Gimme caption of this 😳 #dsbystory (at Punthuk setumbu nirwana sunrise)

#extradirty
Stranger Things
Sade Olutola
Peter Solarz
Fai_Ryy

No title available
official daine visual archive

titsay
art blog(derogatory)

pixel skylines
NASA
No title available

Discoholic 🪩
Cosimo Galluzzi
EXPECTATIONS
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
TVSTRANGERTHINGS

ellievsbear
Lint Roller? I Barely Know Her

blake kathryn

seen from United States

seen from Netherlands

seen from Nigeria
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil

seen from Russia
seen from Türkiye

seen from Georgia
seen from Moldova
seen from United States
seen from United States

seen from Uruguay

seen from Saudi Arabia

seen from Canada
seen from United States
seen from Germany
seen from Türkiye

seen from Türkiye
@gondberries
Gimme caption of this 😳 #dsbystory (at Punthuk setumbu nirwana sunrise)
Ingatkah dengan seseorang yang sengaja tidak sengaja pernah saya sundut tangannya menggunakan besi panas yang ada di korek gas? Kalau belum atau mungkin lupa, silakan baca di sini. Yaa, ialah ia yang beberapa bulan terakhir menjadi headline di cerita hidup saya.
Tidak banyak yang dapat saya tulis saat bersamanya. Beberapa bahagia lebih saya pilih untuk menyimpannya sendiri di kepala. Atau mungkin itu hanya alasan saya dalam mencari pembeneran atas kekosongan kotak ini selama beberapa waktu. Haha, mungkin tak apa jika memang iya. Terlalu sibuk bahagia di dunia nyata membuat saya begitu sulit untuk sekedar merangkai kata-kata indah berlatar cinta.
Hm, jika sudah pernah membaca cerita saat Seminung, di sanalah pertama kali saya mengenalnya. Layaknya pertemuan dengan orang baru lainnya saat menjadi tim di atas ketinggian, begitu juga saya dengannya. Semua berjalan seperti adanya.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Saya baru benar-benar percaya akan hal itu setelah saya menjalani ini dengannya. Saya tidak pernah mencarinya, begitu juga ia yang tidak pernah mencari saya. Semesta yang mempertemukan kami lewat tangan-tanganya. Pun saya tidak pernah menyangka jika pada akhirnya ia yang kini membuat hidup saya menjadi lebih berwarna.
Kami tidak pernah menjalin komunikasi sejak saat itu. Hanya satu dua pertemuan singkat di beberapa kesempatan. Hingga satu hari di bulan Ramadhan, sebuah pesan singkat saya terima di salah satu aplikasi mesengger milik saya. Sungguh bulan yang penuh berkah. Bagaimana tidak, saya berhasil meraih gelar dan didekatkan dengan seseorang yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya dalam jangka waktu yang hampir bersamaan, Alhamdulilah. Bulan puasa kemarin mungkin menjadi salah satu Ramadhan terbaik dalam hidup saya.
Menjadi seseorang yang dicintainya adalah anugerah bagi saya. Ia adalah satu yang terbaik yang pernah saya kenal. Ia sederhana, namun tidak dengan sayangnya yang begitu luar biasa bagi saya. Beruntung. Entah apalagi yang dapat saya ungkapuntuk menggambarkan semuanya.
Jarak memang terkadang bajingan. Tapi kita bukan pecundang yang tak mampu mengalahkan keadaan.
Hipwee
Hidup
Apakah kau percaya bahwa Tuhan bekerja dengan cara-cara yang misterius? Kalau aku, percaya.
Tenang saja, kau akan menjadi dewasa. Suatu saat kau akan menemukan karir dan pekerjaan yang menghidupi kehidupanmu. Kau akan menemukan seseorang yang sangat mencintaimu, bahkan lebih besar dari cintamu kepadanya nanti. Kau tidak akan menangis sendirian lagi.
Suatu saat kau akan menemukan tempat kerja yang di dalamnya kau bahagia. Kau akan menemukan keluarga dan membangun keluarga. Kau akan sepenuhnya menjadi dewasa. Mengemban sebuah tanggung jawab.
Kau punya banyak sekali waktu, tak usah terburu-buru; Take a time. And times will take times. Pada waktunya, semua itu akan datang sendiri. Dan satu-satunya hal yang bisa menggagalkan semua yang tertulis di atas adalah keraguan bahwa kau mampu untuk berada di titik itu.
Jangan mengikhlaskan kegagalan yang belum tentu datang. Tuhan itu baik.
iya, masih percaya ‘semua akan indah pada waktunya’. makasi tulisannya, ife
Sriwijaya Univ, 2011-2015.
Indralaya, August 20th 2015
Jatuh cintalah tanpa alasan-alasan agar bila kelak ia tak lagi memiliki alasan-alasan untuk kau cintai, kau tak memilki alasan untuk pergi
