. Tetapi kan mereka teman? Mereka dekat, kan?
Bukan. Yang A maksud bukan dekat layaknya teman. Dekat yang tidak sebatas teman.
Jadi aku lihat si A mulai mendekati pangeran B-nya. Dia sangat hati-hati dan tidak ingin B mencium niatnya itu. A sedang dalam misinya. Tetiba ia sadar.. kenapa B melihat C?
Aku tidak dapat memastikan apakah A tahu bahwa sorot mata B itu bukan sorot mata teman kepada C. Adakah harapan bagi A untuk tetap menerima perhatian dari B?
Aku pun belum menyelesaikan tahap ini.
Aku masih mengamati dan sebenarnya sedikit berdoa dan berharap, A dan B akan berkembang ke tahap yang lebih baik... dari sekadar teman.
Jika rasa ingin tahu melahirkan duka, hamba harus apa?
inspirasiku
Sinyal-sinyal
Aku rasa aku jatuh cinta.
Hah? Ini aku namakan cinta? Ataukah hanya rasa sementara?
Bukan. Itu hanya rasa ingin tahuku.
Benarkah hanya itu? Aku pun ragu.
Rasanya ada sedikit ketertarikanku.
Pada siapa?
Ya, pada sosok itu. Yang dari dulu sebenarnya ada, tetapi aku terlalu sibuk melihat benda lainnya.
Jadi ini bukan cinta?
Bukan. Aku pastikan.
Oh, semoga ini hanya rasa sementara.
Jadi kau takut jatuh cinta?
Menemukan teman dekat di ujung kisah begitu penuh syukur. Seakan di sebuah jurang dan saat melompat ada tangan yang tiba-tiba menjulur dan menarikmu untuk kembali berdiri.
inspirasiku
In The Middle of Our Waiting (Part 2)
Kenapa saya namakan judulnya demikian?
Ya, kami lulusan yang sedang menanti pekerjaan yang sesuai dengan kami. Gege sudah mendapatkan pekerjaan, tapi masih belum tahu kapan akan mulai kontrak kerja. Yang lain masih berstatus sama: Jobseeker. Liburan kali ini kami rencanakan untuk penghilang penat sekaligus saling menyemangati satu dengan yang lainnya. Kami berharap ketika saatnya tiba, kami semua akan diberikan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan bakat dan kemampuan kami.
Melalui pertemuan ini pula, kami semakin mempererat hubungan diantara KBN. Menginap membuat kami dapat bercerita berbagai hal, mulai urusan kampus, pekerjaan dan cinta. Begadang, tertawa. Semuanya menarik dan menjadi kenangan baik. Kami pun dapat membuktikan bahwa dengan modal yang minim keakraban dan pertemanan yang tulus dapat dicapai dan terlaksana. Tidak perlu yang mahal untuk hangout di tempat-tempat menarik, hanya bermodal rumah salah seorang teman saja, kami bahagia!
Kami akhirnya ke puncak, Gunung Mas dan tentu saja yang tidak kalah penting adalah mengabadikan setiap momen di sana. Narsis adalah hal yang lumrah di kehidupan mahasiwa. Go KBN Go!