naikkan standar visimu, niscaya yang menyibukkanmu bukan hal yang recehan.
art blog(derogatory)
No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

roma★

No title available
Today's Document

shark vs the universe
dirt enthusiast
styofa doing anything
Claire Keane
Sade Olutola

JVL

Andulka

@theartofmadeline
we're not kids anymore.

⁂
Stranger Things
i don't do bad sauce passes

★
wallacepolsom

seen from Brazil
seen from United States
seen from Brazil

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Tunisia

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Mexico
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from Hong Kong SAR China
seen from South Korea
seen from United States

seen from Brazil
seen from Hong Kong SAR China

seen from Malaysia
@iczizah
naikkan standar visimu, niscaya yang menyibukkanmu bukan hal yang recehan.
ig: ibtasempoetry (please do not remove credits in sha Allah)
“Ketidakbahagiaan kita saat ini mungkin disebabkan oleh ketidakmampuan kita untuk bersyukur atas hal-hal yang bisa dengan mudah kita dapatkan”
— Kurniawan Gunadi
Auto istighfaaarrr
Astaghfirullaahal'adziim
terkadang kita dibuat tidak mengerti, sulit memahami atas apa-apa yang terjadi. kita begitu berharap semua berjalan seperti keinginan, namun nyatanya harapan itu patah lagi. Aku tahu, pasti tidaklah mudah untuk menerima keadaan ini. Rasa sedih juga tak lantas mengubah semuanya menjadi lebih baik. Bilapun perasaan itu hadir jangan biarkan larut, kembalilah tegar dan bersinar sayang! tetaplah dengan prasangka baikmu, bahwa Allaah telah menetapkan yang terbaik. Meski mungkin tidak sekarang, percayalah waktu terbaik itu telah Allaah rencanakan untukmu. Tetaplah dengan doa terbaikmu, dengan sebaik-baiknya upayamu. Setelahnya, berserahlah pada Allaah dengan segenap rasa lemahmu di hadapan-Nya.
2 September 2019, Menyapa Mentari.
tetap maju. gapapa merangkak juga. kalau sabar, nanti ketemu sendiri sama keajaiban.
©nailymakarima
Sulit menghargai, mudah menyalahkan
Someday....
"Hei guys menurut kalian apa bedanya laserasi dengan open fraktur dg bagian tulangnya udah masuk ke dalam kulit?"
A jawab tapi masih belum puas
B jawab tapi masih belum sepakat
C jawab bener dan banyak yg sepakat (sebenarnya) tapi malah kyk dipatahkan, dengan menambah2kan kasusnya sampe agak debat
Akhirnya ada pendapat lain lagi
But u knoo what, akhirnya bilang.."yaudah menurutku blablabla" dan itu sama kayak yg dibilang si C hmmm
Hadeh
“The sweetness of tahajjud is found in prolonged sujood.”
— Yasir Qadhi
Mayoritas orang-orang bahagia justru tidak mengumbar kebahagiaan di sosial media. Sebab, mereka yang benar-benar berbahagia, tidak lagi butuh pengakuan, pencitraan atau pembuktian akan kebahagiaan mereka itu—apatah lagi dari manusia-manusia maya?
The beginning is always the hardest
Selama kita masih hidup, kita akan selalu dihadapkan pada suatu kondisi dengan tantangan baru yang mau tidak mau harus dijalani bagaimanapun susahnya. Kemudian setelah satu kondisi berakhir, akan ada awal kondisi baru. Ya namanya jugak hidup, kalo give up in every challenge ya hidupnya gak ada kemajuan, gak akan berkembang, gitu-gitu aza (nobody want, I think).
Problemnya adalah pada setiap peralihan dari satu kondisi ke kondisi yang lain, selalu ada perasaan takut. It's okay dengan ketakutan yang dialami, asalkan tidak berlebihan sehingga bisa membuat kamu jadi parno, ragu-ragu mau berubah, tidak pd.