(via karizunique)
beberapa hal memang sudah seharusnya berakhir, untuk akhirnya kembali lahir –meskipun segala lahir sudah ditakdirkan kelak berakhir, kuharap kau dan aku hanya kan berakhir ketika napas kita saling terhenti dan kembali terlahir di surgaNya nanti
Iit Sibarani (dalam Firasat: Kemarin, Kini, dan Jutaan Nanti)
Ketika kau sudah siap dengan bahagia yang ditawarkan cinta, maka kau juga harus siap dengan segala uring-uringan, ngambek-ngambekan dan sakit karena kehilangan
Oh gini rasanya cemas besok mau seminar hasil penelitian
I'am the words you removed from your incomplete story
hurufkecil
Ia tampak biasa-biasa saja, bahkan mungkin tak seindah bunga-bunga lain. Namun ia memiliki apa yang bunga-bunga lainnya tidak, saat yang lain layu berguguran, ia tetap bertahan :) . Begitu pula halnya cinta, Memang tak cukup urusan cantik atau ganteng semata. Bila cinta utamanya tersebab ketertarikan fisik, seiring waktu ia akan turut layu dan menua. . Berbeda jika kriteria cinta disandarkan akan ketaatan kepada Allah. Selama ia mengajak taat, engkau akan senantiasa mencintainya. Selama engkau menghindari maksiat, ia akan senantiasa mencintaimu. . Cinta karena Allah tak akan habis menyurut, meskipun fisik telah berkeriput. . Percayalah…. Akan tiba saat dimana engkau menyadari, ganteng dan cantik bukan lagi ukuran. . Suatu saat nanti, engkau akan lebih mengharapkan seorang lelaki pemberani yang siap mengucap akad, ketimbang si gagah yang hanya berani ngajak berkhalwat. . Suatu saat nanti engkau akan rindu memiliki istri shalihah yang senantiasa taat, ketimbang si cantik yang tak sungkan-sungkan bermaksiat. . Suatu saat nanti, engkau akan lebih mendambakan seorang suami shalih yang senantiasa membangunkanmu shalat malam, ketimbang si ganteng yang hanya mengajakmu pergi keluar malam tak jelas tujuan. . Suatu saat nanti engkau akan lebih mengharapkan seorang istri shalihah yang pandai menjaga aurat dan kehormatan, ketimbang si seksi yang keindahannya rela dibagi-bagi. . Suatu saat nanti engkau akan menyadari, engkau mencari seorang imam yang memiliki visi membangun rumah tangga surgawi, ketimbang si tampan yang hanya memikirkan dan mengejar kesenangan duniawi. . Cinta karena Allah mustahil ditemui pada jalur kemaksiatan. Karena ia hadir hanya dalam naungan pernikahan. Dan pasangan-pasangan yang saling mencintai karena Allah tidak akan menempuh jalur berpacaran. Karena hanya hubungan halal yang mampu menarik keberkahan. . Mari senantiasa memantaskan diri, persiapkan dengan terus mengkaji dan menuntut ilmu syar'i. . Semoga Allah mengaruniakan suami/istri yang shalih/shalihah bagimu, yang karena Allah kalian saling mencintai :’) . . aamiin allahuma aamiin. .
risqa wilda (via ahmadkrishar)
Aamiin ya Allah :’)
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapusnya jejak-jejak kaiknya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
With partner hiking boys :3
Danau Ranau, Mei 2015
My bestfriend, my best partner in campus, @zuharahilda goes to final BGP!!! Please kindly vote her to be Gadis 2015. You can type BGP#188 (without space) send to 3939, telkomsel only.
GS dan Wisuda
Oke, sebelumnya gue mau jelasin dikit kalo gue di kampus ikut salah satu UKM yang ke-jurnalistik-jurnalistikan. Pers kampus, iya, dan ini adalah tahun ke-tiga gue di sini. Sebut aja, GS.
IMHO, salah satu yang bikin hubungan -baik itu pertemanan atau pacaran- awet adalah nyaman. Kalo udah nyaman ujungnya tau dong bakal apa, sayang. Yep, kira-kira begitulah gue di GS ini.
Sebenernya ini gak bakal jadi drama -yang bikin gue kepikiran mulu- kalo misal gue ada di angkatan 2012 saat masuk kuliah. Sialnya, gue adalah mahasiswa angkatan 2011 yang sekarang udah masuk tahun terakhir gue ada di masa-masa perkuliahan ini. Sialnya lagi, eh ngga deng ini gak sial, ulang ya. Sayangnya, gue bukan lagi ada di tahap yang baru mau mulai, tapi udah di titik tengah menuju kelulusan. Lliterraly lagi di tengah hectic pembahasan buat maju seminar hasil. Iya, gue udah sampe di tahap itu. Nope, no offense for that, i just want to take these-my-freakin-mind out.
