beautiful list of duaas đž
almost home
NASA

Janaina Medeiros

PR's Tumblrdome
Not today Justin
Peter Solarz
Sade Olutola
art blog(derogatory)
occasionally subtle
Game of Thrones Daily
YOU ARE THE REASON

@theartofmadeline
RMH
No title available
styofa doing anything
hello vonnie
Keni
One Nice Bug Per Day

titsay

Discoholic đȘ©

seen from United States
seen from Argentina

seen from Brazil
seen from Spain
seen from Tunisia
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Belgium
seen from Bolivia

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from United States
@hifiii
beautiful list of duaas đž
Aku lelah, keluhku.
Setiap saat.
Seakan tanpa jeda.
Seolah aku menjadi manusia paling menderita di dunia.
Aku lelah, ucapku lagi.
Tapi tak sampai terdengar oleh telinga lain.
Aku malu karena sering mengeluh.
Padahal ada yang bibirnya selalu basah dengan syukur, meski bebannya lebih berat dari bebanku.
Aku malu, ungkapku.
Malu karena menjadi manusia yang terus berkeluh..
Biar Tuhanku saja yang tahu.
Biar kepada-Nya saja aku mengadu.
Karena Dia Yang Maha Mendengar.
Tak pernah bosan menanggapi tangisanku.
Berdoa kepada-Nya membuat hatiku menjadi lebih tenang.
Seakan aku tak butuh telinga manusia lain.
Biar Tuhanku saja tempatku mengadu.
Wahai Allah Tuhan-ku,
Aku ingin selalu dekat dengan-Mu,
Agar sirna khawatirku.
Agar luruh keluhku.
Agar basah lisanku dengan rasa syukur.
Wahai Allah Tuhan-ku,
Aku rindu..
Kerisauan itu datang kembali, membuat durasi lamunan menjadi lebih panjang dari biasanya.
"Kapan giliranku?" Bisiknya
"Siapakah gerangan? Nyatakah ada, atau hanya khayalan?" Tambahnya
Logika ku di buat kaku, tak mampu menjawab pertanyaan gampang yang jawabannya hanya "sabar, itu adalah rahasia Tuhan".
Sesingkat itu.
Tapi hati ini begitu ngeyel, ingin harapannya disegerakan.
Seharusnya aku paham, bahwa jika pun memang disegerakan, bagaimana jika ternyata yang datang bukanlah yang terbaik?
Bagaimana jika yang datang akhirnya memilih meninggalkan karena alasan tidak siap dan terlalu cepat?
Sekali lagi, tak usah risau ya?!
Nikmati saja ujian kesabaranmu saat ini. Gunakan waktumu untuk memperbaiki diri. Sehingga saat bertemu hatimu sudah benar2 terlatih dan matang, karena perjalanan hidupmu masih panjang.
#belajarnulis
#gilirankukapan?
#sabardalampenantian
Dikit-dikit Tersinggung
Hidup ini begitu rumit dengan orang-orang yang mudah tersinggung. Kepekaannya salah tempat. Dia yang salah paham, dia yang marah.
Tak peduli usia, tingkat pendidikan, strata sosial, pekerjaan, atau kesalehan yang ditampilkan, hari-hari ini siapa saja bisa tersinggung.
Itu kenapa, adalah penting untuk mencurigai kebodohan diri sendiri. Supaya kita tidak buta dari kemungkinan bahwa ada kebenaran pada orang lain yang tak kita mengerti dan ada kesalahan pada diri sendiri yang tak mampu kita deteksi.
Hati-hati, mudah tersinggung bisa jadi tanda kerasnya hati. Dan hati yang mengeras biasanya mudah sekali panas.
Maka serahkanlah hatimu pada Allah. Mintalah pada-Nya agar hati ini dibeningkan sebening mata air agar jelas memandang; agar tak samar-samar oleh prasangka dan gagal paham pada akhirnya.
Bukankah hati yang bersih selalu memancarkan ketenangan? Bukan malah mudah tersulut oleh bara api yang sebenarnya bukanlah bara api.
