04.01.2020 ❤❤❤ https://www.instagram.com/p/B8PIDv7Fd3b/?igshid=1ithofubtreei

blake kathryn
No title available

oozey mess

Game Changer & Make Some Noise
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie
todays bird
noise dept.
Today's Document
Xuebing Du
𓃗
Sade Olutola
occasionally subtle

PR's Tumblrdome

roma★
YOU ARE THE REASON
Game of Thrones Daily

shark vs the universe
NASA
Keni
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Vietnam
seen from Saudi Arabia
seen from Vietnam
seen from United States

seen from Vietnam

seen from Brazil

seen from Uruguay

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@gayuhjp
04.01.2020 ❤❤❤ https://www.instagram.com/p/B8PIDv7Fd3b/?igshid=1ithofubtreei
There are two powers in the world; one is the sword and the other is the pen. There is a great competition and rivalry between the two. There is a third power stronger than both, that of the women. ~Muhammad Ali Jinnah~ ° ° ° ° #women #womenquote #woman #powers #instaoftheday
You are where my heart is ❤ Where I can be truly who I am Where I can see what is love You are the dream that I prayed Every day all night long To be someone that someday will accomplish my faith Sometimes when storm comes Just hold my hand And when you get hurt Just hold me tight You know I’ll always be there To be someone who listen to you And when life gets harder Just believe in us, What makes us hurt today, will makes us stronger tomorrow… I love you,
06-05-17
Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do.” – Mark Twain Ekspedisi Nusantara Jaya bagi saya bukan hanya sebuah perjalanan. Disini, saya bertemu teman-teman yg luar biasa. Manusia-manusia tangguh dan pekerja keras, pemuda-pemuda hebat dan berprestasi dari seluruh penjuru negeri. Dan tujuannya satu, berbuat sesuatu untuk Indonesia. Segera daftarkan dirimu menjadi bagian dari Ekspedisi Nusantara Jaya 2017! selengkapnya bisa dilihat di www.enj-maritim.id 😊 You'll get not only experiences, journey, a new family, but also...the most important thing, you'll get the new you ❤ (at Waingapu - East Sumba)
Pekerjaan saya dulu, memberikan parenting kepada ibu-ibu dari kalangan menengah ke atas. Dan sekarang, saya harus memberikan parenting dalam bentuk family development session pada 10% masyarakat terbawah negri ini. Keduanya sama-sama menantang, tapi tempaan alam dan kondisi geografis disini membuat saya kagum bahkan haru pada ibu-ibu golongan kedua. Mereka jauh lebih kuat, dengan segala keterbatasan, mereka terlihat sangat bahagia dalam kesederhanaan. See? Inilah makna sebenarnya dari kalimat "bahagia itu sederhana". Boyolali, 20-04-2017 *Foto ini diambil di Dukuh Candisari, Desa Candisari, Ampel, Boyolali. Rumah terakhir dan tertinggi sebelum jalan setapak menuju pos 1 Gunung Merbabu. – View on Path.
The highest result of education is tolerance. ~Hellen Keller~
