Hai...
dirt enthusiast

pixel skylines
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
One Nice Bug Per Day

Kiana Khansmith

@theartofmadeline
AnasAbdin
I'd rather be in outer space 🛸
i don't do bad sauce passes

oozey mess
Today's Document
DEAR READER
h

No title available
occasionally subtle
Jules of Nature

shark vs the universe
wallacepolsom
almost home
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from Canada

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States

seen from France

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Argentina

seen from United States
@helodev
Hai...
Yang dulu saling tertawa, kini ketika bertemu mendadak jadi diam seribu bahasa. Yang dulu saling menggenggam erat-erat, kini berusaha untuk saling melepaskan. Yang dulu tak pernah tak satu hari pun berbicara, kini mengucapkan satu kalimat saja tidak bisa. Yang dulu selalu menjadi tempat bercerita, kini secuil kabarnya pun tidak ada. Yang dulu paling tahu di mana letak cacat hidupmu, kini tengah terlihat bahagia mencintai kekurangan pasangan barunya. Yang dulu menjadi tokoh utama untuk segala kenangan bahagia di kepala, kini menjadi tokoh utama yang paling menorehkan luka ketika mulai memejamkan mata.
(via mbeeer)
Padahal kamu tahu, menghapus kenangan dalam ingatan tak pernah semudah menekan tombol delete di aplikasi chating.
Kembalikan aku pada obrolan pagi itu, Dimana pahitnya kopi hanya sekedar rasa. Bukan pengingat atas memoar kamu di dalamnya.
All the space without you in it, is empty.
Sebal sekali dihujani pertanyaan ‘kita mau kemana’ olehmu. Barangkali kau tak tahu, setiap bertemu denganmu, aku sudah sampai pada tujuan.
@donnnjuann
If you had let me, I would have kissed you deeply in public places; I would have painted cities with our memories, I would have built us our own world.
Please, let me be your morning coffee.
Bisakah kau kembalikan pagiku yang baik-baik saja tanpa harus merindukanmu?
Aku beritahu, tidak semua manusia yang tengah bersedih, sedih karena mereka lupa bersyukur. Bisa jadi memang karena luka yang mereka terima cukup dalam untuk mampu menyentuh jantung mereka sendiri. Hingga begitu sakit. Hingga begitu sesak. Hingga bila mereka tak berhati-hati, mereka bisa kehilangan hidup mereka sendiri. Jadi, berhentilah mengecilkan cara hidup orang lain yang mungkin 'tak seberuntung' yang kamu punya.
Aku rindu pagiku yang ketika aku terbangun, selalu ada pesan singkatmu di layar ponselku.
Selamat pagi, tuan pemilik rinduku. Sudah kubisikan rindu dari tempat yang paling hening. Sampaikah ketelingamu pagi ini?
Kadang ketika aku sedang merasa jatuh sejatuhnya, aku tahu, ada lengan Tuhan yang selalu memelukku. Bahkan saat aku tak mengingatnya, Dia masih mau mendengar bisikan doaku. Tuhan, maaf.. Untuk keluhan yang kesekian kalinya kulontarkan. Maaf kalau aku mengecewakanmu lagi.
Ka, baca
Saya yakin setiap episode ataupun kejadian yang kita anggap kebetulan sekalipun sesungguhnya itu bukan kebetulan.
Saya pernah menganggap hidup saya kacau, saya tidak tahu harus apa, gelisah dan lainnya hanya karena sebuah masalah. Saya iri dengan yang bisa berbahagia, yang sehat wal afiat, yang fisiknya tangguh dan selalu saja bahagia kelihatannya. Saya menganggap hidup saya berat dan tidak bisa menghadapi masalah yang ada. Lebay sih memang. Tapi itulah yang saya rasakan (waktu itu).
Hingga akhirnya saya mendengar cerita hidup beberapa orang yang ternyata amat sangat berat bagi saya dibalik kecukupan materi yang terlihat dan kebahagiaan yang ia pancarkan. Saya merasa hidup saya ternyata sudah jauh lebih baik dibandingkan dia tapi masih saja saya kurang bersyukur.
Itulah mengapa saya lebih suka mendengar kegelisahan seseorang dibandingkan menceritakan masalah saya sendiri. Bukan untuk mengumpulkan aib atau mau sok jadi pendengar biar dianggap baiklah apalah. Gak. Kalau mau cari-cari muka biar dibilang baik ya saya gak perlu dengar orang cerita sampai nangis dan berlama-lama. Tapi saya yakin, Tuhan menggerakkan hatinya untuk cerita ke saya yang sebenarnya juga sedang kacau itu untuk menunjukkan kepada saya bahwa hidup saya gak seberat yang saya kira, bahwa sebenarnya ada orang lain yang lebih pantas mengeluhkan hidupnya daripada saya yang mungkin hanya berlarut-larut dan tenggelam dalam kekalutan dan manja.
Setelah itu, saya jadi berpikir bahwa untuk mensyukuri hidup yang kita punya sungguh tidak susah. Kamu dengarkan saja keluh kesah sahabatmu, kamu dengarkan keluh kesah orang lain yang ternyata dia jauh lebih bisa bersyukur daripada kita yang sebenarnya belum apa-apa hidupnya.
Kalau kamu mau lebay-lebay sedih-sedihan hanya karena orang tuamu gak nurutin kemauan kamu untuk beli hp baru atau keseringan disuruh beresin rumah, ada yang sedang berjuang demi hidupnya sendiri tanpa perlu diumumkan ke orang lain.
Kalau kamu mau egois bilang “kamu gak ngerti apa yang aku rasain. Ini berat. Kamu enak hidupnya.” ke orang lain, yakinlah sayang, gunung raksasa tumpukan beban hidup dia mungkin lebih berat dan bisa saja ternyata dia jadi tulang punggug keluarga. Jangan pernah ucapkan kata-kata itu ke orang lain sayang. Jangan. Jangan lebay.
Sebelum kamu ngeluh sama orang lain, ngeluh sama Tuhan. Dia yang bisa mencukupi kepuasan batinmu.
Untuk semua orang yang hadir sebagai pengingat dalam hidup saya, terima kasih atas pelajaran yang tanpa kalian sadari benar-benar membangkitkan hidup saya.
Baiklah ini hanya self reminder saya. Kalau saya kumat-kumat tidak tahu diri dan tidak bersyukur ingatkan saja bahwa saya pernah menulis ini.
*self reminder* *noted* :)
Tak usah meminta waktunya, jika baginya kau memang penting, buatmu dia selalu ada waktu.
(via mbeeer)
I miss you, but I know you don't care.
Tapi kamu, tak pernah terjaga untuk bertemu denganku dalam doa. Tak apa, lain kali. Akan kucoba lagi. Karena berlari ke mana pun, padamu-lah aku ingin selalu pulang.