Cerita bermain bersama Neira : Halo!
Sudah mau tiga bulan Neira pindah sekolah (PreK) dan kami (sepertinya) masih terus beradaptasi karena sejak pertama sekolah semuanya serba online. Online? tentu saja penyebabnya pandemi covid-19. Semoga pandemi ini segera berlalu Ya Allah.
Di sekolah yang baru ini, rasanya cukup berat bagi kami untuk menjalankannya dengan happy dan ringan karena model belajarnya seperti memindahkan “sekolah ke rumah” padahal secara fisik saja sudah beda apalagi secara suasana. Di sekolah fisiknya luas, banyak mainan, kelas yang menarik sedangkan secara suasana luas dan lapang, banyak taman, dan banyak teman. Beda sekali dengan rumah, rumah tidak seluas sekolah, tidak banyak taman, dan terutama tidak ada yang memakai seragam kecuali Neira plus tidak ada kehadiran teman-teman secara fisik. Tentu saja kondisi ini akan mempengaruhi pengerjaan kegiatam-kegiatan sekolah yang “dibawa” ke rumah.
Berminggu-minggu mengeluh dan terseok-seok mengerjakan kegiatan-kegiatan sekolah yang diberikan. Rasanya seperti memaksa Neira untuk mengerjakan kegiatan-kegiatan yang diberikan daaaan jadinya malah super less fun :(
Anw, tidak semua kegiatan dikerjakan dengan semenyedihkan itu sih. Tapi, karena sekolah online setiap hari dan selalu ada kegiatan yang harus dikerjakan dan direkam, rasanya “aduhai” sekali :/ . Dan di UOI 1 ini banyak kegiatan yang dikerjakan di detik-detik terakhir menjelang pergantian tema/UOI.
Lalu, apakah akhirnya datang “cahaya”? Yes, absolutely :)
Saya belajar untuk menerima keadaan yang emang begini adanya (pernah baca/dengar dimana gitu katanya kalau mau menemukan solusi dari suatu masalah, kita harus menerima dulu kalau masalah itu ada, jangan denial). Setelah cukup ikhlas dan menerima, akhirnya pelan-pelan saya menemukan solusi supaya kegiatan-kegiatan sekolah menjadi (more) fun.
1. Integrasikan rencana belajar di rumah dengan UOI sekolah supaya lebih variatif. Ini karena saya merasa kegiatan di sekolah kurang hands on learningnya.
2. Tiap memulai sekolah ada 20 minutes zoom meeting, pas 20 minutes itu aku cuma fokus sama Neira dan zoom nya. Jangan nyambi, Neira pun jangan nyambi sarapan. Hehe.
3. Berkaitan dengan nomor 1, pengintegrasian ini sebaiknya (harus) direncanakan biar hati nggak kemrungsung.
Jadi, dengan blog ini saya RENCANAnya mau menuliskan rencana-rencana bermain bersama Neira :)
Selain itu, “cahaya” kedua adalah pemberian tugas/kegiatan dari sekolah diubah pemberiannya. Tidak lagi satu tugas untuk satu mata pelajaran tapi satu tugas bisa memenuhi aim/tujuan dari beberapa mata pelajaran :)
Semoga semua berjalan dengan damai! Aamiin :)






