Jadi dulu sebelum punya org terkasih, saya benci sekali dengan ke-uwu-an org lain. Karena menurut saya itu hal yang geli, cringe gitu pokonya. Setiap temen lg pacaran misalnya, lalu posting ke sosmed pasti saya komen "dasar bucin" -budak cinta- yaa pokonya saya hujat habis-habis an.
Sampai saatnya saya kuliah, tak ada org yg kenal saya begitu dekat juga jd harus adaptasi lagi. Tapi saya bertemu lalu menjadi kenal dengan satu laki-laki yang aneh gerak geriknya. Begitu berbeda. Kalo ngomong ke saya itu suaranya seakan merendah, jarang sekali ngomong kasar ke saya tak seperti ke teman perempuan lainnya. Definisi baik itu ada di dia.
Saya tak sadar kalo dia berbeda. Saya tau dia suka sama saya juga dari teman saya. Masalahnya, saya belum siap untuk menjatuhkan hati saya kepada orang lain. Sudah terlalu sakit, takut, bisa dibilang trauma untuk menjatuhkan hati. Tak percaya dengan sosok laki-laki lagi.
Terus saya juga merasa tak pantas untuk disukai apalagi dicintai. Apa yg bisa membuat orang lain jatuh kepada saya? Merasa diri urak-urakan, gajelas ah pokonya aneh.
Sampai akhirnya dia mengungkapkan apa yang dia rasakan. Saya bilang saya belum bisa pacaran. Masih takut salah menempatkan hati. Dia menerimanya. Lihatkan? Betapa baiknya dia.
Awalnya saya mencoba "Ah coba saja dulu, jalani dulu. Mungkin bisa bikin saya bahagia dan juga melupakan yang terdahulu" sekedar jalani saja sejauh mana kita melangkah. Tak ada niat serius dan tak berekspektasi apa-apa.
Tapi makin kesini, saya makin -bucin- seperti teman-teman yang dulu saya cerca. Banyak ekspektasi yang terbayang dengan dia di dalamnya. Ternyata indah juga rasanya. Bagaimana ya menjelaskannya. Senang aja gitu merasa dicintai.
Makin sini, saya makin tak mau kehilangan. Saya telah menjatuhkan sejatuh-jatuh nya hati saya. Saya telah menerima konsekuensi apapun apabila di masa depan akan terjadi hal yang tak diinginkan. Alhamdulillah sampai sekarang kita masih berjalan. Doakan sampai maut memisahkan ya
Apa inti dari cerita ini? Terima diri kamu sendiri. Ikhlas kan kalo kamu itu seperti itu. Jangan menyangkal.
Jika harus memilih bersama orang yang kita cintai atau yang mencintai kita saya sarankan lebih baik dengan yang mencintai kita. Saya tak mau kasih alasan. Rasakan saja sendiri hihi.
Saling toleransi dan menerima adalah kunci.