Menjadi yang terakhir, menjadi harapan terakhir.
Mungkin nobody put pressure on me, tapi menjadi yang terakhir selalu buat kita rasa kena achieve terbaik semua perkara. Ya, kita sendiri letak pressure itu sebelum orang lain menunding jari at least it is on me and nobody’s to blame.
Kita belajar sampai tahap sehabis baik. Kita bawa ibu ayah naik pentas konvo sama sama ambil anugerah. Zaman study kita kelihatan smooth sailing. Kita dapat scholar, kita sambung belajar. Kita jaga diri. Kita belajar betul betul tapi orang kata sebab kita memang pandai, jadi usaha kita nampak biasa biasa sahaja
Kita taknak membebankan sesiapa, sebab kita yang terakhir, kita harapan terakhir.
Kita tak pernah tunjuk sisi gelap kita, dan tiada siapa tahu sampai ibu kata kita kuat. Kita jadi tempat luahan ibu. Kita jadi kotak hitam keluarga. Kita lihat semua. Bila kita lihat semua, manakan kita sanggup menambah beban sedia ada? Alhamdulillah Allah mudahkan kita untuk sehabis baik tidak menjadi beban dan cuba jadi yang membanggakan.
Cuma ada kala kita pun pandai kecewa. Bila kita sambung belajar, orang berkata kata— asyik belajar je bila nak kerja. Walhal kita belajar supaya jadi the best best version kita, supaya kita dapat kerja yang membanggakan ibu ayah kita. Bila kita dah kerja, orang berkata kata— bila pula kita nak berumah tangga. Orang kata kita leka dengan kerja, kita tak fikir hidup di usia tua nanti bagaimana. Walhal kita usaha, tak siapa tahu banyak kali hati kita terseksa cuma kita tak bercerita.
Ada orang kata kita beruntung. Ada juga orang yang kesihankan kita sampai kita nampak hina sebab tak punya sesiapa.
Selamat, hidup di dunia tak selamanya.