cerita cinta
katanya cinta itu mesti dipelihara!
tapi nyatanya saya agak tidak setuju dengan pernyataan tersebut. why ?
sini saya ceritakan si cinta yang tragis itu !
siang terik ini terlalu menyilaukan mata dan kulit saya. peluh dan berkeringat.
saya ndak tau berita macam apa yang saya dapat saat ini.
kisa seorang anak perempuan yang dilamar seorang laki-laki. hatinya berbunga-bunga karena dibuktikan oleh tindakan sang pujaan hati. berani bertemu ibu dan ayahnya. bagaimana perasaan orangtuanya? ya jelas sungguh bahagia. ada seorang laki-laki yang berani melamar sang buah hatinya. buah hati yang sampai besar dipelihara dengan segenap raga siang maupun malam.
bunga bermekaran indah. matahari menyorot hingga ke pelataran halaman. sungguh di hari itu hari yang sangat indah. momen yang ditunggu sang wanita dilamar oleh sang pujaan hati. seorang laki-laki yang hendak menggantikan peran ayahnya. yang berjanji akan memeliharanya baik batin maupun lahir. tanggal akadpun sudah ditentukan. semua bersuka cita menunggu momen bahagia. momen pembuktiaan cinta sesungguhnya. momen akad bergetar karena perjanjian seorang anak manusia dengan tuhannya. ijab dan kabul. ada yang meminta dan ada yang mengabulkan permintaannya. sungguh hari yang menggetarkan arsyNya. momen sang ayah takkan mampu menahan keharuannya karena anak perempuannya hendak diambil dari tampuk kepemimpinannya.
sang ayah sungguh akan percaya pada laki-laki ini. bagaimana tidak? karena dia sendiri yang berakad langsung dengan Rabb-Nya. Rabb yang Maha mengatur kehidupan hamba-Nya. mengatur perjanjiannya. mengatur ikrarnya akan keberlengsungan hidup seorang putrinya itu. tawa dan tangisnya. kenyang dan laparnya. sakit dan sehatnya.
dia sang ayah selalu membayangkan bahwa putrinya itu akan tetap dihargai bagaimanapun perubahan yang akan terjadi di masa mendatang. sebagaimana dia menerima putri kecilnya berubah menjadi putri kurus menjadi gemuk. tangis menjadi tertawa dan saat sehat menjadi sakit.. semua dia terima apapun keadaan putrinya. karena itu adalah amanah. amanah yang harus ia jaga meski raga lelah dan penat karena peluh seharian. ah iya, dia sang ayahlah satu-satunya pria yang paling amanah di jagad dunia ini. meski kadang sang putri tak sadar bahwa realisasi amanh sang ayah mungkin berbeda dari pandangannya!
___
rumah mulai ramai hari ini. hari ini hari lamaran. aku tak banyak berbicara. karena hati yang berdegup kencang. tak karuan rasanya. dia laki-laki yang sederhana bagiku. mampu meyakinkan keluargaku. bahwasanya dialah yang sungguh-sungguh kuat tekadnya untuk menggantikan tampuk posisi kepemimpinan ayahku. tak ada yang istimewa dengan acara ini. semuanya terselenggara sederhana. tak apa. aku sungguh menerimanya dengan segala kekurangannya. karena kelebihannya saat ini adalah dia berani mempertemukan kedua keluarga kami. ah sungguh aku kagum padanya. dia berani melamarku hari ini. tekadku semakin kuat untuk menikah dengannya karena aku mencintai dan menyukainya. sungguh aku kagum padanya. riuh ramai suara kami menentukan acara hari-H. hingga pada titik pembicaraan rangkaian acara dan biaya. aku sungguh berdegup kencang. karena dia sosok yang sangat sederhana baik dari segi penampilan maupun ekonomi. aku tak pernah meminta banyak padanya. karena satu yang aku fokus, aku ingin menikah dengannya. dengan keuangan seadanya aku dan keluarga menerima acaranya. yakni menikah sederhana tanpa pesta besar. ya hanya akad nikah bersama keluarga dan tetangga terdekat.
---
kubaca grup gawai hari ini. ternyata ada undangan dari dia. laki-laki yang ku puja dulu. laki-laki yang menjadi nasab anak-anakku. ah, aku sungguh tak terkejut. karena mungkin hari ini akan terjadi. hari yang dulu aku tunggu pula. hari yang membuat degup jantungku bergetar kencang. namun kali ini tak hanya jantungku yang berirama. namun hatikupun beririsan. mengingat dulu bagaimana aku menunggu momen ini bersama keluargaku. aku yang meyakinkan berkali-kali pada ayahku. nahwasanya dia mampu memnggantikan posisinya. melindungi dan mengayomiku. laki-laki yang telah berakad dengan Rabbku. menggetarkan ArsyNya kala itu. aku ? ah, tak pernah terpikirkan bagaimana diri ini melanggar perjanjian dengan Rabbku sendiri. biarlah itu urusannya. laki-laki yang dahulu kala ku tunggu melangsungkan ijab kabul bersama ayahku dan Rabbku.
ku buka link yang dikirimnya melalui grup keluarga dengan perasaan yang sungguh sama persis seperti dulu ku membaca surat keterangan dari KuA. Jadwal ijab kabulku. berbedanya aku membuka hanya lembaran kertas. namun hari ini aku membukanya melalui link gawai yang sungguh mengiris hati saat membaca dan melihat potonya. berdua. bersama wanita yang entahlah aku tak mengenalnya.
---
bersambung batterai laptop lowbat.










