Dulu, salah satu alasan mengapa saya menyukai Fisika adalah banyak konsepnya yang relate dengan kehidupan. Dibalik rumitnya rumus yang kita lihat, ternyata ada penjelasan sederhana tentang bagaimana cara dunia bekerja dan bagaimana kita hidup di dalamnya.
Suatu waktu di kelas Optik, dosen saya - He was one of my favourite 'killer' lecturer btw - pernah bertanya "How can we stop the time? Bagaimana caranya kita menghentikan waktu?"
Lalu beberapa jawaban kami terlalu jauh, terlalu 'tinggi'. Ada yang berbicara tentang relativitas, dilatasi waktu, kecepatan cahaya dan konsep ruang dan waktu. Secara teori terdengar meyakinkan, namun nyatanya jawabannya tidak sekompleks itu.
Lalu beliau menjawab, " A photograph"
Konsepnya, sebuah foto memang hanyalah sekumpulan cahaya yang ditangkap sensor/film. Kumpulan foton yang lewat pada detik yang sama. Namun ajaibnya, dari peristiwa sesederhana itu lahirlah sesuatu yang lebih rumit, yaitu 'kenangan'.
Waktu memang tidak pernah benar-benar bisa berhenti. Ia terus bergerak seperti gelombang yang terus merambat.
Dalam teori optik, cahaya yang dipantulkan objek akan memberi informasi tentang bentuk, warna dan jarak benda. Dan dalam waktu yang sama, cahaya itu membawa sesuatu yang tidak akan pernah bisa kita ukur. Tawa dan sedih yang lewat, wajah yang dulu kita temui, dan momen yang tidak bisa kita ulang.
Jadi, mungkin karena itulah sebagian kita suka meng-capture setiap momen dalam kehidupan kita. Bukan hanya untuk memenuhi memori HP, tapi dari sebuah foto, kita bisa menyimpan potongan cahaya yang suatu hari nanti bisa menjadi ingatan bagaimana kita hidup di detik itu....
So, this also one of a moment to be rememberred š
Ooo ya, satu lagi kalimat legend yang selalu kami ingat dari beliau. Saat mengerjakan ujian, beliau pernah bilang "Silahkan open book, open internet, cari dibuku dan referensi manapun, tapi jangan lupa bawa otak kalian š"