@taufikaulia
18. Apa Kabar?
Apa Kabar hati? Masihkah kamu jaga dari segala prasangka buruk pada apa-apa yang membuatmu terpuruk? Semoga hatimu kian jernih. Dijauhkan dari segala noda yang mengotori.
Apa kabar lisan? Sudahkah kamu jauhkan dari dusta dan jeratan ghibah? Semoga lisanmu bisa memilah. Mana kalimat baik yang perlu mengudara. Dan mana kalimat yang lebih baik dilupakan sebelum diucapkan.
Apa kabar mata? Jaga baik-baik pandanganmu. Sebab apapun yang dipandang mata, bisa terngiang sampa ke sanubari. Maka jangan sampai kamu biarkan matamu terbuka, untuk melihat hal yang membuat Allah murka.
Apa kabar telinga? Sudah sejauh mana kah murotal Al-Qur'an menjadi candu untuk didengar selalu? Atau malah kalah jauh ayat-ayat suci itu ketimbang lagu yang terus didengarkan sampai jiwa terlenakan? Tolong tutup saja telingamu dari apa-apa yang justru membuatmu terperosok jauh.
Apa kabar kedua tangan dan kaki? Pastikan kedua tanganmu bergerak hanya untuk kebaikan. Dan kakimu hanya kamu langkahkan untuk menuju sebaik-sebaik persinggahan.
Karena semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Sekecil apapun tak akan terlewatkan. Maka tanyakanlah kepada diri, sudahkah kamu menjaga segala yang Allah titipi agar tetap dipergunakan dalam rangka menghimpun bekal terbaik menuju hari pertanggungjawaban?
"Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnyaâ
(QS. Al-Mudatstsir: 38)
Palembang, 21 juni 2020 || 21.46
Sf
Berteman dengan âInsecuritiesâ
Merasa insecure (meragukan diri sendiri) itu kadang-kadang perlu juga. Dengan takaran yang pas, insecurity malah bisa berguna. Seperti kata dr. Gerald Stein di blognya:
âHow can something bad be something good? The answer: in moderate doses. We all benefit from a bit of insecurity.â
Insecure adalah salah satu wajah dari rasa takut. Sementara rasa takut punya manfaat dan tujuan: memberi sinyal agar kita meningkatkan keamanan. Memberi tahu bahwa kita mesti berhati-hati.
Lawan insecure itu overconfident, yang mana ngga sehat juga. Titik moderatnya bisa tercapai kalau kita tambahkan sejumput insecurity dalam mangkuk percaya diri kita.
Jadi, alih-alih mengutuki diri sendiri karena terus menerus merasa insecure, coba kurangi dosisnya sedikit lalu lihat itu sebagai sesuatu yang berguna. Jadikan itu alat untuk mengenal diri sendiri lebih dalam. Jadikan itu sebagai dorongan untuk maju.
Beberapa kegunaan perasaan insecure:
1. Membuat kita lebih realistis. Karena insecurity membuat kita mampu melihat risiko dan ancaman. Kita pun jadi bisa lebih awal mengantisipasinya.
2. Memudahkan untuk berempati dan rendah hati. Pada kadar yang moderat, insecurity membuat kita sadar bahwa diri kita âbukan siapa-siapaâ. Gunanya, kita jadi ngga meninggikan diri di depan orang lain.
Kita pun bisa lebih jernih melihat ketidaksempurnaan manusia, yang dengannya kita jadi lebih mudah berempati pada orang lain. Tidak mudah menghakimi, toh kita semua tidak ada yang sempurna.
3. Mendorong kita agar terus belajar. Kalau kata Steve Jobs, stay foolish, stay hungry. Karena dengan menjadi bodoh, kita ngga akan berhenti belajar.
Intinya, insecurity membuat kita bertanya pada diri kita sendiri,
âApakah ini hal terbaik yang bisa aku lakukan?â
âApa yang harus aku perbaiki?â
âApa yang harus aku lakukan kalau aku ngga berhasil?â
Insecurity itu semacam suara di kepala kita yang menjadi pemandu. Seringkali ia juga mengingatkan kita bahwa ada tujuan yang kita perjuangkan.