Hal penting yang harus dilakukan adalah a d a p t a s i, secepatnya. Selain itu ya jalani ajaalah, kadang juga perlu memaklumkan diri disaat melakukan kesalahan (gppa kok, namanya juga awal pasti ada salah-salah) eits, tapi jangan sering-sering! Apalagi yaa, kalau bisa sih perasaan takut di awal peralihan, dijadikan motivasi supaya kita lebih mempersiapkan diri untuk menjalani kondisi baru yang akan kita hadapi, jadi makin pd deh throughout every challenge, insyaallah. Dan yang pasti jangan lupa berdoa:)
Semangat stase pertamaku di coass, surgery blessings✨ Jangan lupa belajar!(: (1/13)
Tulisan : Respon
Lautan itu pada dasarnya tenang, anginlah yang membuatnya memiliki ombak. Manusia itu pada dasarnya sama, tapi bagaimana ia merespon suatu kejadianlah yang menjadikannya berbeda.
Kemampuan diri untuk merespon sesuatu itu bergantung pada banyak hal. Pada kemampuan mengendalikan emosi, kedalaman berpikir, pengetahuan, pengalaman, dan sebagainya. Kemampuan merespon itu adalah salah satu cara untuk melihat bagaimana kualitas diri kita sesungguhnya.
Bagaimana saat kita merasa jatuh cinta, bagaimana saat kita sedang marah, bagaimana saat kita sedang menerima kritik, respon yang akan kita berikan berdampak besar pada banyak hal dalam hidup kita.
Mungkin kita tidak menyadarinya, sebab semuanya seperti dalam bawah sadar. Tapi, seketika kita menyadarinya, bukankah kita seringkali menyesal setelah berbuat sesuatu?
Yogyakarta, 13 Agustus 2019 | ©kurniawangunadi
Wagadidaw :( https://www.instagram.com/p/B1Xi4oxJbos/?igshid=gyydvwllpe8e
"Alhamdulillaahilladzii 'an'ama 'alaynaa wahadaana 'alaa diinil islaam"
Penampilan mengambil >50% persepsi orang lain kepada kita, apalagi yang bekerja sebagai penyedia jasa seperti dokter. Kalau bisa, dengan pasien melihat dokternya saja bisa sedikit membuat pasien melupakan rasa sakitnya karena melihat dokternya yang cakep, bersih, rapih.
From nothing can be some(one)thing
Daridulu selalu wondering bagaimana seseorang bisa berjodoh sedangkan mereka tidak saling mengenal satu sama lain? Bukannya harus ada ketertarikan dulu satu sama lainnya? Bukannya memilih jodoh harus benar2 cocok dengan pribadi kita supaya bisa benar2 menemani hingga akhir hayat?
Dan..jengg jenggg it happened to me, at this year wkwk
Yaa intinya pada suatu hari ada seseorang yang datang untuk ngajak nikah. Sebenarnya kami pernah berinteraksi via sosmed di tahun 2015. Sebentar sih, terus berakhir karena dia ngajakin taaruf hahaha maapin masih maba dan studiku masih puaanjaang ga mikirin gituan, gak kenal juga duh langsung serem and ilfeel sama dia. After that aku udah cuek pokoknya, dia pun lama-kelamaan gone. Day after day the time passed away, n then awal tahun ini he comes again, kali ini buat ngajakin nikah. Wuuww I'm shocked hahaha. Tapi tapi tapi rasanya dia datang in a better condition dibanding 3 tahun lalu. In that time aku kayak gaada penolakan yg kurasakan dari seluruh pikiran dan perasaan (wkwk) gatau deh padahal gak kenal, ya gak tau gituloh sifatnya gimana tapi sama sekali gaada pikiran negatif buat dia. Fyi yang ada di pikiranku saat itu adalah: 1) gaada alasan buat menolak 2) kalo bilang iya pun, takut salah pilih, kalo ternyata dia bad guy gimana?! Karena saat itu dia minta jawabanku apa, padahal aku ga punya jawaban secepet itu waduu. Akhirnya mikir...dan kepikiran jawaban terbaik menurutku, yaitu "datang ke rumah, temui orang tuaku, kalau mereka menyetujui aku terima kamu". Disitu aku udah pasrah sama pilihan ortu, karena aku sendiri gak bisa mempertimbangkan ini itu karena belum kenal orangnya. Finally gak direstui nikah, bolehnya lamaran aja. Sebelum lamaran aku sendiri ternyata sering ragu "dia bener jodohku bukan ya?" Ya aku tau dia kelihatannya baik, tapi secara superfisial aja. Baru setelah lamaran kita mulai intens komunikasi, kenalan satu sama lain, knowing sisi baik buruknya satu sama lain... alhamdulillah cocok2 aja. Ternyata ga seserem itu, terus rasanya itu easy going, lega aja gitu gaada yang ganjel atau gimana. Yaudah jadinya kayak aku harus mencintai seperti apapun dia, dia pun begitu.. it's fineee it's okay
