berita kepulangan
mengenang kejadian di akhir April lalu, beserta perasaan campur aduk yang menyertai. tragedi tabrakan yang melibatkan kereta api-KRL-taxi listrik; dan naasnya menyebabkan belasan orang meninggal dunia.
ada banyak kacamata yang dapat digunakan untuk melihat kejadian ini. pertama; terkait takdir. bukankah setiap berita kepulangan (ke hadirat-Nya) menjadi pengingat terbaik untuk kita? bahwa,
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ١٨٥
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya (Qs. Ali Imran: 185).
yang menjadi misteri adalah waktu. kapan ajal akan menjemput kita? daftar korban kecelakaan memperlihatkan, ajal tidak menyasar golongan tertentu. tapi memang sesuai dengan perintah dan kehendak-Nya. entah kita masih muda, atau sudah lanjut usia. entah kita sedang meniti karir atau menikmati hidup berkeluarga.
setelah hari itu, makna pulang jadi terasa berbeda. pulang, bukan hanya kembali ke rumah. tapi pulang, bisa jadi kembali pada Yang Maha Kuasa. pulang, bukan hanya disambut anak dan keluarga tercinta. tapi pulang, bersama amal-amal perbuatan kita. apakah baik atau buruk yang lebih berat timbangannya. dan itulah yang menentukan kesudahan kita.
ya. berita kepulangan ini bisa jadi kabar yang membahagiakan. pulang dengan sebanyak-banyaknya amal baik adalah sebenar-benarnya istirahat (dari beribu ujian di dunia). betapa bahagianya! sudah selesai masanya sebagai warga +62 yang setiap bulannya disuguhkan berita mengejutkan.
aku jadi ingat, seringkali aku bilang "takut mati". tapi suamiku seringkali mengingatkan kalau memang pasti akan mati. maka lengkapilah: "takut mati tanpa ridha Allah"
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (Qs. Ali Imran: 102).
rasanya, menjadi logis bahwa semua hal didunia ini bergantung pada niatnya. kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, tapi niat kita bisa jadi lebih jauh/panjang dari pada umur kita. maka selagi masih ada usia, senantiasa kita untuk mengharap ridha-Nya.
turut berduka cita atas kejadian ini. dan untuk seluruh yang ditinggalkan, Allah adalah sebaik-baik pelindung. aamiinn
