Sama seperti kesedihan yang harus diterima sebagai bagian dari hidup, sebagai emosi yang wajar dan justru berguna, demikian pula perasaan insecure. Menerima dan mengakuinya adalah bagian penting dari proses pengelolaan diri, proses belajar, proses bertumbuh.
Refleksi
Beberapa tahun lalu gw baca tulisan seorang seleb Tumblr tentang pencapaian, yang membuat gw menertawakan sesuatu. Gw lupa redaksinya, tapi waktu itu gw artikan sederhananya seperti ini : ga usah ngerasa pencapaianmu bakal dikejar atau diikuti orang deh, karena belum tentu sebenarnya orang lain tuh sedang ngikutin kamu atau ngepoin kamu.
Gw pikir, iya juga sih, kadang kita ngerasa sudah mencapai sesuatu yang keren, padahal mah bisa jadi sebenarnya ga ada manfaatnya juga buat umat. Parahnya kadang ngerasa belagu, karena sudah mencapai sesuatu, maka menetapkan standard pencapaian orang lain juga seperti yang sudah kita capai.Â
Padahal, kalau kita punya pencapaian dalam suatu bidang, bukan berarti yang tidak melakukan pencapaian yang sama itu hina. Karena masing - masing orang punya cara dan standard yang berbeda. Bisa jadi yang âterlihatâ keren dan dipuji manusia, tidak ada gunanya buat kebaikan. Bisa jadi yang âterlihatâ hina atau biasa saja, diniatkan justru untuk membantu orang lain.
Kadang kita juga mikir bahwa cara kita mencapai sesuatu yang paling baik, padahal belum tentu juga. Bisa jadi hanya karena kita belum tahu bahwa cara lain yang kita anggap rendah itu lebih banyak manfaatnya.
Bahan refleksi diri sore ini, bahwa jadi orang yang meremehkan orang lain itu menyebalkan. Semoga diberi rejeki berupa keluasan hati untuk refleksi diri ketika bertemu orang yang menyebalkan : jangan - jangan Tuhan sedang menyodorkan kaca, bahwa kita pernah berbuat serupa sebelumnya.
âWhatâs given to dunya is lost. Whatâs given to Allah is never lost. If you give what you love, for the sake of what He loves, youâll have what you love forever.â
â Yasmin Mogahed
Sederhana yang Istimewa
Seketika, saya punya doa begini..
Kalau Saya MenikahâŠ
Saya ingin walimah sederhana yang istimewa.
Seperti apa?
Seperti saat tamu undangan tak sekedar rekan sejawat. Namun ada doa yang teriring dari anak-anak panti. Mereka bahkan harus menjadi tamu istimewa di pernikahan kami nanti. Dinaungi doa para malaikat tanpa henti.
Saya ingin riasan sederhana yang istimewa.
Seperti apa?
Berbalut gaun putih tanpa berlebih dengan jilbab panjang yang menutupi. Tidak mubadzir dalam untaian kain. Tidak berlebih dalam pernak-perniknya.
Mengutamakan sunnah, menanggalkan kebiasaan. Tidak ada cukur alis, bulu mata palsu, atau âdempulâ palsu, dan semoga tetap bisa menjaga wudhu.
Saya ingin dekorasi sederhana yang istimewa.
Seperti apa?
Berhiaskan lampu-lampu cantik, ornamen bunga, juga kutipan-kutipan kata. Memanjakan mata dengan swafoto bersama.
Saya ingin segalanya sederhana yang istimewa.
Seperti apa?
Saat kami berkolaborasi. Kami dengan kawan lama yang mahir fotografi, kami dengan teman yang ahli dekorasi, kami dengan sahabat-sahabat terbaik yang ikut mengisi. Bukan soal harga. Tapi membangun kepercayaan diantara kawan mengagumkan.
Saya ingin akhir sederhana yang istimewa. Pulang tanpa kekurangan, berteman lelah yang bahagia, diiringi doa-doa penuh cinta.