#throwback Dari 2 minggu perjalanan kami melewati Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa dan Sumba, semua alat transportasi telah kami gunakan. Mulai dari kereta, ferry, bus, taxi, kapal perintis, angkot, dan pesawat. Tapi favorit kami tetap... FRENJER!!! 😂 Bus nyentrik nan unik ini kami gunakan selama berkeliling Sumba. Pemilik sekaligus sopirnya adalah seorang tionghoa. Awalnya kami pikir ini bapak galak setengah mati. Kerjaannya teriak-teriak. Kami belanjapun dimenitin sama dia. Hei kau, kalau 15 menit tak slesai kau beli barang, sa tinggal kau! Hahaha, nawar di pasar sambil deg2an ditinggal dan sebel diklaksonin bus. Tapi kemudian kami berubah terpukau pada kemampuan menyetirnya. Tepi jurang, semak belukar, jalan setapak yg kayaknya nggak muat buat bus di bukit, semua bisa dilewati (tentunya kami sambil berdoa sampai hampir nangis wkwkw). Dan satu lagi, ternyata di balik tampang galaknya, bapak ini punya hati yg sangat mulia. Setiap ada anak sekolah berjalan kaki, dia akan berhenti dan memberi tumpangan pada mereka. Setiap hari, dan GRATIS. Hei Bapak Frenjer, semoga kau selalu sehat disana, masih dengan tulusnya memberi tumpangan pada anak sekolah cuma-cuma, dan semoga kita bisa berjumpa lagi di lain waktu... ❤ – View on Path.
Banyak cara untuk merayakan tahun baru, kembang api, perayaan, berkumpul bersama, dll. Dan ini tahun baru kami, jauh dari kemeriahan, tapi inilah tahun baru terindah sepanjang hidup kami. Melihat senyum mereka ketika berebut sepatu, mendengar ucapan terimakasih yg begitu tulus. Alhamdulillah, donasi #SepatuWaingapu melalui kitabisa.com/sepatuuntukwaingapu telah kami salurkan dalam bentuk 250 sepatu untuk anak-anak di SD Pau, Rindi Umalulu, Sumba Timur. Kami berterimakasih sebesar-besarnya kepada teman-teman yg telah berpartisipasi dalam champaign kami ini. Semoga, sedikit kisah kami memberi energi positif di awal tahun ini. Jangan buang waktumu hanya untuk mencela, menyalahkan, beradu argumen untuk sebuah perbedaan, tapi lakukanlah hal nyata, meski kecil, akan merubah cara pandangmu selamanya :) Selamat Tahun Baru 2017❤ #AwareOfWaingapuTeam – View on Path.
ENJ Bali's Diary (1)
Hello Tumblr! Long time no write (. Karena kesibukan dan seabrek kegiatan, maka mati surilah blog ini. Tapi, marilah kita hidupkan lagi dengan Bismillah ;0 Jadi, bulan Oktober 2016 kemarin saya berkesempatan mengikuti kegiatan ENJ koridor Bali. Apa sih ENJ? ENJ adalah kepanjangan dari Ekspedisi Nusantara Jaya. Ekspedisi ini digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Republik Indonesia. Oya, sebagai informasi, Kemenko Maritim ini adalah kementerian yang mengkoordinasikan beberapa kementerian lainnya, yaitu Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pariwisata. Ekspedisi ini bertujuan sebagai wadah para pemuda Indonesia untuk meningkatkan wawasan kemaritiman serta membangun akses terhadap daerah-daerah terluar di Indonesia. Untuk info lengkapnya, bisa diakses di www.enj2016.info ;) Lalu kenapa kok tertarik ikut ekspedisi ini? Jawabannya, pasti. Karena saya bisa keliling Indonesia gratis. haha. Tapi bukan itu saja, sebenarnya saya ikut ini karena mau menantang diri sendiri aja sih, seberapa jauh sih kemampuan menulis saya, seberapa jauh hal sudah saya lakukan selama ini membawa manfaat, apakah saya bisa membuat program dengan segala keterbatasan, seberapa bisa saya membawa manfaat bagi saudara-saudara kita disana nanti, dan satu lagi…siapa sih yang nggak pengen jadi alumni program ini? dapat sertifikat kementerian dan pengalaman yang nggak akan pernah bisa dibeli dan dilupakan seumur hidup? Ya, untuk bisa mendaftar di program ini, kamu harus menyiapkan satu esay terbaik kamu yang isinya tentang kemaritiman Indonesia dan harapan serta tujuan kamu mengikuti program. Disinilah kemampuan menulismu akan diuji, dibandingkan, dinilai dengan ribuan peserta