Pesan Tersembunyi Drama Squid Game
Sedikit Spoiler, Drama yang sedang viral ini pasti sudah tidak asing lagi ya? Serial drama yang menceritakan tentang permainan misterius,
yang berhadiahkan uang milyaran tentu menjadi rebutan, terlebih target pemain Squid Game ini adalah orang-orang yang sedang terlilit hutang jutaan, bahkan milyaran.
Kondisi hidup yang sulit, ditambah
dengan persaingan yang begitu ketat
membuat orang-orang itu merasa
putus asa. hingga akhirnya ditawarkan
untuk bergabung menjadi pemain
di Squid Game dengan iming-iming
Tapi kagetnya, ternyata dalam permainan ini hanya akan ada 1 orang yang hidup dan memenangkan permainan ini dari ratusan
pemain, dari yang masih muda hingga yang sudah tua ikut serta. sendiri, adik-kakak, bahkan suami dan istri pun ada di dalamnya.
Jika tidak bisa survive maka nyawanya
melayang, begitulah cara permaianan ini dari awal hingga ke 6 sesi permainan.
Semua saling berkompetisi, mengelabui, membunuh. Bahkan yang menyedihkan ada seorang suami yang rela mengorbankan istrinya untuk bisa menang dari permainan ini.
Back to the main topic, kita akan
membahas soal Pesan Tersembunyi
Sutradara Squid Game, Hwang Dong Yuk pun mengatakan "Setelah menonton drama ini, mungkin para penonton akan mulai berpikir kenapa kita harus bersaing dengan keras di hidup ini dan itu akan membuat penonton juga berpikir kenapa saya harus hidup secara kompetitif. Itulah yang saya ingin sampaikan lewat drama ini"
Ya, nyatanya kini banyak sekali orang
yang begitu kompetitif mengejar karir,
uang, dunia. Menjadikan Dunia sebagai sumber dari kebahagiaannya dan satu-satunya target capaian dalam hidup, sehingga sadar maupun tidak, banyak kebahagiaan lain yang dilewatkan, bahkan tak sedikit juga yang mengorbankan orang terdekatnya demi ambisinya.
Sebetulnya yang menarik adalah, pada akhir permainan tersisa 2 orang pemain, yaitu tokoh utama dan sahabat masa kecilnya sendiri yang juga turut serta dalam permaianan. Sempat tak sadar karena ambisi masing-masing, mereka bersaing hingga berusaha saling membunuh. hingga akhirnya sang tokoh utama memenangkan hadiah milyaran tersebut, dikarenakan akhirnya sahabatnya bunuh diri diujung permainan.
Namun anehnya, setelah memenangkan uang milyaran tersebut, ia seperti kehilangan tujuan hidup, sepeserpun uang hasil game itu tidak ia ambil hingga waktu yang lama, dan memilih untuk hidup seperti sebelumnya, sederhana, gali tutup lubang demi membayar hutang.
Lalu yang lebih mencengangkannya lagi, ada tokoh kakek tua yang ditengah permainan gugur, namun di akhir episode kakek tua itu mengirimkan undangan kepada tokoh utama untuk datang menemuinya ke gedung mewah di lantai 7, sesampainya disana, begitu mengejutkannya bahwa ia sungguh bertemu dengan kakek tua itu, yang seharusnya sudah mati ditengah permainan.
Tokoh utama pun tercengang setelah mengetahui bahwa ternyata kakek tua itu adalah dalang dibalik semua permaianan jahat ini, ia pun bertanya,
“untuk apa kamu melakukan ini? begitu mudahkah bagimu untuk mendapatkan uang hingga membuat ini semua?”, dan kakek tua itupun menjawab,
“kami memiliki semuanya, makanan, barang, apapun itu akhirnya menjadi membosankan bagi kami, sehingga kami butuh hiburan”
“saya tidak pernah memaksa siapapun
untuk berpartisipasi dalam permainan ini, begitupun kamu yang memilih dan kembali ikut atas kemauanmu sendiri” tambah kakek.
Tokoh utama pun kaget, merasa kesal setelah tahu dirinya dijadikan tontonan, mainan atas dasar kesenangan seseorang, dan lebih parahnya karena ratusan orang mati sia-sia hanya karena memperebutkan uang yang pada akhirnya tidak membuatnya bahagia.
Jika kita refleksikan pada kehidupan nyata, drama ini mungkin sangat relate, banyak orang yang salah dalam menentukan tujuan hidupnya, menjadikan dunia, uang, jabatan sebagai satu-satunya pencapaian
dan sumber kebahagiaannya, tapi nyatanya ketika sudah sampai di titik tersebut, kebahagaiaan itu akan hilang dan menjadi kebosanan, tidak merasa puas atas segala yang didapatkan, sehingga terus mengejar hal-hal yang akhirnya membuat hidupnya pun sia-sia.
Mungkin juga ada orang yang justru sulit untuk menyambung hidup, dan tentu jackpot bagi mereka jika bisa mendapatkan uang yang banyak secara instan, bagaimanapun caranya, meskipun harus mengorbankan orang terdekat, bahkan nyawanya menjadi taruhan akan ia gadaikan demi
Apa Sesungguhnya Tujuan Hidup Muslim?
Dari kedua sudut pandang tersebut, baik menjadi orang yang memiliki segalanya, maupun yang sama sekali tidak memiliki apapun, kita masih tetap memiliki pilihan atas hidup kita, akankah memilih untuk merugikan orang lain dan diri sendiri demi sesuatu yang tidak ada ujungnya? atau memilih untuk tidak menjadikan dunia atas tujuan hidup.
Sebagai muslim kita diberikan pedoman hidup untuk bisa tetap waras menjalani kehidupan ini loh, jauh sebelum teori ‘stoikisme menjadi viral belakangan ini, nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam telah mengajarkan hidup sederhana, menerima segala hal yang menimpa dalam bentuk ujian maupun kesenangan dengan ikhlas dan tidak berlebih-lebihan.
sikap sederhana dalam menyikapi segala hal ini ternyata berdampak sangat besar dalam kehidupan, kita jadi mudah bersyukur, bahkan jika ada musibah yang harus dihadapi pun kita dapat bersikap bijak dan percaya bahwa akan ada hikmah dari setiap perjalanan hidup.
Menjadikan Akhirat sebagai tujuan hidup juga membuat kita lebih waras untuk mengambil keputusan, tidak akan menghalalkan segala cara hingga saling membunuh kan jika kita berorientasi pada Akhirat? karena kita percaya, bahwa dunia hanya sementara, bukan tujuan, dunia bukan sumber kebahagiaan, karena akan ada kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak.
Semoga refleksi sederhana dari pesan moral dalam drama ini dapat membuat kita berpikir, mengatur kembali tujuan hidup kita.
Semangat terus dalam berlomba dalam kebaikan, mengejar Akhirat sebagai tujuan!