Dan saya berdoa, Allah mempertemukan saya dengan orang sederhana yang istimewa.
Ikut serta mewujudkan dan membangun impian. Membimbing dalam tuntunan. Menuntun dalam kebaikan. Dan dengannya, hidup menjadi kemaslahatan, cinta menjadi keridhoan, surga menjadi tujuan.
Bandung, 17 Maret 2018
@janatunrahmilah
Beberapa perempuan mungkin menyimpan sedikit perasaan minder sebab parasnya tak rupawan. Kemudian berasumsi, âJangan-jangan itu sebab penggenap hati tak kunjung kelihatan.â
Padahal tak selalu begitu. Ada beberapa manusia yang memandangmu bukan karena parasmu, tapi baik dan cantiknya kepribadianmu.
Tak cantik pun tak mengapa, asal pribadi itu kau didik dengan baik sedemikian rupa. Maka beruntung dan berbahagialah saat seseorang memilihmu karenanya. Sebab kecantikan bisa jadi pudar dalam sewindu. Namun cantiknya kepribadian, bisa jadi tak akan usang meski waktu telah banyak berubah dan berlalu.
©Quraners
Untukmu yang Beranjak Dewasa
Dek, tahukah kamu, menjadi seorang perempuan dewasa itu menantang. Banyak hal yang mungkin akan mengagetkanmu ketika tiba saatnya kamu beranjak dewasa.
Jika waktu kecil atau remaja dulu setiap pengambilan keputusan selalu bisa diambil alih orang lain, sekarang hal itu tak bisa lagi terjadi. Meski tak mudah, pengambilan keputusan, termasuk untuk hal-hal yang besar, adalah sesuatu yang mau tidak mau harus dilakukan. Suatu ketika, hal ini mungkin akan membuatmu bingung, sedih dan merasa tak pasti pada siapa harus bertanya dan bergantung. Jika hal itu terjadi, ingat dek, bahwa Allah tak akan pernah salah takar terhadap sesuatu yang perlu dihadapi oleh seorang manusia. Atas seizin-Nya telah jelas mana kebenaran dan mana kesalahan, dan rasanya itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi dasar pengambilan setiap keputusan.
Dek, tahukah kamu, menjadi seorang perempuan dewasa berarti mempelajari banyak hal baru dan meninggalkan banyak hal yang tak lagi relevan. Dalam perjalananya, sebagaimana sesuatu yang niscaya, sebuah perubahan memang seringkali menyakitkan dan tak mudah untuk diterima.
Jika sewaktu kecil atau remaja dulu segala hal bisa dengan seenaknya kita lakukan karena perasaan dan suka atau tidak suka, sekarang suka tidak suka kita perlu berubah. Entah bagaimana, mendewasa nyatanya membuat kita tahu bahwa keduanya adalah sesuatu yang rapuh jika dijadikan landasan perilaku atau pengambilan keputusan. Jika sesuatu yang mendalam terjadi pada dirimu, boleh jadi sesekali langkahmu lunglai sebab terbawa arus-arus perasaan. Tapi dek, Allah tak akan pernah salah meletakkan seorang manusia pada sebuah kenyataan. Atas seizin-Nya telah jelas siapa diantara iman dan perasaan yang seharusnya menjadi imam dan siapa pula yang seharusnya menjadi makmum, dan itu rasanya lebih dari cukup untuk menjadi amunisi agar kita mampu bertahan.
Dek, tahukah kamu, menjadi seorang perempuan dewasa berarti meluaskan pandangan dan persepsimu tentang banyak hal, termasuk tentang dunia. Banyak hal akan membuatmu belajar, maka janganlah pernah berhenti untuk menjadi seorang pembelajar.
