sudah lama aku tidak berkunjung ke sini ya
Show & Tell
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie
Sweet Seals For You, Always

⁂

pixel skylines
Cosmic Funnies
i don't do bad sauce passes

#extradirty
RMH
Alisa U Zemlji Chuda

JVL
almost home

blake kathryn
ojovivo
cherry valley forever
noise dept.
$LAYYYTER
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
TVSTRANGERTHINGS

seen from Poland
seen from United States

seen from United States

seen from Japan
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from France
seen from Germany

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from T1
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from T1
seen from United States

seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from United States
@gadisberpena
sudah lama aku tidak berkunjung ke sini ya
Pendidikan terbaik buat anak-anak dalam sebuah keluarga adalah orangtua yang saling mencintai.
-Edward Suhadi
This is deep. Kapan2 kalau energi udah terkumpul kembali, pengen banget nulis tentang ini. Since setelah masuk kerja, ketemu dan ngobrol dengan ibu-ibu yang telah bersuami, banyak dari mereka yang menganggap keakraban dengan suami itu tak terlalu penting. Bahkan menyebutnya sebagai suatu yang berlebihan. Sebaliknya, justru ketidakpedulian, membiarkan suami-istri saling mengurus urusannya masing2, adalah suatu kewajaran.
Kau tahu tidak, barangkali jalanmu rumit meski niatmu baik untuk menolong orang itu karena; kau harus menolong dirimu sendiri dulu.
Jadi, tidak apa-apa untuk egois sesekali.
Tulisan: Untuk yang belum selesai dengan dirinya sendiri.
Apakah kita benar-benar siap dengan masa depan? Jika saja apa yang hari ini selalu diusahakan dan didoakan ternyata tidak akan menjadi kenyataan bagaimana? Apakah kita akan kecewa dan mencela takdir?
Bukan soal pesimis atau berprasangka buruk, hanya saja kita butuh untuk merefleksi sudah sepasrah apa jiwa dan hati kita menerima sesuatu yang di luar prediksi kita nanti. Nyatanya, kita hari lupa untuk melangitkan doa soal kelapangan hati menerima semua kemungkinan di masa depan.
Pada karir yang belum tentu kita dapatkan, soal usia kita yang belum tentu panjang, bahkan soal pasangan yang belum tentu kita dapatkan dan pertahankan. Dunia ini unik dengan segala kemungkinan dan arah takdir yang tidak pernah tertebak kemana akan berhembus membawa kita.
Bahkan kita lupa soal menata mimpi di masa depan, langkah apa saja yang harus kita lakukan, bagaimana memulainya, dan soal kekhawatiran lainnya yang menjadikan kita ragu untuk melangkah dan takut untuk keluar rumah.
Benar, seseorang yang belum selesai dengan dirinya sendiri akan sangat sulit untuk berkarya, yang ada hanya hantu pikiran yang terus menakuti dan memenjarakan diri.
Tidak ada yang lebih penting untuk kita selesaikan kecuali dengan diri sendiri, sebab seseorang yang belum selesai dengan dirinya sendiri hanya akan merepotkan langkah kakinya, bahkan mungkin akan merepotkan orang lain.
Selesaikan saja dulu antara diri kita dengan semua ketakutan, soal meyakinkan keraguan, menenangkan pikiran, dan menjalani apa yang hari ini ada dengan senang dan syukur. Soal masa depan biarkan tetap menjadi rahasia Tuhan saja, kita hanya bisa berusaha dan berdoa bukan? Selebihnya biarkan Tuhan yang mengatur.
Mari melangkah, mari selesaikan sesuatu yang belum selesai dengan diri sendiri. Sebab perjalanan kita baru saja dimulai :’)
@jndmmsyhd
menerka bahwa selama ini saling jatuh tapi saling angkuh hingga akhirnya kalah bertaruh aku sendiri kembali rapuh tuan, yakin kau tak mau berlabuh?
apa yang bisa kukorbankan selain menghirup zat adiktif ini? aroma aquatic memabukkan yang selalu ingin kuhirup kala kau tak ada.