Menikah dengan orang yang kita cintai adalah Anugerah, Mencintai orang yang kita nikahi adalah Kewajiban
Jadi jangan terlalu khawatir ya sistur2, yakin aja selama kitanya baik insyaallah yang datang juga baik, tepat seperti firman Allah di Al Qur'an, beneran deh ga boong✨ dan jangan lupa doakan aku semoga bisa segera menikah hehe aamiin.
menjadi baik
hari ini kita melihat banyak orang berlomba-lomba dalam kebaikan. tapi sayang, tidak semua berada dalam lintasan lomba menjadi baik. ada bahkan banyak yang berlari-lari ingin memenangkan lomba terlihat baik.
padahal, kebaikan itu tidak pernah bisa dilihat dari apa yang ada di permukaan saja. ya, memang yang ada di dalam akan tercermin di luar. akan tetapi, tidak semua yang ada di luar adalah kebenaran.
hari ini ramai betul seruan dan ajakan untuk berhijrah. tapi sayang, sebagian dari kita menilai bahwa hijrah diukur dari hal-hal yang tampak–seperti apa yang dipakai, apa yang dilakukan, apa yang dikatakan atau diunggah di media sosial. orang-orang yang belum segolongan–yang belum memakai baju serupa, tidak melakukan hal yang sama, membicarakan hal selain seperti obrolan orang-orang “hijrah”–lantas disebut belum berhijrah.
padahal, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi kepada seseorang, apalagi apa yang ada di dalam hatinya. bisa jadi seseorang itu sedang berhijrah dari keterpurukan hati kepada hidup yang lebih bahagia. bisa jadi seseorang sedang berhijrah dari gaya hidup yang kurang sehat kepada gaya hidup yang sehat. atau berhijrah dari kemalasan kepada hidup yang lebih produktif.
setiap orang memiliki jalan hijrah–jalan bertumbuhnya masing-masing. kita tidak perlu ikut-ikutan melabeli apakah seseorang sudah berhijrah atau belum. sekali lagi, sejatinya semua orang berhijrah sendiri-sendiri. terutama, kita harus berhenti menghakimi atau menyindir orang-orang yang belum/tidak melakukan yang kita lakukan. berhenti karena itu bisa menyakitkan bagi yang menerima.
pula, tak perlulah kita menyindir orang yang sedang “berhijrah” meskipun itu hanya bercanda. kita tidak tahu bagaimana perjuangannya untuk bisa sampai pada titik itu. jangan sampai omongan kita malah membuatnya tidak termotivasi lagi untuk menjadi baik.
oh ya, dan apa yang baik menurut kita belum tentu benar, belum tentu baik untuk orang lain. tugas kita adalah menjadi sebaik-baik diri tanpa menjelek-jelekkan orang lain. tugas kita adalah menciptakan suasana yang nyaman bagi siapa saja yang ingin bertumbuh menjadi lebih baik.
mari kita berhijrah: dari berada pada lintasan lomba kebaikan “terlihat baik” kepada lintasan lomba kebaikan “menjadi baik”. ini adalah saat yang tepat untuk membuktikannya.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
So remember Me, and I will remember you. And be thankful toward Me, and do not be ungrateful. (The Quran, verse 2:152)
Source: arabicalligraphy, via IslamicArtDB
لا أعلم من سأكون. ولا أعلم أين سأكون. ولكن أعلم أن الله سيختار لي الخير.
I don’t know who I will be. And I don’t know where I will be. But I know that God will choose what’s best for me.
Source: alif2, via IslamicArtDB
Quran 6:59
Source: allah66, via IslamicArtDB