Jika sewaktu kecil atau remaja dulu kita mempersepsikan dunia sebagai tempat bermain dan ruang eksplorasi, kini definisi itu kian bertambah sebab kita telah sadar bahwa dunia adalah sebuah ruang kelas raksasa. Di dalamnya, kita belajar, beriman dan beramal, dan begitulah seterusnya hingga ilmu, iman dan amal adalah tiga serangkai dalam siklus besar yang tak akan pernah usai. Bagaimana pun, selayaknya sebuah kelas, dunia ini juga adalah tempat ujian. Kita diuji-Nya sedemikian rupa melalui apa saja agar kita kian mendewasa: jiwanya, imannya, amalnya, dan seterusnya. Tapi dek, apapun ujiannya, Allah tentu telah memberikan seluruh perbekalannya terlebih dahulu kepada kita, sebagaimana janji-Nya bahwa seorang manusia tidak akan diuji dengan sesuatu yang di luar batas kemampuannya. Atas seizin-Nya, kita akan dimampukan untuk menghadapi segala sesuatu yang ditimpakan-Nya kepada kita.
Bagaimana pun, menjadi dewasa berarti juga menanggung amanah-amanah pribadi. Dosa dan pahala kini menjadi tanggung jawab kita sendiri. Tahukah kamu apa yang akan membuat segalanya menjadi lebih ringan untuk dijalani? Bergantunglah pada-Nya dan jadilah sebaik-baik hamba, maka kamu akan tersadar bahwa dunia yang sebenarnya adalah tempat berjuang ini nyatanya sederhana, dan tempat istirahatmu adalah nanti, ketika kaki kanan dan kirimu menginjak syurga, tempat dimana semoga Allah mempertemukan kita disana selepas seluruh upaya terbaik kita untuk-Nya di dunia.
___
Picture: Pinterest
APA KAMU BENAR-BENAR BAHAGIA?
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Dulu, ketika saya kuliah, saya punya seorang teman wanita. Ia selalu bercerita, bahwa ia sangat mengagumi seorang pria di lingkungan kami.
Ya, pria itu memang tampan, baik hati, murah senyum. Perawakannya tegap, pandai bergaul, dan selalu membantu orang. Pria ini, merupakan idola para wanita, wajar saja jika teman saya terpincut, karena tidak hanya dia, tapi hampir banyak wanita lain juga yang mengidolakannya.
Teman wanita saya, hampir setiap kami ketemu, pasti menceritakan kekagumannya pada pria ini. Jujur saja, saya pribadi, ketika melihat teman saya ini, saya agak pesimis. Berapa besar kemungkinannya, sesorang yang diidolakan banyak orang, menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak terlalu kenal dengannya? Bak seorang artis, dengan seorang fans.
Namun, apa yang terjadi? Beberapa tahun berselang, mereka menjalin sebuah hubungan.
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Beberapa bulan berselang, saya kaget mendengar kabar tersebut. Tidak hanya saya, semua orang. Semua sangat yakin, bahwa hubungan mereka akan berjalan baik dan lancar. Bagaimana tidak? Seorang wanita, berhasil mendapatkan orang yang benar-benar ia kagumi, benar-benar ia harapkan, benar-benar ia cintai. Bukankah indah?
Beberapa bulan berikutnya berselang, saya kaget mendengar kabar lainnya. Tidak hanya saya, semua orang. Wanita itu, putus hubungan dengan sang pria yang ia cintai. Bagaimana mungkin? Bukankah ia mendapatkan sesuatu yang ia harapkan? Bukankah ia mendapatkan sesuatu yang sangat ia inginkan?
Singkat cerita, selepas menjalin hubungan. Sang pria sangat senang, mengetahui bahwa ada wanita yang sangat mencintainya sepenuh hati. Karenanya, pria ini ingin membalas perasaan cinta sang wanita sepenuhnya, lebih bahkan kalau bisa. Sang pria, melakukan hal apapun untuk membahagiakan teman saya ini. Menurutmu, ini membahagiakan?
Beberapa bulan berselang, sang pria lebih sering menghabiskan waktu dengan sang perempan, lebih sering mengorbankan kepentingan dirinya sendiri demi sang wanita. Hingga akhirnya, urusan akademik sang pria terbengkalai, kehidupan sosialnya pun mulai terganggu. Tapi, bagi sang pria, tak masalah, selama wanita yang kini menjadi pujaannya ini, merasa bahagia. Padahal, tahukah kamu? Teman saya, ia kehilangan respek pada sang pria.