Nikmati saja, jangan mencari arti.
Teruntuk kawanku, diharapkan untuk tidak cepu jikalau suatu hari nanti darah dagingku memiliki nama seperti seseorang yang tak bisa kumiliki.
Fi, di antara banyaknya malam-malam, apakah kau tak merasakan bahwa aku ingin kau menjadi damarku?
Fi, di antara sekian percakapan, apakah kau tak paham bahwa semua keluh kesahku hanya berlatar belakang tentangmu?
Fi, di antara semua pertemuan, tak sadarkah kau bahwa aku tak pernah mampu menatap manik matamu?
Fi, di antara berbagai puisi, tak sadarkah bahwa semua itu berisikan tentangmu?
Fi, tak bisakah? Kau menjadikanku alam semestamu?
Teruntuk; sebuah nama yang mempunyai arti pelita. Terima kasih telah menjadi sebab hariku cerah juga senyumku merekah. Maaf jika namamu tetap bertakhta, sedang hatiku enggan bercerita.
Tubuhnya adalah puisi, huruf-kata-kalimat yang bernyawa.
Isi kepalanya adalah perjalanan yang tidak pernah selesai dijelajahi. Suaranya adalah rerumputan yang diseduh angin. Sepasang matanya adalah danau tenang yang dingin.
Gelak tawanya adalah kupu-kupu yang mengitari taman. Genggamannya adalah rintik hujan yang mengelus kehidupan.
Pelukannya adalah langit malam, kamar tidur dan waktu yang terhenti.
Hatinya adalah cinta yang riuh.
-makkiahst
Coba, beritahu aku. Puan mana, yang membuangmu sedangkan untuk memetikmu saja aku tak sampai hati. Puan mana, yang menyia-nyiakan cintamu sedangkan diajak bercerita olehmu saja aku berjingkrak kegirangan. Puan mana, yang mengabaikan rindumu sedangkan dibalas pesan olehmu saja aku begitu senang.
Apakah rembulan, bisa menjadi damar?
“Ayahku, Selamat Ulang Tahun”
Tidak terasa ya, 50 tahun sudah sosok laki-laki yang dengan bangga ku panggil dengan sebutan ‘Bapak’ terlahir di dunia ini. Tidak terasa juga sudah selama 18 tahun aku hidup dari cinta dan kasih sayangnya.
18 tahun yang lalu, mungkin aku tidak tahu-tahu apa-apa saat hadir di dunia ini. 18 tahun yang lalu juga aku tidak mengerti apa itu arti kehidupan, bagaimana menjalai hidup ini. 18 tahun yang lalu, seorang laki-laki yang ku sebut ‘bapak’ membisikan suara adzanya di telinga ku. 18 tahun yang lalu, kurasa laki-laki itu berjanji pada dirinya untuk selalu membuat ku bahagia
Tapi bagaimana dengan aku? aku, masih saja tidak bisa mengerti ketulusannya. terkadang aku berpikir, apakah semua ayah itu selalu begitu, yang setiap anaknya gagal dia adalah satu-satunya sosok yang paling biasa aja di saat yang lain merasa kecewa, yang selalu sangat bahagia melebihi siapapun disaat anaknya sedikit saja meraih keberhasilan. apakah selalu seperti itu sosok ayah? jika begitu, tolong sayangi mereka dengan sepenuh hati mu
Ayahku, adalah yang terbaik untukku. dulu, mungkin aku sering marah karena didikanya yang keras, mungkin aku selalu saja kesal jika dia selalu menunda keinginanku. tapi aku selalu tidak bisa menyadari, jika didikannya yang keras itu agar aku bisa menjadi manusia yang tangguh, agar aku bisa menjadi anak perempuan yang kuat. Ayahku yang selalu tak pernah menolak apapun yang aku ingin, hanya saja aku yang selalu tidak sabar memilikinya
Ayahku itu adalah orang yang sangat hebat, yang selalu melindungi orang banyak, yang selalu menyayangi orang banyak. aku juga tidak menegrti mengapa tuhan menciptakan hatinya setulus itu. ayahku, benar-benar tumbuh menjadi sosok yang luar biasa, untuk ku, untuk anak-anaknya, untuk ibuku, untuk keluarganya dan untuk semua orang
Ayahku, tetaplah sehat selalu agar aku bisa sedikit saja membahagiakan mu, semoga dirimu selalu dalam lindungan tuhan, semoga engkau selalu ada dalam setiap langkahku, untuk hari ini, besok dan bahkan pada waktu yang tak mampu lagi terhitung oleh akal. kuharap tuhan selalu mengijinkanmu tetap bersama ku
