Satu kalimat "kamu pikir ini perlombaan?" Membuatku kembali sadar, bahwa kami jelas berbeda
Yang ia anggap 'aku berlomba'
Bagiku adalah 'aku iri'
Aku iri dengan mereka yang bilang 'tidak' tetapi lebih dulu mencapai 'iya'
Sedang aku, yang sejak awal memimpikan 'iya' masih terus mendapatkan 'tidak'
Seperti tertampar kenyataan yang membuatku kembali mempertanyakan "apakah suatu saat nanti aku akan bertemu 'iya'? "
Hope foods will release your 'over thought' HAHA



