Bukan, bukan pria seperti ini yang ia harapkan. Bukan pria yang meninggalkan kewajibannya, bukan pria yang meninggalkan teman-temannya, bukan pria yang melupakan urusan akademiknya, bukan. Pria yang ia kagumi, berubah menjadi pria yang tak ia harapkan. Pria yang ia cintai, berubah menjadi pria yang ia benci. Pria yang dulu ia sukai, kini telah berubah. Perubahan pria itu pulalah yang merubah perasaan sang wanita.
Kini, sang pria keluar dari kuliahnya, entahlah menjadi apa, saya tak ingat. Teman wanita saya, tetap bahagia dengan status singlenya, ia tetap menjadi ia yang biasanya. Namun, kisah mereka, menjadi pelajaran yang besar bagi saya.
Menurutmu, apakah kamu akan benar-benar bahagia dengan yang kamu inginkan?
Bagi saya? Belum tentu. Pasangan yang benar-benar bahagia, bukanlah pasangan yang kita inginkan, melainkan ia, yang kita butuhkan.
Maka, jangan bersedih, jika hari ini, kamu tidak mendapatkan seseorang yang sangat kau impi-impikan. Karena, yang benar-benar tahu bahwa ia adalah yang terbaik, hanyalah Tuhan.
Bukankah yang kita inginkan, belum tentu kita butuhkan?
APA KAMU BENAR-BENAR BAHAGIA? Bandung, 23 Januari 2018
Khawatir
Kalau benar kita akan dipertemukan, bolehkah kucuri sedikit rahasiaNya? Agar aku tahu, kalau aku sedang menunggu yang baik sekaligus yang terbaik bagiNya. Aku tahu sebenarnya tidak boleh, tapi aku khawatir aku diuji melalui pernikahan. Aku selalu bermimpi melalui pernikahan, kudapati orang yang bisa berjalan seiring, bersisian, bisa menenangkan jalan ke depan.
Tapi, melihat bagaimana hidup di sekitarku. Banyak di antara temanku yang diuji melalui pasangannya; yang berkhianat, yang kasar, yang tak bertanggungjawab, dan semua hal yang kutakutkan.
Kalau benar kita akan dipertemukan, bolehkah kucuri sedikit rahasiaNya?
©kurniawangunadi / 30 Desember 2018 on instagram
Bukankah sudah sering diingatkan, bahwa saat sendirimu adalah bagaimana kualitas imanmu, halal atau haram yang kamu kerjakan saat itu menunjukkan serius tidaknya kamu dengan tuhanmu.
Menjadi malaikat dalam keramaian jauh lebih mudah dibanding menjadi malaikat dalam kesendirian, mungkin dunia bisa kamu bohongi tapi kamera langit tidak akan pernah mati merekam dan mengawasi.
Ada yang dengan mudahnya melemparkan kata-kata indah dan untaian nasehat untuk setiap pendengarnya, tapi dia lupa bahwa pada saat itu Allah akan menguji dengan apa yang barusan ia katakan. Sendirimu adalah kualitas takutmu pada Rabbmu.
Hendaknya, setiap episode kehidupan, menjadikan kita lebih yakin kepada Allah tanpa ada keraguan, soal rezeki apalagi jodoh yang sudah pasti, kematianpun kian hari semakin menghampiri.
Ya Allah, dalam setiap sujudku ada selipan doa dan permohonan ampun. Dari hambamu yang sering lalai.
Melembutlah.
@jndmmsyhd
Menikmati Penyesalan
Sedang berada dalam fase ingin lebih banyak berteman dengan kesendirian, memutar kembali ingatan dan kenangan. Menertawakan setiap kesalahan yang dulu pernah terjadi, benarlah hujan dan kesendirian adalah perpaduan yang pas untuk hati yang sedang sendiri. Airmata, jangan turun dulu, jangan.