selamat ulang tahun bapak, terimakasih telah mencintaiku dengan sepenuh hatimu. selalu jaga aku dan tetap bersama ku untuk selamanya
semoga Allah, selalu memberikanmu kesehatan dan keberkahan
salam rindu yang paling hangat dari aku anak perempuan mu. Sekali lagi, selamat ulang tahun
Niatnya aku ingin mengirimkanmu rentetan kalimat di bawah ini. Tapi kuurungkan saja niatku. Jadi, aku post saja di tumblr. Rumah keduaku.
Oh iya, silakan saja kirim tulisan ini kesiapapun itu. Senang bisa membantu. Aku mulai ya?
"Assalamualaikum, kak. Apa kabar? Gimana hari ini? Apa hari ini menyenangkan? Atau menyedihkan? Atau biasa saja?
Apapun yang sudah terjadi hari ini, semoga semuanya baik-baik saja walau saya hanya bisa mendoakan yang baik-baik untuk orang baik.
Selamat mengulang tahun, ya? Tapi mengulang tahun bukan untuk diselamati sih sebenarnya, saya cuma ikut apa yang orang lain biasa lakukan; Ah tapi, semoga sisa umurnya bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar, bisa selalu jadi orang baik diantara orang baik; Tetap jadi orang yang kuat buat melewati hari yang melelahkan ... Dan jangan lupa istirahat, ya?
Oh iya, kak, tidak ada salahnya, loh, kalau kakak... Menangis saat sedih; Istirahat saat lelah; Tertawa saat bahagia; Atau apapun itu, Semua itu manusiawi. Saya tau kok orang yang tidak pernah nangis bukan berarti tidak pernah sedih; Tapi memang tidak semua harus ditampakkan, Menjadi orang yang menyendiri bukan masalah, yang menyimpan semua sendiri juga bukan masalah. Hanya saja, jangan lupa rehat, ya?
Terkadang semua harus ditumpahkan; Harus dikeluarkan; Harus diomongkan; Atau mungkin juga harus ditulis? Sini cerita kalau mau cerita, walau saya bukan orang yang benar untuk diajak cerita.
Semangat terus, ya? Ayo selesaikan apa yang sudah dimulai; Bertanggungjawab dengan apa yang sudah dipilih.
Sekian ketikan semu dari saya.
Sekali lagi, barakallahu fii umrik. Manfaatkan umur dengan baik dan tetap menjadi baik.
Kalau butuh support system... Call me maybe, ya."
Ttd. Aku yang tidak berani menyukaimu secara langsung.
Samarinda, 19 September 2019
Ternyata segala yang kutulis untukmu, sebenarnya bukan hanya untukmu, tapi juga untuk aku, dan untuk kita semua
Menangis saat sedih, istirahat saat lelah, dan tertawa saat bahagia
Aku juga harus belajar menumpahkan rasa, bukan menumpuk lalu membiarkannya menjadi abu,
Aku baru menyadari, hal-hal yang ku ingin beritahukan kepadamu, adalah hal-hal yang ingin kuberitahukan padaku,
Aku tidak sekuat itu.
Kamu sudah mulai menggeserku, lalu menggantikannya dengan yang lain
Lalu, aku mulai berusaha menggeser diriku sendiri yang tetap kokoh ingin bertahan denganmu
Lucu, tapi anehnya aku tidak tertawa
Tentang rasaku yang tak karuan, tentang cemburuku yang tak beralasan, tentang rinduku yang tak tahu aturan.
Maaf, tetiba saja rasa ini hadir tak jelas. Debar silih beradu kala tatap kita saling bertemu. Senyum tersungging tiada henti bak manusia kurang waras. Kupu-kupu melanglang buana menggelitik hati tiada jemu.
Maaf, tetiba saja cemburu memberontak. Panas membara kala melihat lenganmu digandeng olehnya. Sempat berpikir untuk perlahan pergi karena perasaan terasa luluh lantak. Namun pada akhirnya aku tahu diri, siapa aku? Mengapa aku cemburu melihatmu bersamanya?
Maaf, tetiba saja rindu meracau sendiri. Sedikit gelisah dan kesal hati ketika pesanku tak kunjung kau balas. Girang hati hingga berjingkrak saat pesanku kau balas sampai-sampai aku memohon pada semesta agar percakapan ini tak kamu akhiri. Hingga pada suatu titik aku bertanya pada diri sendiri "mengapa dia sehebat ini? Kenangan dengannya melahirkan rindu yang deras juga meninggalkan bekas"