lainnya. Hal kedua yang harus kamu siapkan sebelum mendaftar adalah bertanya pada diri sendiri, kamu sudah melakukan apa saja selama ini? Ya, karena kamu harus menuliskan semua prestasi, kegiatan organisasi, dan kegiatan kamu selama ini. Jangan remehkan kegiatan organisasi sekecil apapun (fyi, saya pernah mendaftar beasiswa Kemenpora, berbekal rekomendasi organisasi berembel-embel International Foundation, dan saya kalah dengan orang-orang yang selama hidupnya aktif di Karangtaruna, di RT, dan organisasi lingkup kecil lainnya! See?). Hal ketiga, banyak-banyaklah berdoa. Setelah kamu menuangkan kemampuan menulis terbaikmu, menuliskan hal positif yang sudah kamu lakukan selama ini, saatnya kamu berdoa. Seperti kata Paulo Coelho “When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” Hal keempat, tunggu hasilnya. Saya mendaftar di detik-detik terakhir sebelum pendaftaran ditutup. Hehe, jangan dicontoh ya, saya memang tipe deadliners :P Sebaiknya persiapkan segalanya jauh-jauh hari, it will be much much better, trust me. DAN…..pendaftar di periode kali ini sudah berjumlah…7448 orang! Sempat pesimis, tapi yasudahlah, siapa tahu kan rejeki orang nggak ada yang tahu ya? Lalu saya langsung lolos? jawabannya…TIDAK! Nggak diterima kok bisa ikut? to be continued…. :P
Tak perlu ke tempat wisata, karena kalian akan melihat pemandangan seperti ini di sepanjang jalan, di seluruh pulau... Saya memang tak lahir & tumbuh di Sumba, tapi saya rasa saya jatuh cinta padanya... at Sumba Island – View on Path.
[WAINGAPU BERTERIMAKASIH PADAMU] “Kaka’ ini apa kok pensilnya bisa bagus bentuknya..” “Wuiiih ajaib bisa lancip sendiri..” “Barang apakah itu kaka’..” Wajah Dola terkagum sembari berkaca-kaca melihat benda aneh yang baru saja dia pegang. YA, benda itu adalah rautan pensil, bantuan seorang kawan yang menitipkan kepada kami dalam Ekspedisi Nusantara Jaya 2016. Dola merupakan satu dari beberapa anak Kampung Pau Kecamatan Umalulu, Waingapu, Sumba Timur yang menerima bantuan dan titipan kawan-kawan semua. Titipan sumbangan berupa buku, alat tulis, seragam, tas dan peralatan sekolah lainnya Alhamdulillah telah diterima dengan suka cita oleh anak-anak di Waingapu. Anak-anak Waingapu menitipkan ucapan terimakasih dan mendoakan kebaikan kepada semua donatur yang telah memberikan sesuatu yang berharga kepada mereka. Mereka senang sekali dan berharap ada kaka’ yang kesana kembali untuk belajar bersama. Kami selaku peserta ekspedisi juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu kegiatan ini. Besar harapan kami kegiatan ini akan terus berjalan, dan kami tunggu kontribusi kawan-kawan untuk turut serta berbagi dengan adik-adik kita di Waingapu. Berikut kami lampirkan laporan dana dan bantuan yang disalurkan. 1. 15 Kardus Buku (SD-SMP-SMA-UMUM) 2. 6 kardus Pakaian Layak Pakai 3. Total Donasi Dana Sejumlah Rp. 6.006.550 Donasi buku telah disalurkan ke SD Masehi Pau, SMPN 1 Rindi, SMAN 1 Rindi, Taman Baca Namu Angu, dan Taman Baca Melolo. Donasi uang telah didonasikan untuk seragam & peralatan sekolah bagi anak2 di Kampung Pau, Kecamatan Umalulu, Kab. Sumba Timur, dan juga untuk pengadaan pemeriksaan kesehatan gratis, workshop pengolahan ikan, dan workshop pembuatan pewarna kain tenun alami untuk warga di kecamatan Umalulu. -Waingapu Berterimakasih- Tim Ekspedisi Nusantara Jaya Koridor Bali 2016 with mughofar, prastiyani, yuandhita, N., lutfi, fakhriyan, Sukarmin, and Riris at Waingapu - Sumba Timur – View on Path.