Menikmati penyesalan, dengan tidak jatuh pada kesalahan yang sama, kasian jika hati harus sakit pada sebab yang sama. Kini, langkahmu harus lebih hati-hati dan kuat. Lubang yang sudah ditutup, jangan pernah dibuka lagi kecuali sekedar untuk mengambil pelajaran apa penyebabnya dan apa obatnya.
Menikmati penyesalan, aku yang kini sedang asik dan serius mengejar ketertinggalan, tidak ada gunanya juga untuk meratapi dan mengulang waktu, yang paling tepat adalah belajar dari waktu, yang dulu pernah mengkhianati hati dan pikiran. Kini, saat ingatan dan kenangan itu datang, aku sudah siap untuk menyapa "Hai, terima kasih sudah memberiku pelajaran".
Hujan dan kenangan, untuk masa sekarang dan depan yang lebih tenang, mari menikmatinya. Menyesalinya sudah bukan masanya.
Menikmati penyesalan
@jndmmsyhd
Allah pasti akan memberi jawaban doa seseorang selama ia tak tergesa-gesa. Lantas para sahabat bertanya, âfa kaifa ya'jal ya Rasulallah?â bagaimanakah yang tergesa-gesa itu??
Maka Nabi menjawab, âdia yang berkata; aku sudah berdoa, tapi Allah belum juga mengabulkanâ. Lalu ia tinggalkan doa.
Pelajaran terpenting tentang kesabaran dalam berdoa adalah bahwa doa itu punya batas sesuai dengan kadar bobotnyaâŠ
Tengoklah kisah Nabi Zakariya, berapa lama Nabi Zakariya berdoa agar dikarunia anak? 70 tahun lamanya baru Allah mengabulkan doanya. Ini kelasnya Nabi yang dekat dengan Allah, namun apa? Allah kabulkan doa Nabi Zakariya setelah 70 tahun lamanya. Timbul pertanyaan liar dalam pikiran, bagaimana dengan kita?? Yang mana kelasnya tidak sekelas para Nabi yang dekat dengan Allah? Maka jawabnya sederhana, ya sabar saja..
Ada orang baru berdoa 2 minggu, satu bulan, dua bulan, namun belum jua dikabulkan. Sudah kempes semangatnya dalam berdoa. Sudah malas untuk berdoa, malah ada yang protes, mengapa tak juga dikabulkan.
Sabar,,. Nikmati prosesnya. Jangan isti'jal dalam berdoa alias tergesa-tergesa..
Ingatlah kisah Nabi Ayyub, Allah beri ia kenikmatan selama 20 tahun lamanya, dengan kebun kurma, 12 orang anak yang gagah perkasa. Dan jadilah ia raja, orang, nabi terkaya di kaumnya.
Lalu Allah uji ia, Allah hancurkan semuanya hanya dalam 3 hari. Mudah bagi Allah untuk melakukan itu semua.
*Hari pertama, Allah beri ia penyakit kusta sampai kaumnya pergi meninggalkannya.
*Hari kedua, Allah kirimkan badai dan hama yang menghancurkan seluruh kebun dan peternakannya.
*Hari ketiga, ini adalah hari terberat dalam hidup Nabi Ayyub. Allah wafatkan 12 anaknya dalam sehari tanpa sebab apapun..
Hanya tinggal istrinya..
Sampai18 tahun ujian, istrinya berkata, âwahai Nabi Allah, berdoalah pada Tuhanmu agar menghilangkan ujianmu, tidak perlu mengembalikkan semua, cukup agar penyakitmu sembuh.â Apa kata Nabi Ayyub? âWahai istriku berapa lama Allah beri kita nikmat?â â20 tahunâ kata istrinya. âAku masih malu untuk meminta kepada Allahâ itu jawaban Nabi Ayyub kepada sang istri.
Tepat 20 tahun, Nabi Ayyub berdoa yang mana Allah abadikan dalam surat Al-Anbiya. âRobbi anni massaniyadh dhur, wa anta arhamur rohiminâ ya Allah, aku telah ditimpa suatu musibah, sedang Engkau adalah arhamur rohimin.
