Sebuah life update. Sejak 2026 ini aku mengambil jeda dan bernapas dulu (dan kayaknya mungkin akan mencukupkan diri(?)) dari dunia shifting. Iya, sebab pertimbangan satu dan lain hal akhirnya aku memutuskan untuk resign.
Sejak resign, kini aku menata lagi ritme hidupku. Memperbaiki jam makan dan tidur serta memiliki waktu lebih untuk mengobrol dengan keluarga. Suamiku bilang, aku lebih terlihat bahagia ((baca : bcs mood yang lebih aman terjaga aja sih haha)).
Kabar baiknya, aku ngga se-jetlag itu menjalani hari-hari di rumah, alhamdulillah. Ternyata apa yang Mama ajarkan dan tanamkan bisa tumbuh baik dalam diriku, dan menikah membuatku menyadari bahwa semua itu berharga. Misalnya, tentang menumbuhkan rasa self-belonging terhadap rumah. Bahwa rumah itu selayaknya dimiliki dengan sepenuh hati, membuatnya menjadi tempat yang paling aman dan nyaman, layak sekali dirawat dan dijaga bersama. Menjaga dalam artian yang lebih dari sekedar membersihkan, melainkan juga menjaga "keseimbangan" dan harmoni bersama orang-orang yang berada di dalamnya.
Kabar baiknya juga, aku belajar banyak hal baru. Aku bahkan punya banyak waktu belajar memasak untuk sosok baru di hidupku. Rasanya aku belum pernah memasak se-variatif itu (yang belum variatif-variatif amat) untuk orang tuaku. Mungkin karena aku terlena saat masih tinggal bersama orang tuaku, aku lebih menggantungkan soal menu sehari-hari pada Mama. Peranku sebagai asisten saja, yah tandem gitu, sih. Dan begitu aku sudah hidup mandiri, maka mode bertahan hidupku aktif dan mau tidak mau aku belajar lebih dari sebelumnya.
Resign membuat aku mendefinisikan lagi arti pencapaian diri serta rezeki.
Bekerja memang terlihat sebagai salah satu pencapaian, namun jauh lebih daripada itu, ternyata bisa bermanfaat untuk sekitar adalah suatu kehormatan.
Bekerja memanglah sebuah ikhtiar menjemput rezeki, namun sesungguhnya rezeki dariNya jauh lebih besar dari sekedar nominal gaji.
Allah itu Maha Baik, Maha Rahman, Maha Rahim, Maha Pemberi Rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
And yez, life must go on. Just living your best life and enjoy the journey itself, Syifaaaaa.
Aku ingin terus berdaya dan bermanfaat lewat peran dan kesempatan yang Allah hadirkan kehidupanku yang kumaknai lebih dari sekedar gaji, lebih dari sekedar profesi. Menjadi muslimah, menjadi anak, menjadi istri, menjadi ibu, menjadi bagian dari keluarga, masyarakat, dan lain sebagainya (I can't wait to see, bismillah 👀).
Aku tahu, Allah Maha Membolak-Balikan Hati. Bisa jadi aku berubah atau jadi pindah haluan di depan sana. Apa mungkin di masa depan bakal jadi CEO perusahaan? (wkwk tbtb bngt CEO, tapi aamiin). Namun, aku selalu berharap kemanapun Allah condongkan hatiku dan gerakkan langkahku, semoga itu selalu kepada sesuatu yang baik dan Allah ridhai untuk aku. Memberi kebaikan untukku, untuk keluargaku, dan agamaku.
Bantu aamiin-in bareng ya, warga~