Happy bornday...best wishes, many happy returns.. 😚🌾🌼🌻🌼🍁 #birthday #birthdaycard #postcard #design #handmade #gift #wish #artwork #art #crayonite #crayon #likeforlike #instagood #bornday
Kalau tahun lalu harus ulang tahun di Samarinda tanpa siapa-siapa, tahun ini sangat berbeda. Hari ulang tahun kali ini saya habiskan dengan ribuan orang :) Meliput acara "buka luwur" di Pantaran, Boyolali. Pernah dengar cerita Joko Tarub? Nah, konon disini adalah makam dari Joko Tarub dan Dewi Nawangwulan. Setiap tahun, festival "buka luwur" atau buka kain penutup makam dilaksanakan pada bulan Sura, dan dihadiri oleh ribuan orang dari Boyolali dan sekitarnya. Kain penutup makam akan diganti dg beberapa prosesi doa, dan kemudian dipotong kecil-kecil dan dibagikan kepada warga yg ingin "ngalap berkah". Prosesi tersebut kemudian ditutup dengan "sadranan", makan bersama olahan hasil bumi sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME. Terlepas dari berbagai polemik yg terjadi saat ini, saya bangga jadi orang Indonesia. Begitu kaya budaya. Dan...hari ini akan menjadi ulang tahun yg tak terlupakan sepanjang hidup saya 😊 – View on Path.
I'm standing in the cold, facing fate, stand tall and challenge it.. Someday, I'll climb over that wall, with the sky high above. This heavy world can't hold me down. At the end of my life, I'll smile that day..let's do it, catch the dream, together.. #likeforlike #follow4follow #mountain #scenery #beautiful #nature #high #mountainpeak #peak #instanesia #instaoftheday #blue #sky #climb #hiking #adventure #trip
Jika Lupa Sebegini Bahagianya, Aku Ingin Amnesia Saja
Kata orang, wanita ditakdirkan untuk lebih mengingat tanggal-tanggal penting dalam hidup mereka, sedangkan pria lebih cenderung pelupa, atau mungkin hal sepele seperti itu tidak penting untuk mereka? Entahlah, yang pasti hampir dua tahun ini aku yang selalu lebih mengingat tanggal 17. Hampir setiap pukul 00.00 setiap tanggal 17, aku akan mengirim pesan untukmu. Satu kalimat saja, selamat tanggal 17. Tak perlu aku banyak berkata-kata, karena kamu juga pasti tahu apa artinya.
Tapi tanggal 17 di bulan ini lain, bahkan aku sama sekali tak mengingat tanggal itu. Tapi tak apa, kealfaanku kali ini membuatku tahu, kamu sama sekali tak pernah melupakan tanggal 17. Kamu yang ku kira lebih tak pedulian dibanding pria lainnya, ternyata sama sekali tak lupa. Jujur saja, itu membuatku makin jatuh, jatuh hati kesekian kali, pada orang yang sama.
Malam hari, beberapa jam sebelum tanggal 17, kamu datang. Padahal hari mau hujan, dan aku menyuruhmu pulang. Aku benar-benar tak ingat tanggal. Tanggal 17 waktuku pulang ke rumah. Kita sangat jarang bertemu, itu berarti besok pun kita tak kan bertemu, sebab itulah kamu datang, dan aku tak juga paham.
Hari berikutnya, aku tak jadi pulang karena masih ada urusan, dan aku masih lupa tanggal. Kamu datang lagi, mengajak jalan-jalan, bahkan hari sudah petang pun kau memintaku ikut pulang ke rumahmu. Aku sempat heran, sampai rumah pun kamu masih sibuk dengan pekerjaanmu, membuka laptop dan mengetik di sampingku sembari menyuruhku menunggu. Kamu sibuk tapi meluangkan waktu untukku? Kemarin juga sudah bertemu. Lagi-lagi aku hanya merasa tak seperti biasanya, tanpa mengingat tanggal, lupa.