Telah sampai batasnya, telah tiba waktunya Allah kabulkan doa Nabi Ayyub. Allah berfirman, âFastajbna lahu, wa kasyafna bihi min dhur, wa atainahu ahlahu wa mitslahu ma'ahâ maka Kami kabulkan doanya, Kami kembalikan keluarganya dan yang semislanya bersamanya.
Dalam 3 hari pula Allah kembalikan semuanya. *hari pertama, Allah sembuhkan penyakitnya. *hari kedua, Allah jadikan istrinya setiap tahun melahirkan 2 bayi kembar sampai anak Nabi Ayyub berjumlah 24. Allah beri Nabi Ayyun dengan kelipatan :â)
-Nabi Ya'qub berapa lama ia berdoa agar Allah pertemukan dengan Yusuf âalaihissalam? Berpuluh-puluh tahun. Sampai ada yang mengatakan 40 tahun.
-Nabi Musa, berapa lama ia berdoa kepada Allah untuk kebinasaan fir'aun seperti tersebut dalam surah yunus 88 - 89 ? Berpuluh-puluh tahun.
-Ibrahim âalaihissalam, berapa lama ia berdoa kepada Allah agar dikarunia anak? Berpuluh-puluh tahun.
Dan Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam berapa lama beliau berdoa kepada Allah agar memindahkan kiblat dari Al-Aqsa ke Al-Haram? Bertahun-tahun lamanya..
Berhenti sejenak, coba deh direnungkan..
Tidak sulit bagi Allah untuk mengabulkam doa-doa para Nabi. Namun Allah rupanya sedang ingin metarbiyah para Nabi dalam menghadapi ujian. Ini juga bagian dari pembahasan bab kitab Tauhid.
Yang tersirat dari kisah mereka adalah tentang kesabaran tanpa batas dalam menanti terkabulnya sebuah doa. Nikmati saja prosesnya. Nikmati setiap proses kehidupan ini dengan sabar dan sholat (begitu seorang kawan)
Akan ada batas waktunya dimana doa itu akan terkabul. Yang perlu kita yakini adalah bhwa setiap jawaban doa adalah âiyaâ
Ibnu Qoyyim pernah megatakan, âDoa itu ibarat panah yang dilesatkan ke langit. Tapi untuk mencapai ke langit ia butuh waktuâ . . . Hari ini Jum'at, perbanyaklah berdoa. Mintalah pada Allah dengan sabar dan sholat.. . . . Surabaya || 09.01 || 12.08.2016 || @andromedanisa
Jeda.
Tak banyak yang mengerti bahwa jeda bisa jadi anugerah terindah dalam hidup seseorang. Seseorang yang baru lulus kuliah misalnya, tak langsung mendapat pekerjaan bukan karena menurut Allah tak mampu tapi bisa jadi dipersiapkan untuk hal lain yang lebih sesuai dengan dirinya.
Sekolah lagi misalnya, menikah misalnya, atau berkontribusi ke masyarakat. Sehingga Allah beri jeda padanya sebenarnya adalah untuk ia merenung dan mempersiapkan diri memelankan jalannya sejenak setelah bertahun tahun lari hingga luput pada pemandangan kanan dan kiri.
Sayangnya seringkali yang terjadi bukan mata, pikiran, dan nurani yang nyalang peka pada hikmah. Melainkan telinga yang terlalu panas mendengarkan ucapan orang lain. Yang tadinya tengah menikmati perjalanan kemudian merasa harus berlari lagi. Padahal mobil dalam perlombaan balap saja harus berhenti sejenak di pit stop untuk mengisi kembali energinya. Atau memikirkan kembali strategi memenangkan pertandingan.
Apalagi kita yang tidak sedang berlomba dengan apapun, kecuali dengan waktu kematian yang semakin dekat. Sehingga secara logika kita harusnya hanya bekejaran memperbanyak kebaikan kebaikan apapun bentuk yang bisa kita lakukan saat ini. Bukan terus sibuk dengan angan angan atau kekhawatiran masa depan yang belum menjadi milik kita.
Alizeti, Jakarta