Menjadi Baik
Beberapa tahun terakhir ini, aku sedang mengalami penurunan kualitas diri. Dalam segi iman, kejujuran, kebaikan dan kondisi hati dari hari ke hari. Hari ini, aku menyadari dengan sangat utuh, betapa terlenanya aku dengan pergaulan masa kini dan teknologi yang meyuguhkan sosial media untuk ajang pamer gaya hidup dan sebagainya.
Semakin hari, kita harus lebih cermat dalam bertindak. Harus memiliki prinsip hidup yang kokoh agar tidak mudah terlena dengan apa yang dunia suguhkan di masa kini. Itulah yang tidak ku miliki.
Beruntungnya, meski banyak kawan-kawan yang menyukseskan aku untuk lebih terlena lagi dengan dunia ini, aku mengenal beberapa orang baik dalam hidupku. Beruntungnya lagi, Tuhan masih mengizinkan aku untuk berpikir terbuka dan menerima segelintir orang baik tersebut untuk mempengaruhi hidupku lagi.
Mulai hari ini, aku akan mengambil langkah pasti. Menjadi baik kembali setelah pergi kehilangan arah tidaklah mudah. Aku perlu kekuatan dan mereka yang menguatkan. Bagaimana caranya untuk dikuatkan setiap saat?
Usaha yang pertama, genggam erat niat. Seberapapun aksi kita jika memang tidak niat, ya ujung-ujungnya akan menerima penolakan dari diri sendiri. Aksi itu penting. Tapi, niat tidak jauh kalah pentingnya.
Usaha yang kedua, berteman dengan orang baik. Dalam hal ini, bukan berarti kita memilih teman. Kita boleh menemani semuanya, dengan catatan, tidak boleh mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baiknya. Kita harus tegas dengan diri sendiri. Mau berubah ya jangan setengah-setengah. Walaupun tidak langsung seutuhnya, setidaknya perlahan demi perlahan.
Usaha yang ketiga, selektif. Setiap orang selalu ada kurang dan lebihnya, baik dan buruknya serta nirmanfaat dan manfaatnya. Peran kita adalah menyaringnya. Bukan dengan menelan bulat-bulat, namun pisahkan duri-duri yang kemungkinan akan menyakiti tenggorokan kita.
Usaha terakhir, komitmen. Berkomitmenlah untuk menjadi baik setiap hari. Setidaknya, lebih baik dari hari kemarin, sekecil apapun itu. Brkomitmen itu tidak mudah. Ada ego yang harus kita kalahkan. Sebagian pendewasaan lahir dari sebuah komitmen yang kita buat di hidup ini, tentang bagaimana konsisten dan bertanggung jawab dalam suatu hal.
Aku ingin menjadi baik. Tapi aku tidak ingin sendirian. Oleh karena itu, ayo kita hidup bersama-sama menjadi lebih baik dari hari ke hari. Kita bisa saling mengingatkan. Kita bisa saling berbagi tulisan. Kita bisa saling menguatkan. Kita juga bisa saling berbagi hal-hal baik lainnya. Jadi, mau berbaik diri bersama?



