Akhirnya tahulah aku setelah kau tutup laptopmu. Tiba-tiba kamu tersenyum menatapku, dan berkata,”Hari ini tanggal 17 lho…dari semalam aku nunggu kamu bilang tapi nggak bilang-bilang. Biasanya kamu yang ngucapin duluan. Lupa ya?”
Tuhan, sebaik apa aku ini hingga Kau pertemukanku dengan makhluk sebaik dia? Detik itu serasa membeku kemudian, aku hanya ingin sejenak menatapnya dan berdoa agar dia selalu untukku saja. Lalu ketika ruang dan waktu meyadarkanku, kuulurkan tanganku.
“Selamat tanggal 17.”
Dia sambut uluran tanganku, kami pun bersalaman, bertatap, sembari menguntai senyum.
Tuhan, jika lupa sebegini bahagia rasanya, aku ingin amnesia saja.
Ungaran, 21 Maret 2015
"A teenage world" #draw #drawing #picture #doodle #art #sketch #pencil #drawer #world #black #white #instaoftheday #instagood #doodling #color #colour #likeforlike #spidol #crayonite #fantasy #fun #funny #present
Hari ini aku ingin bercerita sebuah kisah kecil senja tadi.
Magelang sore tadi. Mendung menggelayut di langit, hawa gerah seketika terasa bagi siapapun yang ada di luar ruangan. Kami berdua berputar mengitari kota, mencari tempat untuk makan sekaligus berteduh karena hari akan hujan. Tak banyak pilihan, karena lidahku masih Semarang, yang terkontaminasi Jogja, dua tahun disini tak lantas membuatku suka makanannya.
Kami pun mendatangi tempat biasanya, tapi kali ini kami memutar, sekedar mencari angin di tengah panasnya udara. Dan tiba-tiba kawanku menghentikan motornya. Pandangan kami tertuju pada sesosok kakek tua yang menuntun sepeda. Tubuhnya sudah sangat renta. Beberapa kardus berat menggelayut di sepeda jengki tuanya. Tertatih-tatih kepayahan si kakek menuntun sepedanya.
Kami pun bergegas turun dari motor. “Ajeng teng pundi, Mbah?”, tanyaku. Dia hanya memandangku, ingin menjawab tapi sepertinya dia tak begitu jelas mendengar pertanyaanku di sela riuhnya kendaraan yang berlalu-lalang. Aku pun mengulang pertanyaanku. Kakek itu pun menjawab bahwa dia sedang berjualan. Beberapa kardus yang bergelayut di sepedanya adalah barang dagangannya. Tapi dia sudah tak mampu naik sepeda, apalagi memikul dagangannya. Maka jalan satu-satunya adalah berjualan sambil menuntun sepeda.
Seketika air mata kami berdua merebak. Kami keluarkan semua uang dalam dompet kami, tapi kakek itu tak mau menerimanya dengan cuma-cuma. Akhirnya aku ambil sebungkus detergen dan memintanya pulang, semoga uang dari kami, walau tak seberapa, cukup untuk menggantikan penghasilannya beberapa hari.
Hari sudah sore dan akan hujan, cuaca buruk dan bahkan angin puting beliung baru saja terjadi di sini. Hatiku menangis melihat kakek tua itu. Dalam tubuh rentanya, dia masih bekerja, bukan meminta-minta. Lihatlah para peminta-minta dengan tubuh tambun dan sedikit memaksa yang sering berkeliaran di alun-alun kota. Harusnya mereka malu. Bahkan aku pun malu pada diriku sendiri. Aku masih suka membeli barang yang sebenarnya tak ku butuhkan, sering tak menghabiskan makanan, mengeluh pada hidupku. Padahal di luar sana, banyak sekali yang bekerja sangat keras hanya demi bisa makan. Ya Allah…maafkan aku..
Ku tatap sekali lagi kakek tua itu sebelum beranjak pergi. Tubuh rentanya yang tertatih menuntun sepeda berbalik arah pulang. Sayang aku tak sempat memotretnya. Dan hari ini aku berjanji, akan lebih menghargai apa yang aku miliki, lebih bersyukur atas hidupku…
Magelang, 27 Februari 2015