YUK BAHAS PANGAN FUNGSIONAL YANG ADA DI INDONESIA & MANFAATNYA BAGI TUBUH
Indonesia memiliki banyak sumber daya hayati salah satunya pangan fungsional. Nah hari ini akan dibahas mengenai salah satu pangan fungsional yang fungsional yang banyak dikembangan dan digemari oleh orang Indonesia yaitu kacang kedelai.
Olahan kacang kedelai yang banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia seperi tahu, tempe, dan susu kedelai. Tapi apa manfaat kacang kedelai bagi tubuh?
Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Biji kedelai kaya akan protein dan lemak serta beberapa zat gizi penting lainnya, seperti vitamin (asam fitat), dan lesitin. Pada umumnya, kedelai yang lebih banyak digunakan sebagai bahan baku produk pangan adalah kedelai kuning (Triandita and Putri, 2019). Kacang kedelai mengandung asam alfa-linolenat, asam lemak omega-6 dan isoflavon, genistein dan daidzein. Kedelai kering mengandung 34% protein, 19% minyak, 34% karbohidrat (17% serat makanan), 5% mineral dan beberapa komponen lainnya termasuk vitamin, isoflavon(Yudiono, 2020).
Berbagai penelitian tentang manfaat kedelai dan produk olahannya dalam pengendalian penyakit degenerative. Penyakit degeneratif merupakan penyakit tidak menular yang bersifat kronis yang terjadi karena adanya kemunduran fungsi sel atau organ tubuh seiring dengan bertambahnya usia. pengendalian penyakit degenerative yang dapat dicegah melalui konsumsi kacang kedelai seperti hipertensi, hiperkolesterol, diabetes melitus, kanker dan sebagainya. Hal ini karena komposisi kedelai yang kaya akan komponen zat gizi seperti protein dan asam amino esensialnya, lemak nabati, vitamin dan mineral, serta komponen non-gizi seperti serat pangan dan komponen bioaktif (Triandita and Putri, 2019).
Berikut Peran Kedelai dalam Mengendalikan beberapa penyakit defeneratif:
1. Hipertensi sering disebabkan karena diet yang salah, sehingga perlu adanya antihipertensi yang berasal dari makanan. Protein merupakan bagian pangan yang dapat berfungsi sebagai antihipertensi, yaitu peptida protein dapat menghambat enzim ACE pengubah angiotensin II. Salah satu produk olahan kedelai adalah tempe, yang dibuat dengan cara fermentasi. Keberadaan peptida bioaktif sebagai ACE-inhibitor pada tempe dapat berfungsi untuk mencegah tekanan darah tinggi (hipertensi). Selain itu, kedelai dapat menurunkan kolesterol darah.
2. Diabetes melitus merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan keadaan hiperglikemik sebagai akibat dari defisiensi insulin ataupun resistensi insulin yaitu tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin dengan baik. Peranan kedelai dapat mengendalikan glukosa daran dan resistensi insulin serta sebagai anti inflamasi. manfaat klinis serat kedelai adalah menurunkan kolesterol pada penderita hiperkolesterolamia, memperbaiki toleransi terhadap glukosa dan respon insulin pada penderita hiperlipidemia dan diabetes.
Sumber :
Triandita, N. and Putri, N. E. (2019) ‘Peranan kedelai dalam mengendalikan penyakit degeneratif’, J. Teknologi Pengolahan Pertanian, 1(1), pp. 6–17.
Yudiono, K. (2020) ‘Peningkatan Daya Saing Kedelai Lokal Terhadap Kedelai Impor Sebagai Bahan Baku Tempe Melalui Pemetaan Fisiko-Kimia’, Agrointek, 14(1), pp. 57–66. doi: 10.21107/agrointek.v14i1.6311.