Sadar akan hal itu, gue mencoba memberikan kontribusi se-pol-polnya sebelum gue lulus. Jadilah gue menghandle satu dua proker yang salah satunya adalah majalah di bulan ini. Eh, for your information, nerbitin majalah itu gak semudah kaya kamu ninggalin aku, tauk. Ide ada, bahan udah siap, duitnya gak ada. Duit ada, ide banyak, sdm yang ekseskusi gak ada. Terus sekarang, ide ada, bahan udah siap, duit tinggal cair, lah yang nge-layout gak ada. Hvft banget kan. Nah, di tengah ke-riwehan gue yang hampir tiap hari ngejawab pertanyaan seputar majalah ini, gue inget kalo gue belum ngelakuin apa-apa terhadap data penelitian yang udah gue dapet sejak bulan Februari lalu itu. Sementara temen-temen yang sempropnya gak beda jauh harinya sama gue udah pada maju untuk seminar hasil, dan parahnya lagi, sekarang udah mau masuk akhir April. It means, kalo gue mau wisuda bulan Juni, maksimal bulan Mei akhir gue udah harus sidang. Aaaaak, Bulan, jangan muter cepet-cepet dooong :”( Well, sebenernya GS apalagi majalah gak pantes dijadiin alesan buat ninggalin pembahasan-to-be gue hampir dua bulan itu sih. Emang dasarnya aja males, hih!
Iya, gue males emang tapi terus setelah gue ngeliat temen-temen gue udah pada seminar hasil gue langsung jiper dong, takut gak dapet lagi bulan Juni nanti (baca: wisuda). Then, now I decide to focus on my final project after those fvckin-magz release. Mungkin gue akan menghilang dulu dari GS -dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan- sampe gue bisa seminar hasil. To all of my beloved GS, esp Rizki, Apeb, Desi, Abdan, Aris I’m sorry to do this.
Pertanyaannya sekarang; mau ngejar wisuda bulan Juni banget? Gue jawab yaa, IYA, soalnya target gue pake toga di wisuda ke-satu atau ke-dua di 2015 itu udah lewat. Kalo kata Dewa, pupus.
‘Cepet banget mau tamat, kaya yakin aja bakal langsung dapet kerja sehabis wisuda? Temen gue lulus cepet tapi masing nganggur tuh, itu dia lulus lama sekarang udah sukses’. Satu hal yang gue tau kalo gue udah tamat kuliah, bokap nyokap gue punya anak seorang Sarjana :))
Masalah bisa langsung atau ngganya dapet kerja itu gak melulu soal cepat lamanya lulus kuliah kok. Gue yakin yang namanya rejeki gak bakal ketuker, tiap orang udah punya porsinya masing-masing. Apapun hasilnya nanti, yang gue tahu adalah gue harus berusaha. Gue bukan berasal dari keluarga yang mampu, kalau gue lulus tepat waktu seenggaknya bokap gue gak musti mikirin uang kuliah,uang kost dan uang saku gue tiap bulan lagi. Buat gue pribadi, lulus cepet atau sebut saja tepat waktu bukan sekedar gaya. Banyak hal yang ngebuat gue harus berusaha keras untuk tamat lebih cepat, meskipun tetep alesan utamanya karena keluarga butuh ‘uang’ gue. Gak munafiklah, gue anak pertama, adek gue masih sekolah semua, bokap-nyokap udah gak muda lagi dan gue gak pengen adek-adek gue punya hutang budi sama orang lain. Cukup gue aja yang rasain gak enaknya punya hutung budi pun masih sama keluarga sendiri.
Alesan lain sih ya karena gue pengen pulang, haha. Udah lama banget ini ninggalin rumah. Alih-alih pantang pulang sebelum sidang, eh beneran gak pulang-pulang. Ciyan amat :”
Udah gitu aja random post terpanjang gue kali ini. Sekian dan terima traktiran perjalanan,
How Do I Look
Q : Kamu sayang dia?
B :
Q : Pernah dekat sama dia?
B :
Q : Kamu nyaman sama dia?
B :
Q : Tau nggak kalau di hatinya, kamu bukanlah yang dia cari?
B :
Q : Dan tau nggak kalau kamu hanya pengisi waktunya saja?
B :
Q : Kamu tahu? sekarang ketika dia sudah menemukan bahagia, dia pergi meninggalkanmu.
B :
Q : Dalam bahagiannya sekarang, tidak sedikitpun dia memikirkan kamu.
B :
Q : Dia tahu kamu cinta, tapi dia pura-pura tidak melihat. Kamu sadar itu kan?
B :
Q : Pernahkah dalam sedihmu sekarang ini dia datang lalu membahagiakanmu, seperti apa yang sering kamu lakukan dulu ketika dia sedang sedih?
B :
Q : Apa ekspresi kamu ketika melihat dia update foto dengan seseorang barunya?
B :
Q : Lepaskanlah. Kau berhak mendapatkan yang lebih baik. Bahagialah, karena kini ia bahagia seperti apa yang dulu selalu kau doakan untuknya.
B :
HAHAHAHAHAFAAAAKHAHAHAHA :))
Kelakuan mahasiswa tingkat akhir yang lagi jenuh-jenuhnya, frustrated skripsi gak kelar-kelar. But, hey, I have this one who never leave me even I did those stupid things. Yolo!